MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Senin, 17 September 2018 21:27
Waspada Tawaran MLM

Kaltim Rawan Penipuan Investasi Bodong

MEDIA GATHERING. Jurnalis se-Kalimantan saat mengikuti pertemuan dengan OJK di Jakarta pekan lalu.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Seiring berkembangnya informasi dan teknologi, tingkat penipuan menggunakan modus investasi juga tak kalah ramai. Investasi bodong itu ditawarkan dengan bunga yang tak masuk akal namun menggiurkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengendus permasalahan ini. Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing mengungkapkan, salah satu yang paling perlu diwaspadai adalah penawaran investasi Multi Level Marketing (MLM). Tawaran itu menjanjikan bonus yang menggiurkan dengan pola member get member.

“Total perkiraan kerugian masyarakat karena investasi bodong mencapai Rp 105,8 triliun. Pengunjungnya ya dari MLM, salah satunya,” ungkapnya saat menjadi salah satu pemateri dalam Gathering Media se-Kalimantan yang diadakan di Jakarta Jumat (14/9). Seperti sudah menjadi pengetahuan umum, MLM menawarkan keuntungan yang cenderung tidak masuk akal. Namun karena penawaran keuntungan yang sangat menggiurkan, maka jenis investasi ini masih saja menimbulkan korban. "MLM itu sebenarnya penipuan, bagaimana tidak, mereka menawarkan sesuatu yang jelas-jelas tidak masuk akal,” paparnya.

Selain itu, MLM kerap kali menawarkan barang yang sebenarnya bukan masuk dalam kategori kebutuhan utama. “Untuk itu, kalau mereka menawarkan sesuatu barang yang tidak dibutuhkan, ya jangan dibeli,” tegasnya. Kaltim, kata Tongam, juga menjadi salah satu daerah yang rawan terjadi penipuan dari investasi bodong. “Kalau mendapatkan hal yang mencurigakan, lapor,” tutupnya.

Dirinya menjelaskan publik mesti tahu karakteristik dari investasi bodong itu. Ia menyarankan dengan istilah logis dan legal (2L). Jika ada pihak yang menawarkan MLM atau investasi sejenisnya dengan tawaran bunga yang besar. Maka, publik harus bisa menelisik legalitas dan logisnya.

"Tanyakan izinnya dan perhatian tawarannya itu logis atau tidak. Jika tidak ada maka jangan mudah tergiur," terangnya. Tongam mengatakan, modus investasi bodong tersebut masih diterima sebagian orang karena dianggap hal yang wajar dan benar. Hal itu dikarenakan tingkat literasi dan inklusi keuangan masih rendah. "Hal ini pula yang membuat sebagain orang masih sering tertipu," katanya.

Makanya, dirinya menyarankan agar publik mesti disadarkan dengan pemahaman yang baik tentang literasi dan inklusi keuangan. Selain itu, Tongam juga menyarankan agar siapapun yang mendapat tawaran investasi yang diduga bodong, maka segera melaporkan ke pihak terkait baik itu OJK Kaltim atau pun kepolisian.

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .