MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Jumat, 10 Agustus 2018 23:53
Flyover Air Hitam Harus Diselidiki

Sisi Jalan AW Sjahranie Dianggap Gagal Konstruksi

TERUS DISOROT. Konstruksi jalan pendekat flyover Air Hitam sisi Jalan AW Sjahranie diragukan lantaran ambles dan retak.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pembangunan flyover semestinya menjadi solusi atas kemacetan yang sering terjadi di simpang Air Hitam. Seiring berjalannya waktu jembatan layang ini justru mengalami penurunan hingga terjadi keretakan pada dinding jembatan, khususnya di Jalan AW Sjahranie. Menanggapi hal ini akademisi dari Politeknik Negeri Samarinda Sunarto meminta agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota untuk segera melakukan kajian.
“Harus dilakukan observasi dan investigasi seberapa kuat beban lateral. Beban itu ada dua pertama beban horizontal. Bisa terjadi dalam bangunan gedung akibat tekanan angin, dalam bangunan jembatan,  gangguan beban lateral bisa berasal dari  gempa. Atau bisa juga beban vertikal yang terdistribusi secara horizontal dari kendaraan besar seperti tronton yang rutin melintas juga berpotensi mendistribusikan beban lateral,” kata Sunarto.
Lanjutnya, jika dikembalikan pada  konstruksi jembatan itu, maka konstruksi dikatakan memiliki potensi gagal ke arah horizontal. Dengan kondisi seperti ini, konstruksi tetap dianggap gagal, karena pelat injak (bagian yang dipasang di antara jalan pendekat dan kepala jembatan) memiliki jarak dan bisa patah.
“Tapi sekali lagi perlu dilakukan kajian akademik agar dapat diantisipasi. Setidaknya mengurangi histeria publik yang awam tentang struktur jembatan, karena masyarakat sudah membayar pajak dan harus memperoleh jaminan keamanan dari fasilitas publik yang dibangun,” tegasnya.
Selain Sunarto, akademisi dari Fakultas Teknik Unmul, Tiopan Henry Manto Gultom juga sepakat menyebut ada kegagalan dalam konstruksi flyover, khususnya dari sisi Jalan AW Sjaharanie.
“Kalau dari segi fungsinya memang masih bisa berfungsi. Namun tetap saja secara konstruksi itu gagal, kalau dari instansi menyebut sisi Jalan AWS itu lahannya lunak,” tegas Tiopan.
Meski demikian sejak tahun 1976 silam, ia mengingat bahwa lokasi di Jalan AW Sjaharanie sebenarnya terdapat bukit sebelum mengalami perubahan saat ini.
“Jadi di lokasi persimpangan air hitam (lokasi bentang tengah) itu berupa bukit kecil yang nyambung ke bukit yang ada di Jalan Letjen Suprapto, bahkan hingga ke Jalan Kadrie Oening. Jadi saya juga mempertanyakan apakah benar lahan di sisi itu benar-benar lunak. Lebih baik ada kajian teknis secara detail dulu mengenai hal ini,” urainya.
Tak hanya itu ia juga menyarankan jika tidak ada urukan di bawah jembatan sisi AW Syaharanie, lebih baik dijadikan sebagai lahan terbuka.
“Tapi kalau memang itu tanah urukan, lebih baik segera ditangani. Jangan sampai membuat jarak yang begitu besar hingga menimbulkan keretakan dan bisa berdampak jebol,” pungkasnya.

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .