MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Sabtu, 15 September 2018 22:50
Mahasiswa Kuasai Gedung Dewan

Gelar Sidang Rakyat Minta Jokowi-JK Turun

AMBIL ALIH GEDUNG. Mahasiswa berorasi di dalam Gedung E DPRD Kaltim, kemarin (14/9). Mahasiswa menuntut presiden dan wakilnya mundur karena rupiah melemah.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Rupiah yang kian melemah direspons mahasiswa Samarinda dari lintas perguruan tinggi dengan aksi unjuk rasa. Kali ini dilakukan dengan cukup ekstrem. Seperti terinspirasi dengan aksi reformasi 1998, mahasiswa mengepung gedung DPRD Kaltim dan menggelar sidang rakyat di dalamnya. Mahasiswa pun berhasil menduduki gedung utama yang biasanya dipakai untuk sidang Paripurna DPRD Kaltim, Jumat (14/9). Tuntutan mereka meminta Jokowi-JK mundur.

Ratusan mahasiswa yang menamakan diri mereka Aliansi Garda Kaltim merupakan gabungan beberapa organisasi di kampus masing-masing. Awalnya mereka dihadang di gerbang utama DPRD Kaltim. Namun lobi-lobi yang dilakukan mahasiswa berhasil membawa mereka masuk hingga gedung E atau gedung paling belakang kantor dewan. Mereka meminta bertemu dengan wakil rakyat Kaltim.

Sialnya, tak seorang pun anggota dewan berkantor kemarin padahal masih hari aktif dan jam kerja. Hal itu membuat kesal mahasiswa karena aspirasi yang ingin mereka sampaikan tak ada yang menerima. Akhirnya demonstran ini memilih menduduki gedung utama DPRD Kaltim.

Para mahasiswa ini memenuhi seluruh kursi yang biasa diduduki anggota DPRD Kaltim ketika bersidang. Layaknya anggota dewan, mahasiswa lalu menggelar "sidang rakyat" dengan agenda mencabut mandat presiden dan wakil presiden. Mahasiswa menilai Jokowi-JK gagal dalam mengelola negara sehingga mahasiswa ini pun meminta kedua pemimpin negara ini menanggalkan kekuasannya.

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mulawarman (Unmul) Rizaldo menjelaskan, mereka harusnya bertemu dengan anggota dewan agar aspirasi mereka tersalurkan. Namun para mahasiswa ini kecewa karena wakil yang mereka cari tak di tempat. Rizaldo mengaku ingin menyampaikan tuntutan mereka.

"Ada tiga tuntutan yang ingin kawan-kawan sampaikan. Pertama, kami menuntut pemerintah harus mendorong lebih banyak sumber pembiayaan investor lokal demi menekan pembiaayaan dari eksternal. Kedua pemerintah harus berupaya mempermudah akses peminjaman usaha dengan menjaga suku bunga kredit yang rendah. Ketiga kami mengajak masyarakat tidak menukarkan rupiah ke dolar dan memperbanyak transaksi dengan rupiah hingga ekonomi membaik," tegas Rizaldo.

Menanggapi aksi mahasiswa yang menduduki kantor dewan, Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu tak menyoal itu. Dia bahkan mendukung mahasiswa yang masih memiliki sikap kritis dengan setiap kebijakan pemerintah. Sebagai mahasiswa kata Baharuddin Demmu, sikap kritis itu baik untuk perbaikan bangsa.  "Semua pemimpin juga harus diingatkan, termasuk teman-teman di dewan, pemerintah provinsi maupun pusat. Apa yang disuarakan mahasiswa memang apa yang dirasakan rakyat saat ini, mereka menjerit. Kalau kita tanya rakyat, memang rata-rata harga pada naik. Jadi secara pribadi saya jujur mendukung gerakan kritis dalam rangka mengingatkan para pelayan rakyat itu," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan (Sekwan) Muhammad Ramadhan mengatakan saat aksi mahasiswa berlangsung di DPRD Kaltim memang tidak ada anggota dewan. Para wakil rakyat itu disebutnya sedang menggelar kunjungan kerja ke luar daerah, yakni ke Jogja dan DKI Jakarta. "Kalau ada pemberitahuan mau ada demo pasti saya akan koordinasi dengan pimpinan dewan agar ada yang menemui mereka. Tapi ini sampai kemarin (Kamis), tidak ada informasi sama sekali. Apalagi ini anggota dewan sedang dinas luar semua," jelas Ramadhan.

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 23:26

Pasutri “Culik” Beras

SAMARINDA. Pasangan suami istri (Pasutri) yang membawa seorang balita laki-laki menggunakan mobil, berhenti…

Senin, 15 Oktober 2018 00:19

Maling Mendadak Mati Rasa

SAMARINDA. Hanya karena seorang wanita, Irawati selamat dari amukan warga. Ya, Irawati dipergoki warga…

Senin, 15 Oktober 2018 00:17

Dapat Rp 10 Juta, Terancam 12 Tahun

SAMARINDA. Irvan Fahrisal (19) dan Lutfi (36) bakal lama merasakan dinginnya sel tahanan. Kedua warga…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:38

Lagi, Mafia Lapas Berulah

SAMARINDA. Mafia di lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang berstatus nara pidana (Napi) tak kapok meski…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:40

Penagih Utang Tersangkut Narkoba

SAMARINDA. Pihak kepolisian hingga kini masih menunggu kondisi Iswandi (45) membaik yang bonyok dihajar…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:12

Mau Panen, Jatuh dari Kapal

TANJUNG SELOR.  Seorang pembudidaya rumput laut bernama Ahmad (49), dikabarkan hilang saat sedang…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:44

Diversi “Mental”, Proses Hukum Berlanjut

SAMARINDA. Meski masih di bawah umur, bukan berarti ulah RS (15) bisa diselesaikan secara diversi. Kasus…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:14

Perabotan Rumah Mewah Disita

SAMARINDA. Satu persatu isi perabotan di rumah mewah milik Rizal, warga Perumahan Villa Tamara di Jalan…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:04

Preman Cilik Ngamuk

SAMARINDA. Umurnya baru menginjak 15 tahun. Namun nyalinya sekelas preman. Itulah RS. Bocah ingusan…

Selasa, 02 Oktober 2018 23:34

Terkepung Api, Panjat Tembok

SAMARINDA. Matahari belum menampakan sinarnya. Andre Agustinus, karyawan sekaligus penjaga bengkel motor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .