MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 28 Juli 2018 00:03
Waris Husain Mangkat

Innalillahi Wainnalillahi Rajiun

PROKAL.CO, Kabar duka menyelimuti Kota Tepian. Wali Kota Samarinda ke-6 Waris Husein meninggal dunia tadi malam pukul 23.30 Wita di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie, Samarinda. 

Setelah beberapa bulan dirawat di rumah sakit plat merah tersebut, Waris Husein akhirnya menyerah melawan sakit yang dideritanya. Ya, Pak Waris –biasa disapa- sudah lama dirawat, tepatnya sejak Mei lalu. Wali kota yang memimpin Samarinda sejak 1985 hingga 1995 itu dirawat ruang ICU Sakura Lantai 2.

Informasi wafatnya Pak Waris ini dibenarkan Kabag Humas dan Protokoler Pemkot Samarinda, Syahruddin saat dikonfirmasi Sapos, tadi malam pukul 23.52 wita.  Syafruddin mengatakan, sebelum meninggal Pak Waris sempat kritis beberapa menit. Lalu mendapat pertolongan medis. Namun nyawanya tak tertolong. “Pak Waris akhirnya mengembuskan nafas terakhir sekitar pukul 23.30 Wita. Jenazahnya akan dibawah ke kediamannya di Jalan Basuki Rahmat I, Nomor 75," kata Syahruddin.

Tepat pukul 00.15 Wita dini hari jenazah Pak Waris akhirnya tiba di rumah duka. Aco Ilham, keponakan Pak Waris belum bisa memberikan kepastian perihal tempat pemakaman. “Pihak keluarga masih rapat. Menunggu Wali Kota Syaharie Jaang terkait tempat pemakaman. Apakah di TMP atau di kompleks pemakaman keluarga di Samarinda Seberang,” kata Aco Ilham.Sementara itu, Syaharie Jaang menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Pak Waris. Ucapan ini ia sampaikan melalui grup WA Pemkot Samarinda. Sebab saat ini Jaang masih berada di luar Kota Samarinda, tepatnya di Jakarta untuk menghadiri acara Presiden Joko Widodo (Jokowi).

DIRAWAT SEJAK AKHIR APRIL

Mei lalu Sapos sempat memberitakan kondisi kesehatan pria yang juga pernah menjadi anggota DPRD Kaltim 2009-2014 ini. Diketahui Pak Waris dilarikan di rumah sakit dan dirawat sejak 30, April pukul 06.00 Wita. Saat itu ia terbaring lemah di Ruang Bungalow, Teratai. Meski begitu kondisi terkini tokoh yang berprestasi membangun pusat perdagangan rakyat Citra Niaga ini dikabarkan sempat membaik.

Saat itu, Fabian Satrio mengatakan, Waris tidak mengalami sakit serius. Kondisinya juga tidak dalam keadaan kritis. Karena itu perawatannya pun dilakukan di ruang perawatan biasa, bukan intensif.Kemudian untuk penanganannya, kata Satrio, tidak membutuhkan tim medis khusus. “Jadi seperti biasa perawatannya,” ucap Satrio saat dikonfirmasi 1 Mei lalu. Hanya saja, kondisi mantan wali kota dua periode ini sedang diinfus sebagaimana pasien pada umumnya menjalani rawat inap.

Satrio tidak ingin membeberkan diagnosa sakit yang dialami Waris Husein. Karena menurutnya belum ada persetujuan keluarga.
“Kami tidak berani memberikan hasil diagnosis tanpa persetujuan keluarga. Yang jelas kondisinya baik saja,” tutur singkat.   
Direktur Utama RSUD AWS, dr Rachim Dinata mengatakan, Waris Husain sudah beberapa kali menjalani perawatan. Namun dirinya pun tak mengetahui persis diagnosa penyakitnya karena belum mendapat laporan. “Sudah beberapa kali kita rawat terus sembuh. Kalau sekarang sakit lagi, saya belum update kondisinya,” ungkapnya.

Diketahui, Waris Husain pernah memimpin Samarinda selama 10 tahun dari 1985 hingga 1995. Kiprahnya membangun Samarinda terbilang sukses. Di era kepemimpinanya, ia pernah memberlakukan program cross subsidy (subsidi silang). Artinya, yang kuat membantu yang lemah. Ia menawarkan pembangunan rumah warga menggunakan lahan pemerintah, dengan hak guna bangunan selama dua puluh tahun. Setelah itu, mencari investor yang mau membangun.

Jadi, investor diberi kesempatan untuk membangun. Dengan catatan, sekian persen lahan yang dialokasikan wajib untuk kepentingan masyarakat kecil.

KRITISI PERENCANAAN PEMBANGUNAN

Saat memperingati HUT ke-350 tahun, Sapos pun mewawancarai secara eksklusif Pak Waris. Tepatnya 21 Januari 2018 silam.
Berikut petikan wawancara Sapos dengan almarhum Pak Waris pada puncak HUT ke-350 Kota Samarinda, Januari lalu.

Apa harapan Anda di HUT Samarinda ?

Harapannya agar sama-sama bersyukur bahwa kita masih diberi waktu untuk menghadiri Ultah Samarinda yang ke-350 tahun. Semoga pemerintahan berjalan dengan baik. Apa yang sudah dilakukan mulai dari pusat, provinsi hingga kota dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Saya sebagai warga Samarinda yang pernah mengelola kota ini, merasa bahwa perlahan ada perubahan-perubahan dari pembangunan kota ini. Apakah itu infrastuktur ataupun hal yang mendasar. Hanya saja ada hal-hal yang menyangkut pelayanan kepada masyarakat belum tuntas. Dan rumah-rumah penduduk yang terkena banjir.

Menurut Anda, bagaimana kepemimpinan Jaang dan Nusyirwan selama dua periode ini?

Kalau kita lihat ada hal-hal yang sebenarnya menjadi kebutuhan masyarakat tapi pelaksanannya kurang memuaskan atau belum 100 persen. Kedua, bahwa layanan masyarakat masih banyak masih kurang terealisasi sehingga kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.

Apa yang paling menonjol dan kurang dari dua periode kepemimpinan mereka ?

Bahwa ada usaha-usaha untuk meningkatkan infrastruktur untuk memberi pelayanan. Bahwa semakin hari kota ini semakin banyak dipadati penduduk yang punya kendaraan sehingga terasa bahwa jalanan seperti sempit, kemacetan dan lainnya. Sebenarnya tidak sempit, hanya kendaraan yang bertambah. Namun harapan yang paling dasar dari masyarakat yang belum terlaksana adalah banjir.

Bagaimana mengenai normalisasi SKM?

Soal SKM ini memang lambat jalannya. Kurang pendekatan pemkot terhadap masyarakat. Karena masyarakat ini asal didekati, dia tidak minta macam-macam. Kalau mau dibongkar rumah saya, kemana saya tinggal. Zaman dulu meskipun saat itu tidak ada anggaran, tapi mereka mau berkorban merelahkan rumah dibongkar, tinggal diberikan sebidang tanah, mereka bangun sendiri, mereka kredit sendiri. Dan itu sepanjang Sungai Mahakam itu. Pendekatan pemkot masih kurang. Kita harus datangi rumahnya minum kopi sambil ngobrol-ngobrol, kita minta pendapat mereka agar rumahnya dibongkar bagaimana tanggapannya.

Bagaimana tentang layanan publik?

Layanan publik ini sedikit demi sedikit pemkot mulai baik memberi layanan. Tapi masih banyak kurang. Misalnya layanan pada kesehatan itu sangat bermanfaat. Masih ada yang harus menunggu atau antre dari subuh sudah mengambil kartu. Ini jadi satu hal yang belum bisa ditingkatkan layanan oleh pemkot.

Pengelolaan APBD apakah sudah tepat sasaran?

Kalau kita melihat kejadian saat ini. Misalnya kita di lapangan, kita tanya orang-orang yang mendapat pekerjaan dari balai kota. Kita lihat ada jalan yang panjangnya 1 kilometer. Kadang-kadang seharusnya anggarannya itu 1 kilometer tapi dibalik menjadi hanya 800 meter kenapa? Karena  perencanaannya tidak pas. Coba kita lihat parit, sepotong-potong lalu terputus. Jadi memang perencanaannya tidak pas. Masih perlu ada penajaman-penajaman anggaran terlebih menyangkut banjir. Ada beberapa jalan, ada beberapa gang, paritnya sepotong-potong.

Bagaimana dengan upaya pemkot meningkatkan PAD?

Pemkot masih lemah menggali potensi PAD yang sebenarnya potensinya sangat besar. Menempatkan orang-orang yang mengatur soal ini pun harus tepat. Sehingga target yang di pasang pun harus bisa dikejar. Harusnya uang yang seharusnya dapat 10 ribu tapi justru dapat 5 ribu. Karena orang yang mengelola itu tidak pas.

Catatan Anda untuk Jaang?

Itu kan ada perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang. Itu saja yang fokus dikerjakan hingga tuntas. Yang paling utama itu. Jika itu tidak dikerjakan maka sangat mengganggu sekali dalam pembangunan kota. Akan sangat terasa karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

loading...

BACA JUGA

Senin, 19 November 2018 15:31

Murka Istri Mandi Bareng Sopir

SAMARINDA. Tuntas sudah jalinan cinta segitiga yang dilakoni Yosef Niron…

Minggu, 18 November 2018 15:47

Tikam Istri Lalu Tersenyum

SAMARINDA. Warga Jalan Jakarta, Gang H Oyon, Loa Bakung, Sungai…

Minggu, 18 November 2018 15:40

Mufakat Jahat Loloskan IUP Bermasalah

SAMARINDA. Selisi data Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara yang…

Sabtu, 17 November 2018 20:04

Ketua Dewan Dijebloskan ke Rutan

SAMARINDA. Dilaporkan karena diduga melakukan penggelapan, Ketua DPRD Samarinda Alphad…

Sabtu, 17 November 2018 19:59

210 IUP Diduga Tak Terdata di Pusat

SAMARINDA. Carut marut pengelolaan aktivitas pertambangan batu bara di Kaltim…

Jumat, 16 November 2018 11:45

Curiga, KPK Sidak Batu Bara di Mahakam

SAMARINDA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun gunung guna menelusuri dugaan…

Jumat, 16 November 2018 11:41

Rumah Sepasang Lansia Terus Bergerak

SAMARINDA. Sebuah rumah di Jalan KS Tubun terpaksa dikosongkan. Pergerakan…

Kamis, 15 November 2018 14:25

ABG Kabel Telkom Dijarah

SAMARINDA. Apes. Itulah yang dialami MR. ABG ini tertangkap saat…

Rabu, 14 November 2018 12:44

Proses Cerai, Lapak Istri Dihambur

SAMARINDA. Hati-hati berhubungan dengan mantan. Apalagi mantan suami atau mantan…

Rabu, 14 November 2018 12:33

Pembunuhan Berencana untuk si Pecemburu

SAMARINDA. Zainal, pemuda 19 tahun yang menghabisi nyawa Edi Wijayansyah.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .