MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Kamis, 09 Agustus 2018 21:53
Jaang: Tak Masalah Tanpa Wawali

Anggota Pansus Layangkan Mosi Tak Percaya ke Pimpinan Dewan

Syaharie Jaang

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sudah enam bulan kursi Wakil Wali Kota Samarinda kosong. Namun hingga kini, belum jelas siapa yang akan mengisi kursi orang nomor dua di Samarinda itu sepeninggal almarhum Nusyirwan Ismail.

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang sendiri merasa dirinya masih sanggup menjalankan roda pemerintahan tanpa adanya wawali. “Masih ada Sekda (Sekkot Sugeng Chairuddin, Red) dan asisten-asisten yang membantu. Tidak masalah kalau tidak ada wawali,” singkat Jaang kepada harian ini usai pelantikan pejabat di lingkungan Pemkot Samarinda, Senin (6/8) di Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda.

Di DPRD Samarinda, anggota dewan sudah membentuk panitia khusus (pansus) pemilihan wawali. Pansus ini diketuai Adhigustiawarman. Pansus ini bahkan sudah dua kali melakukan kunjungan kerja ke luar daerah. Namun belum ada keputusan yang signifikan dari pansus tersebut.

Padahal tiga partai yang menjadi pengusung pasangan Syaharie Jaang-Nusyirwan Ismail di Pilwali Samarinda 2015 lalu yakni Partai Demokrat, Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sudah menyiapkan figur mereka yang dianggap terbaik untuk mengisi kursi wawali.

Demokrat menyiapkan Victor Yuan, Nasdem mengusung Syaefuddin Zuhri sementara PKS memilih Sarwono. Ketiganya pun merupakan petinggi di partai masing-masing. Victor merupakan ketua DPC Demokrat Samarinda, Syaefuddin Zuhri Bendahara DPW Nasdem Kaltim sementara Sarwono menjabat sebagai sekretaris DPW PKS Kaltim.

Berlarut-larutnya proses pemilihan wawali ini membuat Mursyid Abdul Rasyid, salah satu anggota pansus geram. Mursyid bahkan berencana melayangkan mosi tidak percaya kepada pimpinan DPRD Samarinda. “Saya sudah siapkan mosi tidak percaya untuk segera kami ajukan ke pimpinan. Pansus wawali ini tidak main-main, kami bekerja sesuai prosedur tapi justru tidak dihargai. Padahal sudah menghabiskan anggaran ratusan juta, tapi sampai saat ini kinerja kami tidak dihargai,” jelasnya.

Mursyid mengakui, pansus wawali sudah melakukan studi banding ke sejumlah daerah di luar Kaltim, guna menyusun tata tertib dalam penyeleksian jabatan wawali. Salah satunya ke Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara.

“Itu biayanya tidak sedikit. Tapi setelah draf itu kami ajukan justru dibatalkan pimpinan tanpa alasan yang jelas. Kami tidak ingin anggaran terbuang sia-sia namun hasilnya tidak ada,” jelasnya. Sebelumnya Mursyid menyebut, pansus wawali seharusnya masuk agenda yang diparipurnakan saat ini. “Namun nyatanya pimpinan dewan membuat keputusan tanpa pemberitahuan kepada kami,” urainya.

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .