MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 14 September 2018 23:30
La Bario, Lurah Berprestasi Tersangka Penyerobotan Lahan di Mata Atasan
Diduga Miliki KTP Palsu, Bangun Posyandu Tanpa Dana Pemerintah
PEMAIN TUNGGAL: Dalam kasus penyerobotan lahan yang dituduhkan, La Bario bermain sendiri.

PROKAL.CO, Nama mantan Lurah Gunung Lingai, Saripudin La Bario mendadak viral. Ia ditangkap dengan status tersangka penyerobotan lahan. La Bario sempat menghilang beberapa bulan dari pengejaran polisi. La Bario diduga mengaburkan identitas asli dengan mengantongi dua KTP. 

Dugaan memanipulasi identitasnya tersebut menggunakan nama Saripudin La Bario. Dan satunya lagi Saprudin alias La Bario. Kedua nama itu ia pakai untuk menghindar pengejaran polisi. Selama pelariannya, ia juga mendaftar sebagai calon legislatif (caleg) di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Agus, teknisi Disdukcapil Samarinda mengatakan, perekaman KTP elektronik tak bisa dilakukan dua kali. Perekaman akan dideteksi sistem saat membaca sidik jari dan mata. Jadi, orang tidak bisa memanipulasi dua KTP yang terdaftar secara resmi. Hanya, dirinya mengakui kebanyakan orang dengan dua identitas, satu di antaranya bodong alias tak terdaftar di sistem. Bisa saja, dua KTP yang dimiliki La Bario satu diantaranya KTP resmi. Namun satunya bodong. Mengadakan KTP bodong bisa dengan mudah scan foto lalu menempel ke blanko KTP yang bisa didapat dari tempat lain yang tidak resmi.

Atau bisa menggunakan dua KTP namun menumpang data orang lain. Sehingga yang terbaca di sistem data orang lain, bukan dirinya. Dugaan manipulasi ini pula yang meloloskan dirinya dari pencarian polisi. La Bario juga juga berhasil menjadi bakal calon legislatif untuk DPRD Sultra. Namun kini nasib lurah yang juga sebagai pengusaha kayu itu sekarang ditahan polisi.

Di mata atasannya, Camat Sungai Pinang, Siti Hasanah, La Bario terkenal sebagai orang suka bekerja. Ia selalu menjalankan perintah jika pihak kecamatan menginstruksikan program pemerintah. Selama dua bulan Siti Hasanah mengaku membangun komunikasi baik dengan La Bario. “Koordinasi kami baik. Selama menjalankan tugasnya, selama saya memimpin kurang lebih dua bulan sebelum ditangkap, beliau baik. Apa yang diperintahkan mengenai program pemerintah selalu dijalankan,” ungkapnya.

Siti mencontohkan program kampung Keluarga Berencana (KB) yang dibentuk di Gunung Lingai dibentuk. Program ini ia jalankan di kelurahan itu dengan baik. Selain itu, ada beberapa program semacam lomba, PKK, dan lainnya. Bahkan, La Bario juga dikenal sebagai lurah berprestasi. Eka Setyawan, Lurah Bandara, mengatakan La Bario sering menorehkan penghargaan dari pemkot atau pun kecamatan. Yang diingat Eka, saat masih menjabat La Bario sempat memenangkan penghargaan sebagai PKK terbaik di kelurahan Gunung Lingai.

Saat itu, kata Eka, La Bario bisa membangun posyandu sendiri tanpa meminta bantuan pemerintah. Selain itu, ada banyak prestasi lain, penataan kelurahan, bidan desa, dan beberapa program lainnya. “Dia itu orangnya periang. Sering hadir saat rakor kecamatan. Suka bikin ketawa. Pokoknya nyenangin lah,” tutur Eka. Namun nasib La Bario berubah 180 derajat. Kini, dirinya ditahan polisi. Ia ditangkap saat menjadi buron polisi. Dua kali surat panggilan sebagai tersangka dilayangkan tapi tak dihiraukan. La Bario kabur ke Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Di tengah pelariannya, La Bario sempat mempraperadilkan Polresta Samarinda atas penetapan statusnya sebagai tersangka. Namun, beberapa kali sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, La Bario justru tidak hadir. Ia ditangkap Unit Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Tipideksus) Satreskrim Polresta Samarinda, dibantu dengan personel Polda Sultra dan Polres Baubau, 30 Agustus 2018 lalu. Menyandang status tersangka rupanya tak menjadi halangan La Bario untuk maju sebaga wakil rakyat di provinsi tersebut. Selama mendaftar, La Bario tak masalah dengan statusnya. Namun, menjadi masalah ketika ada putusan inkrah dari pengadilan.

Kasus yang menimpa La Bario bermula dengan tuduhan penyerobotan lahan dan pemalsuan dokumen atas lahan di Kelurahan Makroman, Sambutan. La Bario sempat dikerangkeng selama 56 hari di tahanan Mapolresta Samarinda. Namun status tahanannya berubah ke tahanan kota. Lantas bagaimana respons pemkot? Kepala Inspektorat (Itda) Samarinda, Muhammad Yamin mengaku hanya menunggu proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian. Awal kasus ini mencuat, Itda nyaris melakukan penyelidikan namun laporan sudah masuk ke kepolisian. Sehingga pihaknya hanya menunggu putusan inkrah PN.

Sejalan itu dengan status PNS-nya demikian. Yamin menyebut urusan etiknya sebagai PNS menjadi wewenang TK2D untuk menindak etik sebagai abdi negara. Namun tetap saja menunggu putusan PN, karena saat ini kasusnya sudah bergulir. Diketahui, atas perbuatannya, polisi menjerat La Bario dengan dua pasal yakni mengakui tanah yang bukan miliknya serta pemalsuan dokumen demi untuk menguasai tanah yang dijual atau dikerjasamakan dengan perusahaan batu bara. Dengan pengenaan Pasal 385 KUHP tentang menjual hak tanah orang lain dan atau pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat.

Diduga "Pemain" Tunggal

Meski La Bariosudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda untuk disidangkan dalam perkara peyerobotan tanah serta pemalsuan surat, tapi Polresta Samarinda tetap memonitor setiap perkembangannya.

La Bario sementara ini dipastikan polisi adalah "pemain" tunggal yang meraup keuntungan besar dari bisnis ilegalnya yang mengerjasamakan tanah milik warga serta Pemkot ke PT Lana Harita Indonesia (LHI), perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di wilayah Kecamatan Samarinda Utara.

"Untuk saat ini baru dia (La Bario, Red) tersangkanya. Yang kami tangani adalah tindak pidana menguasai lahan yang bukan miliknya dan dikerjasamakan untuk meraup keuntungan serta pemalsuan dokumen atas kepemilikan tanah," jelas Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto kepada Sapos.

Lokasi lahan yang diklaim La Bario sebagai pemiliknya dan dikerjasamakan dengan PT LHI, kabarnya sampai dengan saat ini masih terus digarap. Sebelumnya warga sebagai pemilik tanah berulang kali memaksa menghentikan kegiatan penambangan yang tetap dilakukan PT LHI meski lokasi tersebut bermasalah.

"Untuk lahan yang menjadi obyek masalah kami masih menunggu dari Pengadilan. Apakah itu nanti status quo kami akan amankan. Kalau untuk sementara ini kami hanya menangani apa yang dilakukan bersangkutan (La Bario)," tandasnya. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 14:00

Sehari Jadian, Rela Ditiduri

SAMARINDA. Meski hanya mengenyam pendidikan hingga bangku kelas VI sekolah…

Senin, 19 November 2018 15:35

Tragedi KM 27 Loa Janan

TENGGARONG. Laju trailer atau truk gandeng bernopol KT 8657 DC…

Senin, 19 November 2018 15:31

Murka Istri Mandi Bareng Sopir

SAMARINDA. Tuntas sudah jalinan cinta segitiga yang dilakoni Yosef Niron…

Minggu, 18 November 2018 15:47

Tikam Istri Lalu Tersenyum

SAMARINDA. Warga Jalan Jakarta, Gang H Oyon, Loa Bakung, Sungai…

Minggu, 18 November 2018 15:40

Mufakat Jahat Loloskan IUP Bermasalah

SAMARINDA. Selisi data Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara yang…

Sabtu, 17 November 2018 20:04

Ketua Dewan Dijebloskan ke Rutan

SAMARINDA. Dilaporkan karena diduga melakukan penggelapan, Ketua DPRD Samarinda Alphad…

Sabtu, 17 November 2018 19:59

210 IUP Diduga Tak Terdata di Pusat

SAMARINDA. Carut marut pengelolaan aktivitas pertambangan batu bara di Kaltim…

Jumat, 16 November 2018 11:45

Curiga, KPK Sidak Batu Bara di Mahakam

SAMARINDA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun gunung guna menelusuri dugaan…

Jumat, 16 November 2018 11:41

Rumah Sepasang Lansia Terus Bergerak

SAMARINDA. Sebuah rumah di Jalan KS Tubun terpaksa dikosongkan. Pergerakan…

Kamis, 15 November 2018 14:25

ABG Kabel Telkom Dijarah

SAMARINDA. Apes. Itulah yang dialami MR. ABG ini tertangkap saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .