MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Sabtu, 15 September 2018 22:38
Napi "Macgyver" Diciduk di Lapas

Mahasiswa dan Driver Ojol Turut Diringkus

BUDAK NARKOBA. Tiga pengguna dan pengedar narkoba diringkus polisi. Salah satunya tercatat sebagai warga binaan di Lapas Narkoba Bayur.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Meski tubuh terpenjara namun tak menjadi penghalang kreatifitas Al Musri, narapidana (Napi) narkoba yang dikerangkeng di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Bayur. Pria 32 tahun itu masih ketagihan mengkonsumsi narkoba. Diam-diam ia masih mengisap narkoba jenis sabu meski di penjara.

Untuk dapat menikmati sabu, penghuni Blok Kahoi V itu menggunakan kreativitasnya. Bak  Macgyver, tokoh serial televisi yang sangat cerdas,  Musri memodifikasi kaca lampu untuk dijadikan pipet. Dengan cara seperti itu napi yang harus menjalani 13 tahun penjara karena berulang kali kedapatan mengkonsumsi sabu tersebut, bebas menggunakan narkoba di dalam lapas.

Kebiasaannya yang masih belum bisa ditinggalkan itu akhirnya kembali membuat Musri berurusan dengan polisi. Napi itu diciduk karena menyembunyikan sepoket sabu seberat 0,05 gram di bawah kasurnya. Musri tertangkap dalam razia rutin yang digelar sipir lapas, Kamis (13/9) lalu sekitar pukul 14.00 Wita. Musri sempat tak mengakui sebagai pemilik sabu tersebut. Meski begitu ia tetap diamankan dan diserahkan ke Satresnarkoba Polresta Samarinda.

Selain Musri, polisi juga membekuk dua orang yang merupakan komplotan pengedar daun ganja. Keduanya adalah seorang mahasiswa salah satu Universitas Swasta di Samarinda dan driver ojek online (Ojol). Polisi pertama kali menangkap M Zakaria, driver ojol di Jalan Gunung Semeru, Samarinda Ulu, Kamis (13/9) lalu pukul 21.30 Wita. Pemuda 24 tahun itu ditangkap polisi yang menyamar sebagai pembeli. Polisi memesan satu paket ganja seberat 1.46 gram seharga Rp 100.000.

Ketika ganja itu diserahkan, Zakaria langsung dibekuk dan diminta menunjukkan bandarnya yang ternyata adalah Iswendy Karniawan alias Wendy, mahasiswa semester 11 jurusan Teknik Sipil. Wendy diciduk polisi di rumahnya di kawasan Jalan Sejati II, RT 1, Sambutan, satu jam setelah polisi lebih dulu meringkus Zakaria. Dari tangan mahasiswa itu polisi mendapatkan sepoket ganja seberat 2.34 gram yang disembunyikan di atas lemari kamar tidurnya. Wendy selanjutnya dikeler menyusul Zakaria yang sudah lebih dulu berada di Mapolresta Samarinda.

Kasatresnarkoba Polresta Samarinda, Kompol Markus, melalui Kanit Sidik, Iptu Teguh Wibowo menerangkan, dari keterangan Musri sabu itu dibelinya dari napi lain yang memiliki jaringan narkoba diluar lapas. "Sementara untuk ganja dari mana asalnya masih kami telusuri," ujar Teguh. Untuk medalami pengungkapan kedua kasus narkoba itu. Penyidikan mendalam tengah dilakukan polisi.
"Kami masih berusaha mengungkap jaringannya yang lain," tandasnya.

loading...