MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 14 Agustus 2018 21:26
Pehobi Diajarkan Teknik Kultur Jaringan

Upaya Pelestarian Anggrek di Kaltim

PECINTA ANGGREK. Ketua PAIPAI Kaltim Surya Sili, ingin pengetahuan pecinta anggrek bertambah dengan mempelajari teknik kultur jaringan.

PROKAL.CO, Bunga anggrek cukup dikenal secara luas. Bunga dengan nama latin orchidaceae ini merupakan salah satu tanaman bunga dengan jenis terbanyak. Salah satunya anggrek hitam atau coelogyne pandurata yang menjadi maskot flora Kalimantan Timur.

WARNA yang cantik dan bentuknya yang eksotik membuat anggrek sangat digemari. Tak hanya kaum wanita, tetapi ada pula pria. Namun untuk pemeliharaan dan pelestarian anggrek ternyata memerlukan suatu teknik khusus. Kultur jaringan namanya. Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian tanaman yang ditanam pada media buatan secara aseptik hingga menjadi tanaman lengkap.

Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kaltim Surya Sili mengatakan, dengan kultur jaringan, perbanyakan tanaman anggrek bisa dilakukan dalam waktu relatif cepat dan jumlahnya mencapai ratusan.  “Kalau dengan metode konvensional, perbanyakannya lambat. Setahun hanya satu atau dua, tetapi dengan kultur jaringan bisa ratusan jumlahnya,” ujar Surya Sili disela pelatihan kultur jaringan yang berlangsung di Gedung Rahmad Hernadi Fakultas Pertanian Unmul kemarin (13/8).

Menurut Surya, keahlian teknik kultur jaringan ini hanya dimiliki orang-orang tertentu. Karena itu pihaknya bekerja sama dengan Faperta dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unmul, untuk meminta para pakar membagikan ilmu kultur jaringan kepada pecinta anggrek di Kaltim. Salah satu pemateri adalah Kepala Laboratorium Kultur Jaringan Faperta Ellok Dwi Sulichantini.

“Kalau yang serius pakai lab, tetapi hari ini kita coba pakai teknik yang lebih sederhana sehingga para pecinta anggrek dan ibu rumah tangga di rumah bisa melakukannya," jelasnya. Wakil Ketua PAI Kaltim Refrimen menambahkan, keunggulan kultur jaringan adalah bisa menghasilkan bibit secara massal dengan kualitas prima. Menurutnya kultur jaringan sudah lama dikembangkan di Kaltim. Bahkan terdapat sejumlah laboratorium kultur jaringan seperti milik Dinas Pertanian Kaltim, Unmul dan di Taman Anggrek Kersik Luway di Kutai Barat.

"Kita ingin kembangkan lab mini, sehingga pelestarian anggrek spesifik Kaltim cepat dilakukan," jelasnya. Refrimen menambahkan, anggrek merupakan tanaman hias dengan permintaan dan harga paling stabil dibanding tanaman hias lainnya. Bahkan saat ini cenderung meningkat. Salah satunya anggrek dendrobium yang beberapa tahun lalu harganya per pot hanya Rp 35 ribu, kini bisa mencapai Rp 70 ribu-Rp 100 ribu. "Tergantung warna, eksotika dan lainnya," tambahnya.

Pada momen-momen tertentu, lanjut Refrimen, bunga anggrek selalu habis sehingga pemilik toko selalu mendatangkan anggrek dari luar daerah. Karena itulah melalui pelatihan kultur jaringan yang diikuti 20 peserta tersebut dan berlangsung kemarin dan hari ini, para pecinta anggrek dapat memproduksi sendiri. Salah satu yang sudah bisa diproduksi adalah anggrek hitam. Untuk anggrek hitam sudah diproduksi dan dikembangkan secara kultur jaringan. "Yang dijual yang diproduksi, bukan dari alam langsung," pungkasnya.  
Para peserta pelatihan diberi materi tentang kultur jaringan secara umum. Kemudian diajarkan membuat media kultur jaringan, serta kunjungan ke laboratorium kultur jaringan. Selain teori, peserta juga akan melakukan praktik langsung mengenai sterilisasi alat, pembuatan media, penanaman biji dan praktik sub kultur anggrek.

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 01:03

Kampung KB Ubah Mindset Warga

PERAN Kampung Keluarga Berencana (KB) tidak bisa dianggap sebelah mata. Ya, lewat Kampung KB, tujuan…

Kamis, 20 September 2018 22:18

Tim Gabungan Tak Bekerja

SAMARINDA. Pemkot dinilai masih lemah menindak papan reklame yang ada di median jalan. Padahal, jauh…

Kamis, 20 September 2018 22:15

PAD Kaltim Berpotensi Bertambah Rp 400 M

SAMARINDA. Perjuangan Kaltim untuk bisa ikut mengelola participating interest (PI) di Blok Mahakam sudah…

Kamis, 20 September 2018 22:13

Terharu, Awang Kembalikan Fasilitas Negara

SAMARINDA. Tak ada jabatan yang abadi. Setelah berkuasa selama 10 tahun, Awang Faroek Ishak akhirnya…

Kamis, 20 September 2018 22:12

“Kami Tak Enak Menghentikan”

SAMARINDA. Penolakan terhadap proyek masjid yang dibangun Pemprov Kaltim di atas lapangan Kinibalu,…

Rabu, 19 September 2018 10:24

Dulu Kantongi Rp 4 Juta Per Bulan, Kini Hanya Rp 500 Ribu

Kasus hukum yang menjerat sang pimpinan Komura, Jafar Abdul Gaffar berdampak luas. Kehidupan ribuan…

Rabu, 19 September 2018 10:22

Siswa SMA 16 Ngungsi ke Perpustakaan Kota

SAMARINDA. Silang sengkarut persoalan pemindahan sekolah di Jalan Piano Kompleks Prevab berdampak ke…

Rabu, 19 September 2018 05:19

Sebelum Lepas Jabatan, Awang Tinjau Proyek

SAMARINDA. Hari ini Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak akan melepas jabatannya. Sebab besok (20/9) merupakan…

Selasa, 18 September 2018 21:35

Samarinda Aman dari Hotspot

SAMARINDA. Kebakaran lahan dalam beberapa hari ini kerap terjadi di Kota Samarinda. Meski demikian,…

Selasa, 18 September 2018 00:19

Samarinda Tertinggi Kota Potensial Pelayanan Publik

JAKARTA. Setelah 2016 lalu meraih penghargaan Indonesia Attractiveness Award (IAA) kategori Platinum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .