MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Minggu, 12 Agustus 2018 21:33
Teror Hantu Kacak di Basuki Rahmat

Sepekan Gentayangan di Tempat Kejadian

BIKIN RESAH. AN pasrah saat diamankan aparat kepolisian.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Setelah sekian lama jarang terdengar, teror hantu kacak yang kerap meremas daerah intim wanita kembali terjadi. Kali ini, korbannya adalah para pengendara atau warga yang melintas di kawasan perempatan di  Jalan Basuki Rahmat, Samarinda Kota.
Pelaku hantu kacak sendiri belakangan diketahui seorang remaja penderita disabilitas atau keterbelakangan mental. Pelaku berinisial AN (14), warga Jalan AW Sjahranie, Samarinda Ulu. AN sejak sepekan terakhir kerap berada di perempatan itu. Terutama saat siang hingga sore hari.

Fernandi (15), seorang loper Koran, menuturkan kehadiran AN di perempatan itu kerap menimbulkan masalah. Hampir setiap pengendara dan warga yang melintas, khususnya wanita menjadi korban kejahilannya. ”Siang ini (kemarin, Red) mbak-mbak yang diremas payudaranya. Sampai menangis,” kata Fernandi, Sabtu (11/8). Apa yang dilakukan AN bukan pertama kali. Sehari sebelumnya seorang siswi SMA juga ikut menjadi korban. AN meremas bagian belakang daerah intim siswi tersebut. Selepas beraksi AN langsung kabur.

Tak hanya para wanita yang menjadi korbannya, loper koran yang berada di sekitar perempatan pun ikut dirugikan dengan kehadiran hantu kacak ini. Pasalnya, hampir sepekan terakhir. Mereka merugi lantaran kerap kehilangan koran dan juga uang hasil meloper. “Koran kami pun sering diambil. Jika tak dapat koran, uang hasil penjualan yang diambil. Setelah itu baru dia pergi,” kata Fernandi.

Melihat kondisi itu, sejumlah loper koran yang berada di perempatan itu bersepakat untuk menangkap AN. Alhasil, saat AN terlihat, sekitar pukul 18.30 Wita, secara beramai-ramai diringkus. Selanjutnya AN diserahkan kepada petugas kepolisian di Polsek Samarinda Kota.

Ditemui di Mapolsek, AN nampak berbicara sendiri. Segala pertanyaan yang ditujukan hanya dijawab seadanya. Malah terkadang tidak nyambung. Memastikan jika AN memang mengalami gangguan kejiwaan, polisi selanjutnya memanggil orangtuanya. “Orangtua AN sudah kita panggil. AN kita berikan pembinaan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Kepada orangtuanya juga kami berpesan agar selalu menjaga AN,” kata Kepala SPKT Polsek Samarinda Kota, Aiptu Nga Tohir.

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:15

Parit Baru 800 Meter di Bayur

<p>SAMARINDA. Jalan Padat Karya kawasan Bayur kini memiliki parit baru. Saat ini pembuatan parit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*