MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 14 Agustus 2018 21:26
Pehobi Diajarkan Teknik Kultur Jaringan

Upaya Pelestarian Anggrek di Kaltim

PECINTA ANGGREK. Ketua PAIPAI Kaltim Surya Sili, ingin pengetahuan pecinta anggrek bertambah dengan mempelajari teknik kultur jaringan.

PROKAL.CO, Bunga anggrek cukup dikenal secara luas. Bunga dengan nama latin orchidaceae ini merupakan salah satu tanaman bunga dengan jenis terbanyak. Salah satunya anggrek hitam atau coelogyne pandurata yang menjadi maskot flora Kalimantan Timur.

WARNA yang cantik dan bentuknya yang eksotik membuat anggrek sangat digemari. Tak hanya kaum wanita, tetapi ada pula pria. Namun untuk pemeliharaan dan pelestarian anggrek ternyata memerlukan suatu teknik khusus. Kultur jaringan namanya. Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian tanaman yang ditanam pada media buatan secara aseptik hingga menjadi tanaman lengkap.

Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kaltim Surya Sili mengatakan, dengan kultur jaringan, perbanyakan tanaman anggrek bisa dilakukan dalam waktu relatif cepat dan jumlahnya mencapai ratusan.  “Kalau dengan metode konvensional, perbanyakannya lambat. Setahun hanya satu atau dua, tetapi dengan kultur jaringan bisa ratusan jumlahnya,” ujar Surya Sili disela pelatihan kultur jaringan yang berlangsung di Gedung Rahmad Hernadi Fakultas Pertanian Unmul kemarin (13/8).

Menurut Surya, keahlian teknik kultur jaringan ini hanya dimiliki orang-orang tertentu. Karena itu pihaknya bekerja sama dengan Faperta dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unmul, untuk meminta para pakar membagikan ilmu kultur jaringan kepada pecinta anggrek di Kaltim. Salah satu pemateri adalah Kepala Laboratorium Kultur Jaringan Faperta Ellok Dwi Sulichantini.

“Kalau yang serius pakai lab, tetapi hari ini kita coba pakai teknik yang lebih sederhana sehingga para pecinta anggrek dan ibu rumah tangga di rumah bisa melakukannya," jelasnya. Wakil Ketua PAI Kaltim Refrimen menambahkan, keunggulan kultur jaringan adalah bisa menghasilkan bibit secara massal dengan kualitas prima. Menurutnya kultur jaringan sudah lama dikembangkan di Kaltim. Bahkan terdapat sejumlah laboratorium kultur jaringan seperti milik Dinas Pertanian Kaltim, Unmul dan di Taman Anggrek Kersik Luway di Kutai Barat.

"Kita ingin kembangkan lab mini, sehingga pelestarian anggrek spesifik Kaltim cepat dilakukan," jelasnya. Refrimen menambahkan, anggrek merupakan tanaman hias dengan permintaan dan harga paling stabil dibanding tanaman hias lainnya. Bahkan saat ini cenderung meningkat. Salah satunya anggrek dendrobium yang beberapa tahun lalu harganya per pot hanya Rp 35 ribu, kini bisa mencapai Rp 70 ribu-Rp 100 ribu. "Tergantung warna, eksotika dan lainnya," tambahnya.

Pada momen-momen tertentu, lanjut Refrimen, bunga anggrek selalu habis sehingga pemilik toko selalu mendatangkan anggrek dari luar daerah. Karena itulah melalui pelatihan kultur jaringan yang diikuti 20 peserta tersebut dan berlangsung kemarin dan hari ini, para pecinta anggrek dapat memproduksi sendiri. Salah satu yang sudah bisa diproduksi adalah anggrek hitam. Untuk anggrek hitam sudah diproduksi dan dikembangkan secara kultur jaringan. "Yang dijual yang diproduksi, bukan dari alam langsung," pungkasnya.  
Para peserta pelatihan diberi materi tentang kultur jaringan secara umum. Kemudian diajarkan membuat media kultur jaringan, serta kunjungan ke laboratorium kultur jaringan. Selain teori, peserta juga akan melakukan praktik langsung mengenai sterilisasi alat, pembuatan media, penanaman biji dan praktik sub kultur anggrek.

loading...

BACA JUGA

Kamis, 22 November 2018 00:16

Pegawai Diwajibkan Bawa Tumbler

ADA pemandangan langka di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto,…

Rabu, 21 November 2018 01:09

Sehari Hadiri Tiga Maulid

BULAN Maulid Nabi atau peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW…

Rabu, 21 November 2018 01:07

Usulkan OPD Minim Struktur Kaya Fungsi

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengusulkan di 2019 kepada…

Rabu, 21 November 2018 01:06

“Mikiri Sosial Terus, Enggak Bakalan Jalan”

SAMARINDA. Rencana Pemkot Samarinda untuk menggairahkan kembali ekonomi di Citra…

Selasa, 20 November 2018 14:38

Ganggu Pandangan Pilot, Obstacle Dipangkas

SAMARINDA. Petugas dari Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto…

Selasa, 20 November 2018 14:32

Mahasiswa Tuntut Ratusan IUP Dicabut

Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap kondisi sumber…

Senin, 19 November 2018 21:36

Penanganan Difteri Diapresiasi WHO

SAMARINDA. Penanganan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri Kota Samarinda…

Senin, 19 November 2018 21:35

Diskominfo Samarinda Pengelola Website Terbaik 2018

SAMARINDA. Penghargaan semakin akrab dengan Dinas Kominfo Samarinda. Kali ini,…

Senin, 19 November 2018 16:19

Cegah Kebocoran, Bentuk Pos Terpadu

SAMARINDA. Kedatangan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo untuk…

Senin, 19 November 2018 16:15

Paving Block Rusak Diganti

SAMARINDA. Jalan lingkar di Taman Samarendah selama ini selalu menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .