MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 10 Agustus 2018 22:51
Dua Kali Inkrah, Tetap Digusur

Eksekusi Empat Bangunan, 400 Aparat Gabungan Dikerahkan

DIEKSEKUSI. Bangunan semi permanen dibongkar dengan kawalan ratusan aparat gabungan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pagi di Jalan Mangkujenang, RT 24, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran sedikit berbeda, kemarin (9/8) pukul 09.00 Wita.
Sejak pagi 400 personel aparat gabungan TNI dan Polri bersenjata lengkap tampak berjaga-jaga di jalan tanah menuju lokasi lahan kosong yang berada di tepi Sungai Mahakam.
Tak berselang lama, sejumlah petugas jurusita dari Pengadilan Negeri (PN) Samarinda berdatangan. Mereka dipimpin Yanwitra, selaku Panitera PN Samarinda.
Tak hanya aparat gabungan serta petugas PN Samarinda saja. Mereka juga membawa alat berat eksavator dan tiga truk serta belasan buruh angkut.
Ya kedatangan mereka tak lain hendak menjalankan proses eksekusi pada lahan seluas 127.414 meter persegi dengan pemohon PT Budhi Inti Plywood Indonesia, yang diwakili Lim Gunardi Haryanto selaku direktur.
Dalam eksekusi lahan itu ada tujuh tergugat yang selama ini mengklaim sebagai pemilik sah. Tapi klaim itu bukan tanpa dasar yang jelas. Karena rupanya jauh sebelum PN Samarinda memenangkan PT Budhi Inti Plywood Indonesia serta menyatakan hasil putusan telah inkrah. Sebelumnya tergugat sudah dua kali menang dan dinyatakan inkrah.
Alhasil tergugat yang mengklaim memiliki hak atas tanah tersebut tetap bertahan di lokasi yang berjarak 5 kilometer dari jalan utama.
Sayang perlawanan itu tak sebanding dengan jumlah aparat gabungan yang diterjunkan. Usai jurusita PN Samarinda, Lukman membacakan surat penetapan eksekusi, sejumlah pemilik lahan hanya bisa menyaksikan.
Meski mengalah, pemilik lahan belum kalah. Mereka coba mempertanyakan kepada panitera PN Samarinda mengenai dua putusan inkrah yang lebih dulu mereka pegang.
"Jelas ini ada ketidakberesan pada hukum. Kami sudah dua kali inkrah pada 1997 dan 2014. Tapi kenapa putusan kami tiba-tiba ditindis dengan keputusan yang memenangkan perusahaan (PT Budhi Inti Plywood Indonesia)," tanya Iskandar, salah seorang pemilik lahan namun tidak masuk dalam daftar tergugat.
Iskandar menyatakan, surat tanah yang mereka pegang bukan hanya sebatas segel serta SPPT. Tapi sudah ditingkatkan menjadi sertifikat yang memiliki kekuatan hukum tetap.
"Nah, saya tadi mempertanyakan pada paniterannya untuk menunjukkan bukti HGB yang mereka punya. Saya mau minta kejelasan dimana patoknya, berapa ukuran dam luasnya sert sebagainya. Namun mereka tidak bisa menunjukkan dan langasung saja mengeksekusi," ujar Iskandar.
Karena merasa ada ketimpangan dalam hukum atas putusan yang dibacakan itu, Iskandar menyatakan pihaknya akan mengajukan peninjauan kembali (PK).
"Insya Allah kami akan banding. Kami akan pertanyakan mengenai putusan inkrah di atas putusan inkrah kami yang sudah dua kali diputuskan," jelas Iskandar.
Sementara itu, Yanwitra menjelaskan kedatangan mereka hanya untuk menjalankan proses eksekusi berdasarkan putusan Nomor: E.05.2018 jo Nomor : 91/Pdt.G/2014/PN.Smr.
"Jadi sejak 2014 lalu kami sudah mengimbau agar dilakukan pengosongan. Tapi faktanya tergugat masih menduduki obyek yang dieksekusi," terang Yanwitra.
Menurut Yanwitra, proses eksekusi sudah sesuai dengan lokasi yang disebutkan sesuai denah yang tertera dalam surat pemohon.
"Ada satu bangunan di depan yang dirubuhkan dan melakukan pemasangan papan pemberitahuan," ujarnya.
Sementara itu hingga pukul 12.00 Wita, ratusan aparat yang dikerahkan rupanya hanya melakukan pengamanan eksekusi empat bangunan saja. Itupun bukan bangunan tempat tinggal, melainkan posko tergugat dan sejumlah gudang penyimpanan alat-alat guna memperbaiki kapal.
"Situasi eksekusi sejauh ini berjalan aman dan lancar. Tidak ada perlawanan dari tergugat karena bangunan yang dirubuhkan bukan rumah atau tempat tinggal," tutup Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, melalui Wakapolresta, AKBP Dedi R yang memimpin ratusan personel gabungan dalam pengamanan proses eksekusi.

loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 12:22

Rp 14 Juta Ditemukan di Ember

SAMARINDA. Kawasan Gang Pulau Indah, yang terletak di Jalan DI…

Senin, 10 Desember 2018 12:14

Diterpa Isu Suap

“Semua sudah terjadi. Kita kalah dengan tim yang berjuang habis-habisan.…

Minggu, 09 Desember 2018 14:43

Tak Selamat di Gunung Keramat

SAMARINDA. Sejak di tanjakan Gunung Manggah, Jalan Otto Iskandardinata, truk…

Minggu, 09 Desember 2018 13:49

Oknum PNS Dinsos Bonyok

SAMARINDA. Urat malu Hidayat Firdaus (36), sepertinya sudah putus. Tak…

Sabtu, 08 Desember 2018 12:59

Berebut Beri Nama Anak, Istri Dihajar

SAMARINDA. Perselingkuhan dan ekonomi biasanya menjadi pemicu terhadinya kekerasan dalam…

Kamis, 29 November 2018 17:23

Mayat Berdarah Mengapung SKM

SAMARINDA. Warga dan siswa SMPN 21 di Jalan Tongkol, Samarinda…

Rabu, 28 November 2018 14:11

Kantor Aktivis Diserang

SAMARINDA. Aktivis lingkungan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim kembali…

Selasa, 27 November 2018 16:04

Sekap Polisi, 9 Tahanan Kabur

SAMARINDA. Peristiwa kaburnya 4 tahanan di Polsek Samarinda Ulu, Jumat…

Senin, 26 November 2018 20:49

Curi Motor, Fitnah Sahabat

SAMARINDA. Meski dihadapkan dengan polisi, tapi Ivan Patisina tetap tak…

Senin, 26 November 2018 20:46

Hidup di Bontang, Nakal di Samarinda

SAMARINDA. Polres Bontang menjadikan Yusuf alias Ucup (33), warga Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .