MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 11 September 2018 21:38
Nasib Masjid Itu di Tangan Wali Kota Samarinda

Forkopimda Minta Pembangunan Masjid di Kinibalu Distop

RAPAT BERSAMA. Permintaan penghentian proyek Masjid Pemprov dilontarkan saat rapat bersama.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sepakat meminta Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyetop proyek pembangunan Masjid Pemprov eks Lapangan Kinibalu. Sebab dari pengakuan warga, lurah, camat, perwakilan Pemkot Samarinda hingga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), proyek tersebut belum memiliki dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang menjadi syarat dimulainya pembangunan masjid senilai Rp 64 miliar tersebut.

Permintaan penghentian proyek pembangunan masjid yang dikerjakan PT Bangun Cipta Kontraktor (BCK), merupakan kesimpulan rapat bersama yang dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD Kaltim, warga sekitar Lapangan Kinibalu, FKUB Samarinda, lurah Kelurahan Jawa, camat Samarinda Ulu, perwakilan Polda Kaltim, perwakilan Pangdam Mulawarman, perwakilan Kejaksaan Tinggi, Senin (9/9) siang. Sayang, rapat tersebut tak satupun dari perwakilan Pemprov Kaltim meski Gubernur Kaltim Awang Faroek telah diundang.   

Rapat diawali dengan mendengarkan perwakilan warga yang juga pembina Gerakan Peduli Umat Islam, Anwar Balfas. Dia menyatakan kekecewaannya karena selama ini sudah mengikuti perintah pemerintah untuk taat aturan, namun faktanya pemprov telah melanggar aturan sendiri.  "Kami disuruh taat aturan, kami taat. Tapi kenapa justru pemerintah dalam hal ini Pemprov Kaltim yang tidak taat aturan, memaksakan pembangunan masjid yang tidak disertai IMB. Kami tegaskan, kami tidak menolak masjid, tapi lokasi yang digunakan," kata Balfas.

Ditambahkan warga lainnya yang juga Ketua Pemerhati Lingkungan dan Aliran Sungai (Pedas Kali) Ahmad Jayansyah, pihaknya sudah meminta penjelasan dari Sekkot Samarinda Sugeng Chairudin, Jaang hingga Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samarinda. Hasilnya, tak satupun menyatakan telah mengeluarkan IMB. Sehingga disebut Jaya--panggilan Ahmad Jayansyah—proyek tersebut sebagai proyek ilegal.

"Yang bikin kami miris, plang yang dibuat saat groundbreaking adalah IMB palsu. Saat ini pun ada nomor registrasi yang masih terpasang yang dikeluarkan PUPR, yang itu pun bukan kewenangan PUPR Kaltim," jelas Jaya.

Dengan demikian, menurut Balfas dan Jaya, proyek yang mulai dibangun pertengahan Mei tersebut harus dihentikan karena telah melanggar aturan pemerintah. Warga pun meminta aparat penegak hukum memproses pemalsuan IMB dan perusakan cagar budaya yang dilakukan Dinas PUPR dan kontraktor atas perintah Awang. 

"Kami juga minta dewan segera menghentikan pendaanaan proyek itu, termasuk pengawas bangunan dari Pemkot Samarinda harus membongkar dan menuntut pemulihan kembali Lapangan Kinibalu," tegas Balfas. Sementara itu, Lurah Kelurahan Jawa Idfi Septiani mengaku namanya telah dicatut karena sempat beredar kabar kalau dia dinyatakan mengeluarkan rekomendasi penerbitan IMB. Dia pun mengklarifikasi tidak pernah menyetujui rekomendasi IMB proyek tersebut. Adapun surat yang pernah dikeluarkan hanya surat administrasi pengantar untuk FKUB Samarinda.

"Memang pada 2017 lalu saya dan camat hadir rapat membicarakan proyek masjid ini. Tapi posisi kami waktu itu hanya mendengarkan, karena desain sudah ada. Pada 2018 ada musrenbang, dari RT 08 memang tidak ada usulan pembangunan masjid. Saya juga tidak pernah menyetujui rekomendasi pembangunan IMB, tidak pernah ada," terang Idfi yang diaminkan Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi.

Dilanjut Asisten Bina Intel Kejati Kaltim Josua, kejaksaan tidak pernah membackup proyek pemerintah. Hal ini diungkapnya menyusul terpampangnya plang Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) di lokasi proyek. Dia memastikan adanya plang tersebut untuk memastikan anggaran yang digunakan pemerintah tepat guna dan tepat sasaran.

"Kami sudah bahas ini bersama camat dan lurah juga. Waktu itu saya minta riwayat tanahnya tapi sampai saat ini tidak diserahkan ke kejaksaan. Bagi kami, sesuai aturan saja, selama tidak ada IMB pembangunan tidak boleh dilanjutkan," ungkapnya. Serupa dengan perwakilan Kejati Kaltim, Dir Intelkam Polda Kaltim Kombes Pol Wawan Muliawan juga menyatakan secara normatif harusnya sesuai dengan koridor hukum. Patokannya adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang Pembangunan Rumah Ibadah.

"Prinsipnya kami medukung kalau tidak melanggar ketentuan tapi faktanya kan syarat tidak dipenuhi," sambung Wawan. Disambung perwakilan Pangdam Mulawarman Priyanto Eko W,  pihaknya bertugas sebatas menjaga situasi dan kondisi kondusif sehingga tidak bisa terlalu dalam mencampuri masalah pembangunan masjid. Meski diakuinya Awang pernah bersurat ke Kodam untuk bantuan pengamanan proyek. "Memang pernah bersurat minta bantuan satu pleton tapi ditolak karena bukan tugasnya," lanjutnya.

Setelah mendengarkan kesaksian dari warga dan penjelasan berbagai pihak, Ketua DPRD Kaltim M Syahrun yang memimpin langsung rapat dengar pendapat tersebut berkesimpulan Forkopimda yang diisi unsur pimpinan lembaga tertinggi di Kaltim seperti Kejati, Pangdam, Polda dan DPRD Kaltim, memutuskan untuk merekomendasikan kepada Jaang untuk menegakkan aturan pada proyek masjid tersebut.

"Karena ini sudah masuk wilayah Kota Samarinda, kami minta wali kota menegakkan aturan (menyetop proyek, Red) di Masjid Kinibalu. Secepatnya setelah pertemuan ini kami akan bersurat ke Pak Jaang," tutup Syahrun. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 22:31

Lemah Pengawasan di SPBU, Ada Bisnis Curang BBM Bersubsidi

Penggunaan BBM bersubsidi sering kali tidak tepat sasaran. Perbuatan menjurus pelanggaran ini terjadi…

Kamis, 20 September 2018 22:27

Oknum Dewan Disebut Bodoh

SAMARINDA. Ketua Umum Gerindra disebut-sebut terkait gerakan 2019 ganti presiden. Mendengar pernyataan…

Kamis, 20 September 2018 22:24

Kampung Baqa Membara

SAMARINDA. Haji Amiruddin baru saja tiba di rumahnya di Jalan Sutra Kembang 2, RT 10 RW 2, Kelurahan…

Rabu, 19 September 2018 10:40

Pasang Internet, Tewas di Balkon

SAMARINDA. Seorang pekerja jaringan kabel Telkom, Agus Septian (35), tewas tersengat listrik Selasa…

Rabu, 19 September 2018 10:38

Bunuh Majikan saat Dibuatkan Makanan

BALIKPAPAN. Aksi penangkapan otak pelaku pembunuhan terhadap pasangan suami-istri, Wanto (45) dan istrinya…

Selasa, 18 September 2018 21:54

WARGA KESAL..!! Dua Pemuda Curi Beras, Motornya Dibakar

SAMARINDA. Seperti malam biasanya, Suwito (47) bertugas menjaga gedung SMPN 13 di Jalan Sukorejo, RT…

Sabtu, 15 September 2018 22:47

Kompor Meleduk, Warga Berhamburan

SAMARINDA. Suara sirine meraung-raung di seputaran Jalan Perum Idaman, Pelita 7, Kelurahan Sambutan,…

Jumat, 14 September 2018 23:30
La Bario, Lurah Berprestasi Tersangka Penyerobotan Lahan di Mata Atasan

Diduga Miliki KTP Palsu, Bangun Posyandu Tanpa Dana Pemerintah

Nama mantan Lurah Gunung Lingai, Saripudin La Bario mendadak viral. Ia ditangkap dengan status tersangka…

Jumat, 14 September 2018 23:27

Kebakaran Lahan, 2 Hari Api Tak Padam

SAMARINDA. Setidaknya 13 hektare lahan di Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan habis terbakar. Selain…

Jumat, 14 September 2018 23:26

Sopir Taksi Gelap Tabrak Tentara dan Polisi

SAMARINDA. Kamis kemarin (13/9) menjadi hari yang tak akan dilupa Zakaria (21). Ketika bermaksud pulang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .