MANAGED BY:
RABU
17 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 14 September 2018 23:26
Sopir Taksi Gelap Tabrak Tentara dan Polisi

Kejar-kejaran, Sopir Gelap Tabrak Pejalan Kaki

BONYOK. Toyota Avanza yang dikendarai Harisman mengalami rusak parah.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kamis kemarin (13/9) menjadi hari yang tak akan dilupa Zakaria (21). Ketika bermaksud pulang ke rumahnya, ia melihat Jahri, tergeletak di tengah Jalan Antasari. Pejalanan kaki itu ditabrak mobil Toyota Avanza biru KT 1090 KW sekitar pukul 06.20 Wita. Sebelum menabrak Jahri, mobil itu lebih dulu menabrak mobil Toyota Avanza putih KT 1480 KK yang terparkir di pinggir jalan.
Meski sadar menabrak pejalan kaki, Harisman (37), pengemudi mobil, tak peduli. Ia tetap tancap gas meninggalkan Jahri yang mengerang kesakitan karena patah pinggang.

Melihat sopir mobil yang merupakan warga Jalan Letjen Suprapto, RT 4, Balikpapan Baru Ulu itu tak bertanggungjawab, naluri Zakaria untuk mengejar pun timbul. Zakaria mengikuti mobil yang dikemudikan Harisman dengan dua penumpang di dalamnya ke arah Jalan Cendana. Di tengah pengejaran, Zakaria bertemu Polantas yang kemudian diminta bantuan mengejar dan menghentikan mobil Harisman yang mencoba kabur usai menabrak Jahri.

"Saya bilang, pak, tolong kejar. Mobil itu tabrak lari," tutur Zakaria seraya menirukan ucapannya ketika mengejar mobil Harisman. Bersama Polantas yang diberitahunya itu, Zakaria kembali melanjutkan pengejarannya hingga mobil yang dikemudikan Harisman masuk ke areal Masjid Islamic Center dan berputar-putar.Bukan hanya Zakaria dan Polantas itu saja yang mengejar. Sersan Kepala (Serka) Iraman, anggota Denpom VI/1 Samarinda yang mengendarai motor Yamaha Aerox warna biru KT 2365 BPP juga ikut mengejar setelah mengetahui Harisman adalah pelaku tabrak lari.

"Mobil itu dari Islamic Center kemudian keluar ke Jalan Slamet Riyadi. Saya lihat sudah ada beberapa polisi di pos (Markas Unit Patwal Satlantas Polresta Samarinda) yang menunggu untuk menghentikan. Tapi mobil itu tetap melaju," ujar Zakaria.
Sejumlah Polantas Unit Patwal pun ikut megejar mobil Harisman yang melaju ke arah Jembatan Mahakam. Brigpol Yudi S yang mengendarai Kawasaki Ninja 250 warna putih dengan nopol KT 5926 IC berkali-kali berusaha menghentikan namun tetap tak dihiraukan.

Mendekati Jembatan Mahakam sejumlah Polantas lainnya siap menghadang. Tapi lagi-lagi tak berhasil. Harisman berhasil lolos melintasi Jembatan Mahakam. Mendekati simpang Jalan Bung Tomo, dan Jalan Cipto Mangunkusumo dari arah Jembatan Mahakam, Harisman diduga bingung. Karena ketika itu Jalan Cipto Mangunkusumo macet. Ia pun memilih berbelok ke kiri ke Jalan Bung Tomo.
Zakaria, Iraman, Yudi dan seorang Polantas yakni Brigpol Agus terus mengejar lantaran Harisman masih enggan menghentikan laju mobilnya. Selama pengejaran dilakukan Polantas, sama sekali tak memberikan tembakan peringatan untuk menghentikan mobil Harisman.

Puncak pengejaran pun terjadi ketika mobil Harisman dipepet Yudi, yang berkali-kali berteriak agar berhenti. Namun Harisman tetap tak mau berhenti. Yudi lantas berusaha menghadang dengan mendahului ketika di Jalan Sultan Hasanuddin. Tapi nahas ia ditabrak Harisman yang tampaknya sudah gelap mata. Meski jatuh karena ditabrak, Yudi kembali bangkit. Melanjutkan pengejaran. Dekat dengan Pasar Inpres atau Baqa, bersamaan Yudi dan Iraman berusaha menghadang. Yudi dari arah kanan, sedangkan Iraman dari kiri.

Harisman tak peduli. Ia tetap melaju dan kembali menabrak tentara dan polisi itu. Yudi terpental ke kanan. Sedangkan Iraman beserta motornya ke kiri. Ketika Yudi terpental motornya tersangkut di bagian depan mobil Harisman yang tetap tak berhenti. Motor Yudi terseret sepanjang jalan hingga di dekat SD dan SMP Labaika Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Tapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir. Mobil yang dikemudikan akhirnya terhenti setelah mengalami pecah ban depan sebelah kiri.

Agus, Zakaria, Iraman dibantu anggota Brimob yang bantu mengejar akhirnya berhasil mengamankan Harisman. Dua penumpangnya yang syok lantaran nyaris tewas karena cara mengemudi Harisman yang tak wajar. Harisman rupanya hanyalah sopir taksi gelap. Ia membawa dua penumpangnya dari Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim) dengan tujuan Bandara Sepinggan Balikpapan.

Ketika berhasil dihentikan, warga yang melihat polisi dan tentara mengamankan Harisman langsung memassanya. Mobil Harisman dirusak dengan dilempari batu hingga hampir seluruh kacanya pecah. Menghindari hal-hal tak diinginkan Harisman beserta mobilnya diamankan di Polsek Samarinda Seberang. Akibat dimassa, wajah Harisman bonyok. Ia lantas dibawa ke markas Unit Lakalantas Satlantas Polresta Samarinda dengan kedua tangan diborgol.

Harisman berdalih ia ketakutan. Karena sebelum menabrak pejalan kaki di Jalan Antasari, ia lebih dulu menabrak mobil di kawasan Kebon Agung, Jalan DI Pandjaitan. "Saya ngantuk. Saya sempat tabrak mobil di situ (Kebon Agung). Kemudian seperti ada yang melempar dan mengejar mobil saya karena itu saya melaju," ucap Harisman.

Entah mobil apa yang ditabrak Harisman ketika itu. Ia yang panik melaju dari arah Jalan DI Padjaitan, melintasi Jalan PM Noor, Jalan AW Sjahranie, Jalan Juanda dan Jalan Antasari hingga kembali menabrak pejalan kaki. "Penumpang saya sudah menyuruh saya berhenti. Tapi saya takut berhenti," ujarnya dengan bibir yang bengkak karena bonyok dimassa. Karena kenekatan Harisman yang kabur usai menabrak pejalan kaki. Dua mobil rusak termasuk mobilnya dan dua motor juga rusak.

"Sedangkan korbannya ada tiga yakni pejalan kaki mengalami patah pinggang. Polisi mengalami lecet. Terkilir di bagian kaki kanan. Tentara juga mengalami lecet serta terkilir pada kaki kanan," terang Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Boney Wahyu Wicaksono, melalui Kanit Lakalantas, IPDA Henny Merdekawati. Harisman saat ini masih dimintai keterangan. Termasuk sejumlah saksi yang melihat mobil Harisman menabrak dan yang ikut melakukan pengejaran. "Pelaku masih kami amankan berikut dengan seluruh barang bukti yang terlibat dalam kecelakaan itu," pungkasnya. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 23:28

DBD Renggut Nyawa Anak di Palaran

SAMARINDA. Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merenggang nyawa. Hal ini dilaporkan oleh satu…

Senin, 15 Oktober 2018 22:48

Habib Umar Diisukan Diciduk Densus

SAMARINDA. Isu tak sedap menerpa kedatangan Guru Mulia Al'Alimul' Allaamah Al Arif Billah, Al Habib…

Senin, 15 Oktober 2018 22:39

"Gempa" di Loa Janan

SAMARINDA. Gempa 7,4 skala richter di Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu, seolah kembali…

Senin, 15 Oktober 2018 00:16

Isran “Haramkan” Antrean Panjang di SPBU

SAMARINDA. Belum sebulan pasca dilantik sebagai Gubernur Kaltim, Isran Noor mulai mereview kembali janji-janji…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:37

Penculik Anak Berkeliaran, Warga Samarinda Resah

SAMARINDA. Kabar penculikan anak di luar Samarinda membuat orangtua khususnya ibu rumah tangga (IRT)…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:35

Jaga Salat, Niscaya Musibah Diangkat

Kedatangan ulama besar asal Tarim, Hadramaut, Habib Umar Bin Hafidz di Samarinda menjadi magnet. Bak…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:09

Tak Tahan Tanah Terus Tergerak-gerak

Gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih menyimpan…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:47

Wanita Hamil Nyaris Dibakar

SAMARINDA. Usman tergolong pria yang sangat sadis. Dihadapan anak-anaknya, pria paruh baya itu nyaris…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:46

Berkat Batang Kayu, Berebut Keluar Kota Palu

TAK ada yang menyangka jika Kota Palu akan luluh lantak akibat gempa dan tsunami.  Termasuk belasan…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:16

“Banjir” Solar, Tulang Lutut Retak

SAMARINDA. Satu persatu pengendara motor berjatuhan ketika melintas di Jalan Cendana, tak jauh dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .