MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 11 Juni 2018 00:50
DPRD Banyak Jelaskan Perihal Keuangan

Saat Reses Juga Ditanya Warga Soal Usulan yang Belum Teralisasi

Syarifuddin

PROKAL.CO, SANGATTA. Reses yang dilakukan anggota DPRD Kutim, di daerah pemilihan masing-masing beberapa waktu lalu, banyak menerima keluhan masyarakat. Terutama terkait kondisi keuangan, termasuk hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) sebelumnya yang juga tak terealisasi.
Karena itulah dalam kegiatan reses yang mereka lakukan, anggota DPRD justru banyak menjelaskan kondisi keuangan daerah. Itu diungkapkan anggota DPRD Kutim, Syarifuddin Ham.
“Saat reses masyarakat tak banyak mengusulkan program lagi, tapi  lebih banyak mengungkapkan pertanyaan mengapa usulan-usulan dari tahun sebelumnya tidak terealisasi,” kata Syarifuddin.
“Sebagai anggota DPRD, kami hanya menjelaskan kalau banyak program yang tidak terealisasi itu karena kondisi keuangan pemkab yang kurang baik. Salah satunya karena banyaknya pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintah pusat,” katanya lagi.
Apalagi terang Syarifuddin, ada program pemerintah yang oleh masyarakat diketahui sudah masuk DPA, terutama jalan-jalan dan gang, namun tidak terealisasi tahun-tahun sebelumnya karena defisit.  Maka ketika ada reses, anggota DPRD ditanya masyarakat, mengapa program tersebut tidak terealisasi.
“Padahal kami ini kan bukan pelaksana. Pelaksanannya itu di pemerintah. Karena munculnya pertanyaan itu, kami pun menjelaskan banyak proyek tidak jadi dilaksanakan karena pemotongan anggaran,” terangnya lagi.
Dan yang paling ramai adalah pertanyaan mengapa proyek penunjukan langsung (PL) tidak dibayar. Menurut Syarifuddin, yang mengetahui masalah itu adalah kontraktor. Karena  proyek kecil-kecilan dari 2016-2017 belum terbayar.
“Tentu bagi DPRD hanya memastikan akan dibayar, jika ada uangnya. Tapi kalau belum ada  dana masuk dari pusat, tentu belum akan dibayar pemerintah,” imbuhnya.
Meskipun diakui Syarifuddin, seharusnya pemerintah memprioritaskan pekerjaan yang lama, terutama pekerjaan tahun 2016 kalau memang masih ada yang belum terbayar untuk dibayarkan terlebih dahulu. Sebab seharusnya utang tahun 2016 itu dibayar lunas tahun lalu. Sedangkan utang proyek tahun lalu, dibayar tahun ini. (jn/adv/rin)   

loading...

BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 12:34

Satpol PP Pantau PNS Mucil

TANJUNG REDEB. Surat edaran Bupati Berau terkait kedisiplinan PNS di…

Jumat, 18 Januari 2019 00:05

Adakan Tausiah dan Beri Santunan Anak Yatim

MEMPERINGATI hari jadi ke-12 Partai Hanura, DPD Hanura Kaltim menggelar…

Kamis, 17 Januari 2019 11:16

Jargas Segera Dioperasionalkan

BONTANG. Pengoperasian 8.000 jaringan gas atau jargas di Bontang untuk…

Rabu, 16 Januari 2019 11:25

Mendesak Regulasi Penjualan Lem

TANJUNG REDEB. Partisipasi aktif pemerintah daerah melawan prilaku anak ngelem…

Selasa, 15 Januari 2019 11:29

Masih Banyak Caleg Bandel

BONTANG. Sejumlah oknum calon anggota legislatif (caleg) sudah melakukan perbuatan…

Selasa, 15 Januari 2019 00:05

Kado Ultah untuk Kaltim

PT Pertamina EP Asset 5 (PEP Asset 5) meresmikan penyaluran…

Senin, 14 Januari 2019 11:44

Sertifikat Lahan KEK Maloy Tuntas

SANGATTA. Proses serifikasi lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta…

Sabtu, 12 Januari 2019 15:38

Banyak Perusahaan Kurangi Karyawan

SAMARINDA. Penetapan upah minimum di level provinsi (UMP) dan Kota…

Jumat, 11 Januari 2019 14:42

Sembunyikan Barang Bukti di Mulut

BONTANG. Polsek Muara Badak kembali menghentikan peredaran narkoba jenis sabu,…

Jumat, 11 Januari 2019 00:05

Ingin Semakin Dekat Melayani Masyarakat

BANKALTIMTARA kembali hadir lebih dekat dengan pelayanan kepada masyarakat. Dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*