MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 24 Agustus 2018 23:50
Di Rumah Bertengkar, di Kantor Ban Dikempesi
Sering Di-Bully, PNS Gantung Diri
Korban saat disemayamkan

PROKAL.CO,
SAMARINDA. Tidur nyenyak Warga Jalan KH Usman Ibrahim, Gang Buntu, Samarinda Ilir, terusik. Mereka dibuat gempar. Seorang wanita ditemukan tewas di lantai 2 rumahnya, Rabu (22/8).

Wanita bernama Rusminasari (36) itu ditemukan pertama kali oleh salah satu saudaranya, sekitar pukul 23.00 Wita. Posisi tubuhnya tergelantung menggunakan seutas kabel yang ujungnya terikat di plafon rumah.

Warga tidak menyangka Rusminasari berakhir dengan kondisi tragis. Sebelumnya, wanita berstatus pegawai Negeri Sipil (PNS) ini masih terlihat beraktivitas pada pagi hingga sore harinya. Informasi yang dihimpun, Ruminasari bekerja di Dinas Kominfo Samarinda. Namun keterangan yang dihimpun dari tempat kejadian tersebut belum dapat dipastikan. Begitu pula ketika ditelusuri di Dinas Kominfo Kaltim.

Berdasarkan penulusuran media ini, Rusminawati merupakan pegawai Kominfo Pusat yang bertugas di UPT Balai Monitoring. Alamat kantornya di Jalan Sultan Sulaiman, Kecamatan Sambutan. Nama lain dari instansi vertikal ini adalah Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas 1 Samarinda.

Sayang, upaya Sapos untuk mendapatkan konfirmasi di UPT Balai Monitoring tak berhasil dilakukan.  Ketua RT 16, M Kharis menjelaskan, sudah setahun ini Rusminasari mengalami depresi akibat beban hidup yang ditanggungnya. Rusminasari kerap terdengar bertengkar dengan keluarganya.

"Rusminasari merupakan tulang punggung keluarga, dia tinggal bertiga dengan adiknya. Kadang jika terjadi pertengkaran antar keluarga, saya dipanggil untuk menjadi penengah permasalahan itu," kata Kharis.

Permasalahan yang dihadapi Rusminasari bukan hanya sekadar pertengkaran antar keluarga. Di kantornya pun ia kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan lantaran sering dijahilin alias dibully rekan sekantornya. "Siang kemarin, adiknya masih melihat kakaknya itu di rumah. Nah, saat adiknya itu pulang malam itulah melihat Rusminasari sudah tergantung di lantai 2," kata Kharis.

"Menurut cerita adiknya, saat bekerja di kantor sering dikerjain teman sekantor. Kadang ban motor sering dikempesi. Pernah hendak berniat bunuh diri," ucap Kharis. Lanjut dia menjelaskan, korban dikenal sebagai sosok yang baik, bahkan saat korban belum alami depresi. Korban kerap membelikan makanan untuk warga sekitar rumahnya.

"Dia (korban) ini penopang hidup keluarga. Orangnya baik, dulu sering traktir warga di sini," ucapnya. Diduga akibat tumpukan beban hidup dan permasalahan yang kerap ia terima itulah, wanita lajang ini mengalami depresi berat dan memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Meski sempat terjadi tarik ulur, keluarga menolak Rusminasari dibawa ke rumah sakit lantaran kepolisian perlu melakukan visum. Meski demikian, akhirnya sekira pukul 23.55 Wita, jenazah Rusminasari dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Syachranie, menggunakan mobil ambulans PMI Kota Samarinda.

Kapolsek Samarinda Kota AKP Nur Kholis melalu Bhabinkamtibmas Kelurahan, Aipda Gunawan mengatakan, saat tiba di lokasi kejadian kondisi jasad Rusminasari sudah diturunkan pihak keluarga. “Kami datang kondisinya sudah dibaringkan diruang tengah. Dan menurut keterangan keluarga, Rusminasari ditemukan pertama kali tergelantung di lantai 2 rumah menggunkan seutas kabel melilit dilehernya,” singkat Gunadi. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .