MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 09 Agustus 2018 23:04
WOW...LAGI LAGI WOW...!! Gubernur Ancam Turunkan Tentara 1 Batalion

Halangi Pembangunan Masjid, Sebut Aksi Premanisme

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kontroversi pembangunan Masjid Pemprov Kaltim belum selesai. Namun Gubernur Kaltim Awang Faroek menegaskan kepada kontraktor dan Dinas PU Kaltim untuk segera melanjutkan pembangunan masjid di eks Lapangan Kinibalu tersebut.  

Untuk memastikan proyek senilai Rp 64,8 miliar tersebut tetap berjalan, Awang ditemani Kepala Dinas PU Kaltim M Taufik, Kepala Satpol PP Gede Yusa, Kepala Cabang Kontraktor PT Bangun Cipta Kaltim (BCK) Rizal Hartanto, meninjau lokasi pembangunan masjid, Rabu (8/8) siang. Belum ada aktivitas pembangunan. Namun alat berat dan material terlihat sudah memenuhi sekitar masjid yang pembangunannya sudah mencapai 21 persen.

Kepada media, Awang membeber ada oknum atau aktor intelektual yang menggerakkan warga untuk menolak pembangunan masjid tersebut. Aktor yang sama juga menggerakkan untuk penolakan pembangunan hotel syariah di samping Islamic Centre. Namun Awang enggak menyebut siapa nama yang dimaksud.

“Lanjutkan aja. Kalau kemarin sempat berhenti, hari ini saya tegaskan lanjutkan. Hari ini terang benderang, silakan lanjutkan pembangunannya,” tegas Awang.

Awang bahkan menyebut oknum warga yang menggelar demo menolak pembangunan masjid sehingga para pekerja berhenti itu sebagai tindakan premanisme. Awang pun tak segan menggerakkan polisi bahkan tentara untuk melawan preman yang dimaksud jika proyek tersebut kembali dihentikan. “Kita tidak boleh kalah dengan preman. Preman lawannya polisi. Kalau polisi tidak sanggup, lawannya tentara. Kalau enggak cukup satu pleton, kita kirim satu kompi, kalau tidak cukup kita gerakkan satu batalion,” ungkap Awang geram.  

Di tempat yang sama, Rizal Hartanto tetap optimistis proyek masjid tetap bisa selesai tepat waktu, meski hingga kini belum dilanjutkan. Diakuinya, saat warga mengelar demonstrasi, kontraktor sedang mengejar batas waktu pekerjaan. “Kami tetap optimis Desember awal selesai. Kami sudah diyakinkan PU kalau IMB sudah ada makanya kami teken kontrak dan bekerja. Sebenarnya saat demo itu kami lagi gencar gencarnya membangun kejar target,” bebernya.

Namun diakuinya pembangunan masjid tak akan selesai 100 persen. Pasalnya untuk kontrak yang dia kerjakan hanya penyelesaian bangunan masjid, tempat tinggal imam dan tempat berwudhu. “Yang penting bisa ditempati untuk salat dulu. Target kami itu,” ucapnya.
Sebelumnya, pembangunan masjid Pemprov Kaltim terhenti lantaran Warga Kelurahan Jawa dan Kelurahan Bugis dari RT 07 hingga 14, menggelar demo kemarin Rabu (1/8), pekan lalu.

Yoyok, salah satu orator dengan lantang mengatakan seluruh ketua RT di sekitar proyek tak pernah menandatangani persetujuan pembangunan masjid. Padahal, katanya, untuk membangun masjid juga diperlukan izin dari warga sekitar sebagai syarat mendapatkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemkot Samarinda.

Namun hingga tiang bangunan berdiri, warga di sana tak pernah diminta persetujuan. Memang sebelumnya ada yang meminta tanda tangan penolakan pembangunan masjid. Namun belakangan kop surat tersebut berubah menjadi persetujuan. Hal inilah yang memicu kecurigaan warga sekitar jika tanda tangan mereka telah dimanipulasi.

“Tanda tangan per tanggal 27 November 2017 itu tanda tangan penolakan. Tapi yang muncul justru persetujuan. Kami menuntut agar diungkap siapa yang menipu gubernur dengan memalsukan tanda tangan warga,” teriak Yoyok.

Hal lain, Lapangan Kinibalu juga disebutnya telah berubah menjadi salah satu cagar budaya Kaltim yang teregistrasi. Sebagai cagar budaya, maka siapapun yang merusaknya telah melanggar aturan. Belum lagi banyaknya nilai sejarah yang telah ditorehkan di Lapangan Kinibalu sehingga warga berkesimpulan proyek tersebut terkesan sangat dipaksakan.

“Kami menuntut agar proyek ini dihentikan dan dikembalikan fungsinya sebagai cagar budaya dan sarana olahraga,” tegasnya.
Yoyok bersama orator lainnya, Samsuni, mengaku telah bertemu dengan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Ahmad Maulana, untuk menanyakan soal IMB proyek tersebut. Hasilnya nihil, pemkot disebut tak pernah mengeluarkan izin bangunan masjid itu.

“Kami minta Satpol PP tegakkan sendiri aturan yang sudah dibuatnya. Mereka ini penegak peraturan daerah jadi sudah seharusnya melaksanakan tugasnya,” pinta Samsuni.

Setelah itu warga dipertemukan dengan perwakilan pemprov di Lantai 5, Kantor Gubernur. Sekitar 10 orang perwakilan warga diterima Asisten I Muhammad Sa’bani yang ditemani Ketua Panitia Pembangunan Masjid Pemprov Kaltim Sayid Alwi. Sementara dari pihak warga hadir Anwar Balfas, Yoyok, Samsuni, ahli waris Abdu Rohman dan beberapa warga lainnya. Tuntutan warga kembali disampaikan pada pihak pemerintah untuk menghentikan pembangunan dan mengembalikan fungsinya. Berbagai argumentasi dilempar warga. Baik soal IMB, status tanah, nilai sejarah hingga kesalahan-kesalahan pemprov.  

“Polling yang ada di website pemprov itu pembodohan masyarakat. Hentikan itu. Sebab faktanya proyek ini penuh dengan masalah. Saat peletakan batu pertama disebutkan nomor IMB-nya. Tapi belakangan baru dipasang IMB-nya. Itupun ternyata palsu. Kami minta tunjukkan bukti kalau ada IMB-nya karena yang ada ini palsu. Tanah itu juga bukan milik pemprov, melainkan hanya surat hak pakai bukan sertifikat milik,” terang Samsuni.

Untuk membuktikan itu, warga meminta Umar yang mewakili Satpol PP Samarinda untuk menelepon Syaharie Jaang. Namun ditolak Umar karena bukan wewenangnya dan dia pun mengaku tak menyimpan nomor pimpinan tertingginya tersebut.  

Untuk mempertegas posisi Lapangan Kinibalu, perwakilan ahli waris Abdu Rohman menyampaikan amanah dari kakeknya. Tanah tersebut telah diwakafkan untuk sarana olahraga. Sehingga dia pun mengaku tak berani mengomersilkan apalagi menjual tanah terebut. Karena itu dia pun meminta agar fungsinya dikembalikan. “Tahun 98 saya sudah ingatkan ke pemerintah saat itu agar tidak disertifikatkan. Lapangan Kinibalu dan Tridaya itu wakaf,” ungkapnya. (sapos)

loading...

BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 10:51

Hebohnya Senam Kebugaran di Stadion Sempaja

TERBENTUKNYA Komunitas Senam Kebugaran di Stadion Madya Sempaja tak bisa…

Senin, 18 Februari 2019 10:34

Oknum Satpol Jaringan Kampung Narkoba

SAMARINDA. Salah seorang personel Satpol PP Kota Samarinda tertangkap tangan…

Senin, 18 Februari 2019 10:25

Solar Berceceran, Pengendara Berjatuhan

SAMARINDA. Nahas menimpa sejumlah pengendara motor yang melintas di tanjakan…

Sabtu, 16 Februari 2019 15:51

Akun Medsos Resmi Polres Kembali Diretas

SAMARINDA. Menjadi hacker atau peretas tidak hanya butuh modal keahlian,…

Sabtu, 16 Februari 2019 15:46

Tujuh Pelajar Terjaring, Pengelola Di-Warning

Warung internet atau warnet seharusnya menjadi tempat untuk menjelajah dunia…

Jumat, 15 Februari 2019 11:50

KASIHAN..!! Janda Muda Ini Jerit-Jerit, Ternyata

SAMARINDA. Tetes air mata Lia (29) tak terbendung. Janda muda…

Jumat, 15 Februari 2019 11:48

LAGI OH YES OH NO..!! 5 Pasangan Lagi Bugil Digerebek

SAMARINDA. Di kamar berukuran 2 x 2 meter dengan pintu…

Kamis, 14 Februari 2019 10:00

SEPADANKAH...?? Hanya Maling Sepeda, Meregang Nyawa Dipukuli Massa

SAMARINDA. Seorang pencuri tewas diamuk massa. Pelaku yang belum diketahui…

Rabu, 13 Februari 2019 10:38

Kurir Sabu Diringkus di Pinggir Jalan

SAMARINDA. Perjalanan Muhammad Yamin (36) diJalan Slamet Riyadi tiba-tiba terhenti.…

Rabu, 13 Februari 2019 10:28

Depresi, Karyawan BUMN Terjun

SANGASANGA. Selasa (12/2) pagi, sekitar pukul 09.00 Wita, warga Kecamatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*