MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 10 Agustus 2018 22:51
Dua Kali Inkrah, Tetap Digusur

Eksekusi Empat Bangunan, 400 Aparat Gabungan Dikerahkan

DIEKSEKUSI. Bangunan semi permanen dibongkar dengan kawalan ratusan aparat gabungan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pagi di Jalan Mangkujenang, RT 24, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran sedikit berbeda, kemarin (9/8) pukul 09.00 Wita.
Sejak pagi 400 personel aparat gabungan TNI dan Polri bersenjata lengkap tampak berjaga-jaga di jalan tanah menuju lokasi lahan kosong yang berada di tepi Sungai Mahakam.
Tak berselang lama, sejumlah petugas jurusita dari Pengadilan Negeri (PN) Samarinda berdatangan. Mereka dipimpin Yanwitra, selaku Panitera PN Samarinda.
Tak hanya aparat gabungan serta petugas PN Samarinda saja. Mereka juga membawa alat berat eksavator dan tiga truk serta belasan buruh angkut.
Ya kedatangan mereka tak lain hendak menjalankan proses eksekusi pada lahan seluas 127.414 meter persegi dengan pemohon PT Budhi Inti Plywood Indonesia, yang diwakili Lim Gunardi Haryanto selaku direktur.
Dalam eksekusi lahan itu ada tujuh tergugat yang selama ini mengklaim sebagai pemilik sah. Tapi klaim itu bukan tanpa dasar yang jelas. Karena rupanya jauh sebelum PN Samarinda memenangkan PT Budhi Inti Plywood Indonesia serta menyatakan hasil putusan telah inkrah. Sebelumnya tergugat sudah dua kali menang dan dinyatakan inkrah.
Alhasil tergugat yang mengklaim memiliki hak atas tanah tersebut tetap bertahan di lokasi yang berjarak 5 kilometer dari jalan utama.
Sayang perlawanan itu tak sebanding dengan jumlah aparat gabungan yang diterjunkan. Usai jurusita PN Samarinda, Lukman membacakan surat penetapan eksekusi, sejumlah pemilik lahan hanya bisa menyaksikan.
Meski mengalah, pemilik lahan belum kalah. Mereka coba mempertanyakan kepada panitera PN Samarinda mengenai dua putusan inkrah yang lebih dulu mereka pegang.
"Jelas ini ada ketidakberesan pada hukum. Kami sudah dua kali inkrah pada 1997 dan 2014. Tapi kenapa putusan kami tiba-tiba ditindis dengan keputusan yang memenangkan perusahaan (PT Budhi Inti Plywood Indonesia)," tanya Iskandar, salah seorang pemilik lahan namun tidak masuk dalam daftar tergugat.
Iskandar menyatakan, surat tanah yang mereka pegang bukan hanya sebatas segel serta SPPT. Tapi sudah ditingkatkan menjadi sertifikat yang memiliki kekuatan hukum tetap.
"Nah, saya tadi mempertanyakan pada paniterannya untuk menunjukkan bukti HGB yang mereka punya. Saya mau minta kejelasan dimana patoknya, berapa ukuran dam luasnya sert sebagainya. Namun mereka tidak bisa menunjukkan dan langasung saja mengeksekusi," ujar Iskandar.
Karena merasa ada ketimpangan dalam hukum atas putusan yang dibacakan itu, Iskandar menyatakan pihaknya akan mengajukan peninjauan kembali (PK).
"Insya Allah kami akan banding. Kami akan pertanyakan mengenai putusan inkrah di atas putusan inkrah kami yang sudah dua kali diputuskan," jelas Iskandar.
Sementara itu, Yanwitra menjelaskan kedatangan mereka hanya untuk menjalankan proses eksekusi berdasarkan putusan Nomor: E.05.2018 jo Nomor : 91/Pdt.G/2014/PN.Smr.
"Jadi sejak 2014 lalu kami sudah mengimbau agar dilakukan pengosongan. Tapi faktanya tergugat masih menduduki obyek yang dieksekusi," terang Yanwitra.
Menurut Yanwitra, proses eksekusi sudah sesuai dengan lokasi yang disebutkan sesuai denah yang tertera dalam surat pemohon.
"Ada satu bangunan di depan yang dirubuhkan dan melakukan pemasangan papan pemberitahuan," ujarnya.
Sementara itu hingga pukul 12.00 Wita, ratusan aparat yang dikerahkan rupanya hanya melakukan pengamanan eksekusi empat bangunan saja. Itupun bukan bangunan tempat tinggal, melainkan posko tergugat dan sejumlah gudang penyimpanan alat-alat guna memperbaiki kapal.
"Situasi eksekusi sejauh ini berjalan aman dan lancar. Tidak ada perlawanan dari tergugat karena bangunan yang dirubuhkan bukan rumah atau tempat tinggal," tutup Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, melalui Wakapolresta, AKBP Dedi R yang memimpin ratusan personel gabungan dalam pengamanan proses eksekusi.

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 21:52

SAMARINDA PEDULI

Wali kota Samarinda Rp 20.000.000Diskominfo Kota Samarinda Rp 3.730.000Kecamatan Sungai Kunjang Rp 2.005.000DPMPTSP…

Jumat, 17 Agustus 2018 21:48

Sekolah Diserang, Siswi Histeris

SAMARINDA. Bukannya menuntut ilmu, dua kubu pelajar dari sekolah menengah kejuruan (SMK) yang berbeda,…

Jumat, 17 Agustus 2018 21:47

38 Koruptor Nikmati Remisi

Kebahagiaan menyambut kemerdekaan ke-73 RI juga dirasakan warga binaan Klas II Samarinda. 5144 warga…

Jumat, 17 Agustus 2018 21:45

Jual Miras, Nav Karaoke Disegel

SAMARINDA. Dua tempat karaoke keluarga di Kota Samarinda disegel dan ditempeli stiker bertuliskan “Dalam…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:11

Jaringan Narkoba Anak-anak Dibongkar

SAMARINDA. Bandar narkoba seolah tak pernah kehabisan cara untuk mengelabui petugas. Di Samarinda, praktik…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:11

Duar!!! Ledakan di Depan Polres

SAMARINDA. Suara keras ledakan disertai kepulan asap hitam membubung tinggi di tepi Sungai Mahakam,…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:32

Warga Ngamuk di Proyek Masjid Kinibalu

SAMARINDA. Pagi-pagi, warga Kelurahan Jawa mengamuk, Selasa (15/8). Mereka kesal lantaran proyek Masjid…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:30

Rumah Kepsek Terbakar, Petugas Dilempar Batu

SAMARINDA. Sembari duduk menyaksikan tayangan televise, M Asri (40), menunggu pelanggan datang ke toko…

Selasa, 14 Agustus 2018 21:47

SAMARINDA PEDULI

Wali kota Samarinda Rp 20.000.000Diskominfo Kota Samarinda Rp 3.650.000Kecamatan Sungai Kunjang Rp 2.005.000DPMPTSP…

Selasa, 14 Agustus 2018 21:43

Dilema Pensiun Dini dan Pengunduran Diri

SAMARINDA. Ada dilema bagi seorang PNS jika mengundurkan diri. Ia akan kehilangan dana pensiun seumur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .