MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Senin, 13 Agustus 2018 21:20
ODGJ Perlu Diterima Masyarakat
HARUS DITANGANI. Salah satu ODGJ yang diamankan petugas di Jalan Lambung Mangkurat beberapa waktu lalu. ODGJ memerlukan perawatan intensif agar bisa sembuh dan kembali bersosialisasi di masyarakat.

PROKAL.CO, KEBERADAAN Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sering kali dipandang sebelah mata masyarakat. Padahal salah satu penyebab adanya ODGJ yang bertebaran di jalanan, karena kurangnya perhatian dari keluarga mereka.

Hal ini diungkapkan Kasi Mutu Asuhan Keperawatan dan Litbang Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada, Nurlinda Novi. Ia mengatakan penyebab gangguan jiwa diantaranya tidak seimbang antara pikiran, perasaan dan perilaku. “Itu gejala awal. Dan mereka yang mengalami gangguan memang sering berhalusinasi sehingga itulah yang membuat tingkah laku mereka tidak sinkron dengan pikiran,” ujar Novi.

Setelah itu, lanjutnya, seseorang bisa didiagnosa gangguan jiwa setelah diobservasi selama 14 hari. Namun, pihak RSJD Atma Husada hanya menangani ODGJ yang bersifat permanen, melalui program one day care. “Kami biasanya juga jemput bola. Contohnya ada pihak puskesmas yang memanggil karena mendapat ODGJ berkeliaran di jalan. Setelah itu kami datangi dan kami berikan pengarahan, kalau mereka masih bisa diarahkan, maka tidak akan dirawat inap," urainya.

Selebihnya jika seseorang dianggap mengalami gangguan jiwa, menurutnya, memang memerlukan asupan obat agar tidak mengganggu orang lain. Dibalik itu, ODGJ yang dirawat di Atma Husada juga diberikan pelatihan agar nantinya siap bersosialisasi di masyarakat. "Poin penting mereka mampu diterima baik oleh masyarakat, sehingga mereka mengembangkan produktivitasnya dan hidup dengan normal," jelasnya.

Novi juga mengakui sering menerima keluhan lantaran banyak masyarakat yang terganggu dengan ulah ODGJ. "Iya, bahkan belum lama ini ada ODGJ yang sampai membunuh. Tapi setelah diperiksa ternyata itu bukan pasien yang pernah kami rawat. Biasanya beberapa ODGJ itu mengamuk dan lepas kendali lantaran lepas pengobatan atau karena tidak mendapat perhatian dari keluarganya. Untuk itu kepedulian dari keluarga sangat diperlukan agar mereka juga bisa diterima masyarakat meskipun tidak akan sama. Minimal kehadirannya tidak dianggap mengganggu oleh masyarakat," tutupnya.

loading...

BACA JUGA

Kamis, 22 November 2018 00:16

Pegawai Diwajibkan Bawa Tumbler

ADA pemandangan langka di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto,…

Rabu, 21 November 2018 01:09

Sehari Hadiri Tiga Maulid

BULAN Maulid Nabi atau peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW…

Rabu, 21 November 2018 01:07

Usulkan OPD Minim Struktur Kaya Fungsi

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengusulkan di 2019 kepada…

Rabu, 21 November 2018 01:06

“Mikiri Sosial Terus, Enggak Bakalan Jalan”

SAMARINDA. Rencana Pemkot Samarinda untuk menggairahkan kembali ekonomi di Citra…

Selasa, 20 November 2018 14:38

Ganggu Pandangan Pilot, Obstacle Dipangkas

SAMARINDA. Petugas dari Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto…

Selasa, 20 November 2018 14:32

Mahasiswa Tuntut Ratusan IUP Dicabut

Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap kondisi sumber…

Senin, 19 November 2018 21:36

Penanganan Difteri Diapresiasi WHO

SAMARINDA. Penanganan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri Kota Samarinda…

Senin, 19 November 2018 21:35

Diskominfo Samarinda Pengelola Website Terbaik 2018

SAMARINDA. Penghargaan semakin akrab dengan Dinas Kominfo Samarinda. Kali ini,…

Senin, 19 November 2018 16:19

Cegah Kebocoran, Bentuk Pos Terpadu

SAMARINDA. Kedatangan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo untuk…

Senin, 19 November 2018 16:15

Paving Block Rusak Diganti

SAMARINDA. Jalan lingkar di Taman Samarendah selama ini selalu menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .