MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 10 Agustus 2018 22:51
Dua Kali Inkrah, Tetap Digusur

Eksekusi Empat Bangunan, 400 Aparat Gabungan Dikerahkan

DIEKSEKUSI. Bangunan semi permanen dibongkar dengan kawalan ratusan aparat gabungan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pagi di Jalan Mangkujenang, RT 24, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran sedikit berbeda, kemarin (9/8) pukul 09.00 Wita.
Sejak pagi 400 personel aparat gabungan TNI dan Polri bersenjata lengkap tampak berjaga-jaga di jalan tanah menuju lokasi lahan kosong yang berada di tepi Sungai Mahakam.
Tak berselang lama, sejumlah petugas jurusita dari Pengadilan Negeri (PN) Samarinda berdatangan. Mereka dipimpin Yanwitra, selaku Panitera PN Samarinda.
Tak hanya aparat gabungan serta petugas PN Samarinda saja. Mereka juga membawa alat berat eksavator dan tiga truk serta belasan buruh angkut.
Ya kedatangan mereka tak lain hendak menjalankan proses eksekusi pada lahan seluas 127.414 meter persegi dengan pemohon PT Budhi Inti Plywood Indonesia, yang diwakili Lim Gunardi Haryanto selaku direktur.
Dalam eksekusi lahan itu ada tujuh tergugat yang selama ini mengklaim sebagai pemilik sah. Tapi klaim itu bukan tanpa dasar yang jelas. Karena rupanya jauh sebelum PN Samarinda memenangkan PT Budhi Inti Plywood Indonesia serta menyatakan hasil putusan telah inkrah. Sebelumnya tergugat sudah dua kali menang dan dinyatakan inkrah.
Alhasil tergugat yang mengklaim memiliki hak atas tanah tersebut tetap bertahan di lokasi yang berjarak 5 kilometer dari jalan utama.
Sayang perlawanan itu tak sebanding dengan jumlah aparat gabungan yang diterjunkan. Usai jurusita PN Samarinda, Lukman membacakan surat penetapan eksekusi, sejumlah pemilik lahan hanya bisa menyaksikan.
Meski mengalah, pemilik lahan belum kalah. Mereka coba mempertanyakan kepada panitera PN Samarinda mengenai dua putusan inkrah yang lebih dulu mereka pegang.
"Jelas ini ada ketidakberesan pada hukum. Kami sudah dua kali inkrah pada 1997 dan 2014. Tapi kenapa putusan kami tiba-tiba ditindis dengan keputusan yang memenangkan perusahaan (PT Budhi Inti Plywood Indonesia)," tanya Iskandar, salah seorang pemilik lahan namun tidak masuk dalam daftar tergugat.
Iskandar menyatakan, surat tanah yang mereka pegang bukan hanya sebatas segel serta SPPT. Tapi sudah ditingkatkan menjadi sertifikat yang memiliki kekuatan hukum tetap.
"Nah, saya tadi mempertanyakan pada paniterannya untuk menunjukkan bukti HGB yang mereka punya. Saya mau minta kejelasan dimana patoknya, berapa ukuran dam luasnya sert sebagainya. Namun mereka tidak bisa menunjukkan dan langasung saja mengeksekusi," ujar Iskandar.
Karena merasa ada ketimpangan dalam hukum atas putusan yang dibacakan itu, Iskandar menyatakan pihaknya akan mengajukan peninjauan kembali (PK).
"Insya Allah kami akan banding. Kami akan pertanyakan mengenai putusan inkrah di atas putusan inkrah kami yang sudah dua kali diputuskan," jelas Iskandar.
Sementara itu, Yanwitra menjelaskan kedatangan mereka hanya untuk menjalankan proses eksekusi berdasarkan putusan Nomor: E.05.2018 jo Nomor : 91/Pdt.G/2014/PN.Smr.
"Jadi sejak 2014 lalu kami sudah mengimbau agar dilakukan pengosongan. Tapi faktanya tergugat masih menduduki obyek yang dieksekusi," terang Yanwitra.
Menurut Yanwitra, proses eksekusi sudah sesuai dengan lokasi yang disebutkan sesuai denah yang tertera dalam surat pemohon.
"Ada satu bangunan di depan yang dirubuhkan dan melakukan pemasangan papan pemberitahuan," ujarnya.
Sementara itu hingga pukul 12.00 Wita, ratusan aparat yang dikerahkan rupanya hanya melakukan pengamanan eksekusi empat bangunan saja. Itupun bukan bangunan tempat tinggal, melainkan posko tergugat dan sejumlah gudang penyimpanan alat-alat guna memperbaiki kapal.
"Situasi eksekusi sejauh ini berjalan aman dan lancar. Tidak ada perlawanan dari tergugat karena bangunan yang dirubuhkan bukan rumah atau tempat tinggal," tutup Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto, melalui Wakapolresta, AKBP Dedi R yang memimpin ratusan personel gabungan dalam pengamanan proses eksekusi.

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 23:05

Sumber Api dari Kamar Mesin

SAMARINDA. Sejumlah pekerja di areal galangan kapal PT Niaga Baru di RT 6, Kelurahan Bukuan, Kecamatan…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:28

DBD Renggut Nyawa Anak di Palaran

SAMARINDA. Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merenggang nyawa. Hal ini dilaporkan oleh satu…

Senin, 15 Oktober 2018 22:48

Habib Umar Diisukan Diciduk Densus

SAMARINDA. Isu tak sedap menerpa kedatangan Guru Mulia Al'Alimul' Allaamah Al Arif Billah, Al Habib…

Senin, 15 Oktober 2018 22:39

"Gempa" di Loa Janan

SAMARINDA. Gempa 7,4 skala richter di Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu, seolah kembali…

Senin, 15 Oktober 2018 00:16

Isran “Haramkan” Antrean Panjang di SPBU

SAMARINDA. Belum sebulan pasca dilantik sebagai Gubernur Kaltim, Isran Noor mulai mereview kembali janji-janji…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:37

Penculik Anak Berkeliaran, Warga Samarinda Resah

SAMARINDA. Kabar penculikan anak di luar Samarinda membuat orangtua khususnya ibu rumah tangga (IRT)…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:35

Jaga Salat, Niscaya Musibah Diangkat

Kedatangan ulama besar asal Tarim, Hadramaut, Habib Umar Bin Hafidz di Samarinda menjadi magnet. Bak…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:09

Tak Tahan Tanah Terus Tergerak-gerak

Gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih menyimpan…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:47

Wanita Hamil Nyaris Dibakar

SAMARINDA. Usman tergolong pria yang sangat sadis. Dihadapan anak-anaknya, pria paruh baya itu nyaris…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:46

Berkat Batang Kayu, Berebut Keluar Kota Palu

TAK ada yang menyangka jika Kota Palu akan luluh lantak akibat gempa dan tsunami.  Termasuk belasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .