MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Minggu, 12 Agustus 2018 21:40
Adu Mulut Berujung Maut
Bosan Diintimidasi, Menikam, Lalu Serahkan Diri
MENYERAHKAN DIRI. Ambo Hamsah (kanan) diinterogasi polisi di Mapolsekta Sungai Kunjang usai membunuh Kiran, kemarin (11/8).

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kerap mendapat intimidasi membuat kesabaran Ambo Hamsah (23) mencapai puncak. Terdesak dengan serangan yang dilancarkan Sukiran alias Kiran (19), Ambo pun mencabut sebilah badik yang terselip di pinggang kirinya. Dua tebasan ke arah kepala dan satu tusukan di punggung, membuat Kiran roboh. Meski sempat mendapat perawatan rumah sakit. Nyawa Kiran tak dapat tertolong. Kiran akhirnya tewas.

Usai membunuh Kiran, dengan tanpa penyesalan Ambo kemudian menyerahkan diri ditemani warga menuju Mapolsek Sungai Kunjang. Sebilah badik sepanjang 30 centimeter yang ia gunakan untuk mencabut nyawa Kiran pun turut diserahkan kepada petugas sebagai barang bukti.

Ditemui di Mapolsek Sungai Kunjang, warga Jalan Ulin, Gang Untung, Sungai Kunjang ini menceritakan awal mula kejadian, kemarin (11/8). Saat itu sekitar pukul 08.30 Wita, ia sengaja berdiri di sebuah lahan kosong di sekitar Jalan Slamet Riyadi, Gang Gotong Royong 2, RT 31, Kelurahan Karang Asam, Kecamatan Sungai Kunjang. Dia berdiri dengan maksud menunggu rekan sekerjanya. Hamsah adalah buruh bangunan. Saat ini tengah mengerjakan perbaikan rumah di Gang Al Mujahiddin, Sungai Kunjang.

Sembari menungu, tak disangka Kiran yang sudah ia kenal sebelumnya melintas. Saat melihat Ambo, tanpa sebab yang jelas, Kiran berteriak sembari memaki. Kiran mengumpat dengan kata kotor. Tak sampai di situ, Kiran kemudian menantang Ambo untuk berkelahi. Teriakan Kiran membuat Hamsah yang pria berstatus duda naik pitam. “Saya berusaha sabar. Tapi malah diserang. Dijual, saya beli,” kata Ambo.

Di tengah serangan yang dilancarkan Kiran, sebilah badik yang sejak awal terselip di pinggang kiri Hamsah, dicabut dari sarungnya. Hamsah yang terbawa emosi berusaha menyerang balik dengan badik terhunus di tangan kanannya. Hamsah saat itu berniat untuk menikam Kiran di bagian leher. Namun meleset yang membuat Ambo langsung menyabetkan badik tersebut ke bagian kepala Kiran sebanyak dua kali.

Namun, bukannya tumbang, Kiran rupanya masih berontak. Kiran tetap melakukan perlawanan. Puncaknya, sebuah tusukan dihujamkan dan tepat mengenai punggung Kiran. Tak disangka, hujaman itu bukannya membuat perlawanan Kiran berakhir. Ia justru kembali mengamuk dan memaki Ambo. Geram lawannya tak segera tumbang, Ambo pun menekan lebih dalam badik yang sudah menancap itu.

Dengan luka di kepala akibat sabetan dan sebilah badik yang masih menancap di punggungnya, membuat perlawanan Kiran berakhir. Kiran berusaha kabur dengan berjalan sempoyongan sejauh dua ratus meter. Melihat hal itu warga sekitar sempat dibuat panik. Kiran dibopong ke salah satu rumah warga. Disitulah badik yang semula menancap berhasil di cabut.

Kiran, selanjutnya dibawa menuju Puskesmas terdekat. Selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Dirgahayu untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Namun saying. Nyawanya tak dapat diselamatkan. Kiran tewas dengan dua luka robek di kepala dan tikaman di punggung.

Pertikaian antara Hamsah dan Kiran bukan sekali itu terjadi. Menurut pengakuan Hamsah, dua hari sebelumnya, Kamis (9/8), Kiran juga sempat menyerang dirinya di lokasi yang sama. Kala itu, Hamsah yang tengah memperbaiki sepeda motor, tiba-tiba didatangi Kiran bersenjatakan balok.

“Saat itu kami memang sempat bersitegang. Cuma saya berusaha tenang dan menghindar. Saya peringatkan untuk tidak mengganggu saya. Bukan hanya saya, warga sekitar pun kerap dibuat resah dengan ulahnya yang kerap berbuat onar,” ucap Hamsah.

Untuk badik yang saat itu digunakannya, Hamsah menjelaskan, jika tidak setiap hari membawa senjata tajam itu. Namun memang badik itu telah dibawanya malam sebelum kejadian. Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol I Ketut Gede Suardana menjelaskan, setelah pelaku melakukan aksi tersebut, yang bersangkutan sempat pulang untuk mengganti baju. Lalu menyerahkan diri ke polisi sekitar pukul 10.00 Wita.

"Ambo menyerahkan diri dan langsung kita amankan. Saat ini masih menjalani pemeriksaan," kata Gede. Sejauh ini kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga saksi, termasuk mengamankan barang bukti badik yang digunakan menusuk korban. "Ada tiga saksi kita mintai keterangan. Hamsah kita jerat dengan pasal 340 KUHP Jo pasal 338 KHUP Sub pasal 351 ayat 3, lantaran perbuatannya melakukan penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya orang," pungkas Gede. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 14:00

Sehari Jadian, Rela Ditiduri

SAMARINDA. Meski hanya mengenyam pendidikan hingga bangku kelas VI sekolah…

Senin, 19 November 2018 15:35

Tragedi KM 27 Loa Janan

TENGGARONG. Laju trailer atau truk gandeng bernopol KT 8657 DC…

Senin, 19 November 2018 15:31

Murka Istri Mandi Bareng Sopir

SAMARINDA. Tuntas sudah jalinan cinta segitiga yang dilakoni Yosef Niron…

Minggu, 18 November 2018 15:47

Tikam Istri Lalu Tersenyum

SAMARINDA. Warga Jalan Jakarta, Gang H Oyon, Loa Bakung, Sungai…

Minggu, 18 November 2018 15:40

Mufakat Jahat Loloskan IUP Bermasalah

SAMARINDA. Selisi data Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara yang…

Sabtu, 17 November 2018 20:04

Ketua Dewan Dijebloskan ke Rutan

SAMARINDA. Dilaporkan karena diduga melakukan penggelapan, Ketua DPRD Samarinda Alphad…

Sabtu, 17 November 2018 19:59

210 IUP Diduga Tak Terdata di Pusat

SAMARINDA. Carut marut pengelolaan aktivitas pertambangan batu bara di Kaltim…

Jumat, 16 November 2018 11:45

Curiga, KPK Sidak Batu Bara di Mahakam

SAMARINDA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun gunung guna menelusuri dugaan…

Jumat, 16 November 2018 11:41

Rumah Sepasang Lansia Terus Bergerak

SAMARINDA. Sebuah rumah di Jalan KS Tubun terpaksa dikosongkan. Pergerakan…

Kamis, 15 November 2018 14:25

ABG Kabel Telkom Dijarah

SAMARINDA. Apes. Itulah yang dialami MR. ABG ini tertangkap saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .