MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 15 Agustus 2018 21:30
Rumah Kepsek Terbakar, Petugas Dilempar Batu

Dituding Lambat, Lima Bangunan Ludes

PANIK. Warga terlihat panik melihat kobaran api.

PROKAL.CO,
SAMARINDA. Sembari duduk menyaksikan tayangan televise, M Asri (40), menunggu pelanggan datang ke toko kecil air isi ulang miliknya di Jalan HB Suparno, RT 31, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, kemarin (14/8) pukul 12.30 Wita. Asri yang bersantai tiba-tiba mendengar teriakan kebakaran dari luar toko sekaligus rumahnya itu. Tanpa banyak berpikir, Asri bergegas keluar rumah untuk memastikan di mana kebarakan itu.

Asri tersentak kaget. Ternyata rumah yang terbakar itu hanya berada beberapa meter dari toko kecil miliknya. Tak peduli dengan harta benda miliknya, Asri bergegas membantu warga lainnya membuka pintu rolling door ruko milik Sudarman yang mulai terbakar. Butuh beberapa menit untuk membongkar gembok pintu besi yang tertutup rapat itu. Setelah pintu terbuka, Asri dan warga lainnya pun berusaha masuk. Tapi sayangnya niat itu urung dilakukan. Api telah membesar. Melahap seluruh bagian dalam rumah milik kepala sekolah (Kepsek) SDN 01 Palaran itu.

Setelah api membesar, tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Posko VI Palaran, Dinas Damkar Kota Samarinda tiba di lokasi kejadian. Upaya pemdaman pun dilakukan. Tapi usaha yang dilakukan petugas Damkar itu tak disambut baik warga. Karena api mulai merembet ke bangunan lainnya. Warga menyalahkan petugas Damkar lamban dalam bertindak. Tak pelak warga yang emosi melempari truk tangki Damkar dengan batu serta menarik-narik selang pemadam kebakaran.

Beruntung kericuhan di tengah kobaran api itu dapat diredam polisi Polsek Palaran yang sudah berjaga-jaga sejak awal dengan mengimbau warga untuk tidak berprilaku anarkis. Di tengah perjuagan Posko VI Palaran memadamkan api, bala bantuan pemadam kebakaran lainnya pun berdatangan. Setelah satu jam lebih, api akhirnya dapat dikuasai serta dipadamkan. Kepada Sapos, Asri menuturkan, api pertama kali terlihat dari lantai dua bagian belakang rumah Sudarman yang kebetulan kosong.

"Orangnya kerja dan istrinya juga kerja," tutur Asri. Ketika melihat ke bagian atas rumah Sudarman yang terbakar, Asri berpikir kebakaran itu disebabkan korsleting listrik. "Karena yang terbakar itu bagian atas dan asap tebal keluar dari celah-celah atap," ujar Asri yang baru tiga tahun membuka usaha air isi ulang. Disaat api berkobar Asri tak mendengar suara ledakan. Ia dan warga tak berani masuk ke dalam rumah Sudarman lebih jauh karena ketika itu aliran listrik masih menyala.

"Ketika pemadam datang aliran listrik juga masih menyala jadi kami tidak ada yang berani terlalu mendekat," ucap Asri. Mengenai sempat terjadi kericuhan ketika pemadam berusaha memadamkan api, dibenarkan Asri. "Tapi saya tidak menghiraukan hal itu. Karena saya sibuk berusaha bagaimana supaya toko saya tidak kena, namun ternyata juga kena," ujar Asri pasrah.

Koordinator Lapangan Posko VI Palaran Damkar Kota Samarinda, Juli Adi membebarkan, sempat terjadinya aksi pelemparan batu oleh warga ketika upaya pemadaman dilakukannya bersama sejumlah petugas pemadam kebakaran lainnya. "Kami menerima laporan pukul 12.30 Wita dan langsung meluncur ke TKP yang kebetulan tidak jauh dari posko kami. Kami akui ada masalah pada unit kami, tapi kami tetap berusaha keras agar api dapat diblokir sehingga tidak meluas," tutur Juli. Kebakaran itu sendiri menyebabkan 5 bangunan tunggal termasuk milik Sudarman, dan satu bangsal 6 pintu milik Gafur ludes dilalap api.

Sebanyak 7 kepala keluarga (KK) dan 16 jiwa kehilangan tempat tinggal, mereka terpaksa mengungsi ke rumah kerabat serta tempat-tempat yang disediakam sementara. Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, melalui Wakapolsek Palaran, AKP Mahmuddin menerangkan, jajarannya terutama Unit Reskrim sedang melakukan penyelidikam di lapangan. "Kami akan lakukan pemanggilan serta pemeriksaan saksi-saksi termasuk pemilik rumah yang diduga asal mula api yakni Sudarman," terang Mahmuddin.
Guna memudahkan penyelidikan apa yang menjadi penyebab kebakaran, polisi memasang garis polisi di depan rumah Sudarman.
"Untuk informasi awal saksi-saksi api bermula dari lantai dua bagian belakang rumah Sudarman yang kebetulan kosong karena pemiliknya bekerja," pungkasnya. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 14:02

6 Tahun Beroperasi Tanpa Izin

SAMARINDA. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda…

Selasa, 20 November 2018 14:00

Sehari Jadian, Rela Ditiduri

SAMARINDA. Meski hanya mengenyam pendidikan hingga bangku kelas VI sekolah…

Senin, 19 November 2018 15:35

Tragedi KM 27 Loa Janan

TENGGARONG. Laju trailer atau truk gandeng bernopol KT 8657 DC…

Senin, 19 November 2018 15:31

Murka Istri Mandi Bareng Sopir

SAMARINDA. Tuntas sudah jalinan cinta segitiga yang dilakoni Yosef Niron…

Minggu, 18 November 2018 15:47

Tikam Istri Lalu Tersenyum

SAMARINDA. Warga Jalan Jakarta, Gang H Oyon, Loa Bakung, Sungai…

Minggu, 18 November 2018 15:40

Mufakat Jahat Loloskan IUP Bermasalah

SAMARINDA. Selisi data Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara yang…

Sabtu, 17 November 2018 20:04

Ketua Dewan Dijebloskan ke Rutan

SAMARINDA. Dilaporkan karena diduga melakukan penggelapan, Ketua DPRD Samarinda Alphad…

Sabtu, 17 November 2018 19:59

210 IUP Diduga Tak Terdata di Pusat

SAMARINDA. Carut marut pengelolaan aktivitas pertambangan batu bara di Kaltim…

Jumat, 16 November 2018 11:45

Curiga, KPK Sidak Batu Bara di Mahakam

SAMARINDA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun gunung guna menelusuri dugaan…

Jumat, 16 November 2018 11:41

Rumah Sepasang Lansia Terus Bergerak

SAMARINDA. Sebuah rumah di Jalan KS Tubun terpaksa dikosongkan. Pergerakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .