MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 02 Agustus 2018 21:30
Tutup Portal, Bangun Posko Perlawanan

Warga RT 24 Sangsanga Tolak Tambang

BLOKADE JALAN. Warga Sangasanga menutup akses jalan bagi karyawan tambang di wilayah tempat tinggal mereka.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Setelah menghentikan paksa ekskavator yang hendak menggaruk wilayah mereka, kini warga RT 24 Kelurahan Sangasanga, Kutai Kertanegara (Kukar) menutup akses lalu lintas kendaraan tambang batu bara. Jalur kendaraan tambang yang melintas di wilayah itu ditutup menggunakan portal dengan menempel imbauan. 

“Seluruh kendaraan CV Sangasanga Perkasa dilarang menggunakan Jalan RT 24. Anda paham kami segan, Anda nekat kami sikat”.  Demikian bunyi larangannya. Selain menutup akses jalan, warga juga membangun posko perlawanan di wilayah sekitar.
Ketua RT 24 Muhammad Zainuri mengatakan tindakan tersebut bagian dari upaya warga memaksa agar perusahaan tak beroperasi lagi. Dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan sekitar rusak parah. Lahan pertanian terkubur karena lumpur dan banjir. Atas dasar itu pula warga jadi geram dengan tingkah perusahaan yang tak mengindahkan teguran.

Sebelumnya, kata Muhammad Zainuri warga sekitar membawa istri dan anak memaksa eksavator yang hendak menggaruk dititik tambang. Tidak ada lagi rasa takut di benak puluhan warga RT 24 Kelurahan Sangasanga, Kutai Kertanegara (Kukar). Anak-anak dan perempuan turut serta dalam aksi itu. Zainuri mengatakan sudah membuat laporan tertulis kepada Dinas ESDM Kaltim agar menindak perusahaan tersebut. ia juga meminta agar inspektur tambang dari Dinas ESDM dan kepolisian bisa turun langsung mengamakan lokasi. 

“Kami minta inspektur tambang turun ke lapangan lihat kondisi warga yang terzolimi karena tambang batu bara,” katanya.
Warga di kelurahan ini juga menolak keras perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) CV Sangasanga Perkasa. Mereka menyampaikan keberatan dengan mendatangi Kantor Dinas ESDM di Jalan MT Haryono. Permintaan warga agar IUP perpanjang itu dicabut.  Di hari yang sama, terjadi hearing antara warga dan pihak perusahaan CV Sangasanga Perkara yang difasilitasi oleh Dinas ESDM Kaltim.

Dari hasil tersebut, perusahaan diminta agar mengentikan operasi menambang dan melengkapi semua urusan perizinan. Artinya, pihak perusahaan harus mengurus kelengkapan izin, bukan menambang. Bahkan, dari IUP perpanjangan yang diterbitkan Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Kaltim masih banyak syarat yang dianggap janggal. Misalnya, tanpa persetujuan warga sekitar namun IUP tetap terbit. “Yang jelas warga setempat tetap berkukuh menolak masuknya tambang ke wilayah mereka,” tutur Zainuri.

Sesuai dokumen perpanjangan IUP operasi produksi CV Sangasanga Perkasa dengan No.503/609/IUP OP/DPMPTSP/IV/2018 dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim. Disebutkan, pemegang perpanjangan kedua IUP operasi produksi mempunyai hak untuk melakukan kegiatan konstruksi, produksi, pengangkutan dan penjualan serta pengolahan pemurnian dalam IUP untuk jangka waktu 5 tahun (sesuai dengan komoditas tambang berdasarkan Undang–Undang Nomor 4 tahun 2009 terhitung mulai ditetapkannya keputusan ini tanggal 9 April 2018 sampai dengan 8 April 2023).

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Wahyu Widhi Heranata yang dikonfirmasi terpisah, mengakui ada laporan dari warga RT 24 Sangasanga saat terjadi aksi penutupan tersebut. Namun dirinya meminta agar warga membuat aduan tertulis kepada Dinas ESDM untuk ditindaklanjuti. “Jika sampai perusahaan tak mematuhi aturan yang ada. Maka kami bisa menghentikan pelayanan perizinan kepada perusahaan tersebut,” kata Didit, sapaan akrabnya.

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .