MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 01 Agustus 2018 22:22
Usulkan Abdoel Moeis Hassan

Tokoh Revolusi Kaltim, Pergantian Nama Jembatan Mahulu

GANTI NAMA. Jembatan Mahulu diusulkan ganti nama. Dari sejumlah usulan, nama Abdoel Moeis Hasan dianggap paling pas disematkan di jembatan yang pertama kali digunakan sejak 2009 silam.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mengganti nama Jembatan Mahakam Hulu (Mahulu) direspons Lembaga Studi Sejarah Lokal Komunitas Samarinda Bahari (Lasaloka-KSB). Mereka ingin agar nama jembatan tersebut diberi nama Abdoel Moeis Hassan. Ia adalah tokoh Samarinda dalam perjuangan dan revolusi di Kaltim.

Koordinator Lasaloka-KSB, Muhammad Sarip menjelaskan, Abdoel Moeis Hassan adalah putra Samarinda yang memimpin perjuangan politik, hingga merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Jejaknya dalam sejarah perjuangan kaum repobliken dan kontra federalis pada masa revolusi fisik 1549-1950. Dia juga sebagai pendiri partai lokal Ikatan Nasional Indonesia (INI) cabang Samarinda dan Ketua Koalisi Organisasi Front Nasional (KOFN) yang konsisten menentang kolonialisme Belanda.

Abdul Moeis Hassan juga tak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangannya. Hal ini teruji dengan tawaran menjadi delegasi Federasi Kaltim dalam Bandung Federale Conferetie (BFC) yakni konfrensi Federal Bandung, konfrensi negara-negara bonek van mook yang ditolak secara tegas. Ia memilih jalan nonkooperatif atau tidak mau bekerja sama dengan Belanda. Dari hal ini, Moeis Hasan terlihat memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi.

“Dengan demikian kami anggap beliau sosok yang tepat jadi nama Jembatan pengganti Mahulu,” ungkapnya, kemarin (31/7).  
Sarip menjelaskan, pihaknya sengaja mengusulkan kepada pemkot dalam hal nama tokoh yang tepat dan layak untuk penamaan bangunan monumental tersebut. Sebab, berdasarkan pengkajian sejarah dan penyelenggaraan seminar yang dilakukan mengenai peran sentral tokoh Samarinda dalam perjuangan dan revolusi di Kaltim. Pada 2 Juni 2018 lalu, pihaknya juga mengajukan nama Abdoel Moeis Hassan sebagai nominasi utama dan diusulkan sebagai pahlawan nasional.

“Bahkan kami sendiri dari Lasaloka-KSB telah mendeklarasikan usulan calon Pahlawan Nasional Abdoel Moeis Hassan dari Kaltim pada 23 Juli 2018 lalu,” terangnya. Dirinya menegaskan upaya pengusulan nama jembatan tersebut serta gelar Pahlawan Nasional murni gerakan sosial-intelektual, bukan gerakan politik, komersial, primordial, dan feodalistis. Pihaknya tidak dipesan dan dibayar oleh keluarga almarhum Abdoel Moeis Hassan.

“Kami juga terbebas dari kepentingan partai dan tokoh politik manapun. Kegiatan kami murni demi penghormatan dan penghargaan terhadap pejuang dan pahlawan lokal,” terangnya. Moeis Hassan, kata Sarip kadang terlupakan karena masyarakat banyak yang menyangka sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah di Samarinda Seberang. Padahal I.A Moeis bukanlah Abdoel Moeis Hassan. “Mereka orang yang berbeda,” imbuhnya. 

Nama tokoh partai politik lokal era Reformasi yang menyandang nama Moeis (seperti Emir Moes dan Ananda Emira Moeis), bukanlah keturunan dari Abdoel Moeis Hassan. Keturunan Abdoel Moeis Hassan tidak ada yang menjadi politikus. “Harapan kami, ini adalah embrio dari jalan panjang Kaltim memiliki Pahlawan Nasional yang selama ini gagal diperjuangkan Pemda karena kurangnya bukti dan sumber sejarah,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Samarinda, Ismansyah, menyarankan penggantian nama Jembatan Mahulu untuk menghindari persamaan nama dengan nama kabupaten baru di Kaltim, yakni Mahulu (Mahakam Ulu). Kadishub mengusulkan namanya diambil dari pejuang pejuang atau pahlawan Kaltim, khususnya Samarinda.

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 April 2019 22:01

Jaang: Terima Kasih, Pemilu Berjalan Lancar

SAMARINDA. Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menyampaikan terima kasih kepada…

Jumat, 19 April 2019 21:58

Umrah Hanya Rp 23 Juta

SAMARINDA. Bagi warga Samarinda atau Kaltim yang berkeinginan melaksanakan ibadah…

Jumat, 19 April 2019 21:57

Siswa SMK Medika Main di Empat Negara

SMK Medika yang merupakan sekolah berbasis kesehatan hingga saat ini…

Rabu, 17 April 2019 22:08

“Apapun Hasilnya, Jaga Kondusif Kota”

RABU (17/4), hari menentukan bagi Republik Indonesia (RI) dengan telah…

Rabu, 17 April 2019 22:06

UT Gelar Rapat Evaluasi Tahunan

Pihak Universitas Terbuka (UT) Samarinda mengadakan rapat tahunan yang diikuti…

Selasa, 16 April 2019 22:08

BPJS Kesehatan Gelontorkan Rp 11 Triliun untuk Bayar Rumah Sakit

BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sebesar Rp 11 triliun untuk membayar…

Selasa, 16 April 2019 22:07

Mitra Hadirkan Parade Top Dj Indonesia

HUJAN yang kerap terjadi belakangan ini tak lantas membuat atmosfer…

Selasa, 16 April 2019 22:06

“AYO DATANG KE TPS, COBLOS 5 KALI”

PEMKOT Samarinda begitu komitmen dalam menyukseskan Pemilu 2019 yang sejak…

Senin, 15 April 2019 22:05

Hati-hati! Penipuan Mengatasnamakan Hotel dengan Modus Esek-esek

SEJAK lama bisnis perhotelan dianggap sebagai suatu industri yang menguntungkan…

Senin, 15 April 2019 22:04

SMAN 5 Adakan Pelepasan dan Gelar Seni

SEBANYAK 338 siswa terdiri dari 174 siswa jurusan IPA dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*