MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Sabtu, 02 Juni 2018 00:16
Kakak Beradik Dibui 12 Bulan Penjara

Gara-gara Kompak Bisnis Pil Koplo

DIVONIS SALAH. Kakak beradik, Dedi dan Galih saat mengikuti persidangan kasus peredaran pil dobel L alias pil koplo yang mereka lakukan di PN Samarinda, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kakak beradik, Dedi (30) dan Galih (21), keduanya warga Kecamatan Samarinda Ilir, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, minggu lalu. Dedi dan Galih dinyatakan bersalah karena melakukan peredaran pil dobel L alias pil koplo.

Kakak beradik tersebut dianggap terbukti melanggar pasal 197 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan jo pasal 55 ayat 1. Keduanya divonis kurungan penjara selama 1 tahun (12 bulan) ditambah denda Rp 5 juta subsider kurungan sebulan jika tak mampu membayar denda tersebut.

Putusan yang dibacakan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda Yudhi Satriyo, yang meminta agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama 1,5 tahun (18 bulan) ditambah denda Rp 10 juta subsider 6 bulan kurungan.

Atas vonis tersebut, Galih dan Dedi maupun JPU sama-sama memilih menerimanya. Galih dan Dedi dibekuk anggota Satreskoba Polresta Samarinda di sebuah hotel melati di kawasan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, Jumat (24/11) pukul 17.00 Wita.

Semula Dedi diciduk polisi saat hendak mengantarkan pesanan 1.000 butir pil koplo kepada pelanggannya, yang meminta diantarkan ke hotel melati tersebut. Namun saat Dedi tiba, justru malah diamankan polisi yang mencium akan ada transaksi pil koplo di sana.

Saat Dedi diinterogasi, HP-nya berbunyi. Rupanya yang menelepon adalah Galih yang menanyakan uang pembayaran pil koplo yang dibawa Dedi. Rupanya saat ada calon pembeli, Dedi meminta tolong Galih mencarikan. Akhinya polisi pun meminta agar Dedi “memancing” Galih datang.

Saat Galih datang, polisi langsung mengamankan kakak beradik tersebut. Keduanya pun hanya bisa pasrah saat dikeler ke markas Polresta Samarinda guna menjalani pemeriksaan. (rin)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 23:16

PARAH..!! Bini Sendiri Dijual Rp 250 Ribu

Akibat menenggak minuman keras (miras), Ali Syauqi (21) tak bisa berpikir jernih. Antara mabuk dan tak…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:26

Pasutri “Culik” Beras

SAMARINDA. Pasangan suami istri (Pasutri) yang membawa seorang balita laki-laki menggunakan mobil, berhenti…

Senin, 15 Oktober 2018 00:19

Maling Mendadak Mati Rasa

SAMARINDA. Hanya karena seorang wanita, Irawati selamat dari amukan warga. Ya, Irawati dipergoki warga…

Senin, 15 Oktober 2018 00:17

Dapat Rp 10 Juta, Terancam 12 Tahun

SAMARINDA. Irvan Fahrisal (19) dan Lutfi (36) bakal lama merasakan dinginnya sel tahanan. Kedua warga…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:38

Lagi, Mafia Lapas Berulah

SAMARINDA. Mafia di lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang berstatus nara pidana (Napi) tak kapok meski…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:40

Penagih Utang Tersangkut Narkoba

SAMARINDA. Pihak kepolisian hingga kini masih menunggu kondisi Iswandi (45) membaik yang bonyok dihajar…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:12

Mau Panen, Jatuh dari Kapal

TANJUNG SELOR.  Seorang pembudidaya rumput laut bernama Ahmad (49), dikabarkan hilang saat sedang…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:44

Diversi “Mental”, Proses Hukum Berlanjut

SAMARINDA. Meski masih di bawah umur, bukan berarti ulah RS (15) bisa diselesaikan secara diversi. Kasus…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:14

Perabotan Rumah Mewah Disita

SAMARINDA. Satu persatu isi perabotan di rumah mewah milik Rizal, warga Perumahan Villa Tamara di Jalan…

Rabu, 03 Oktober 2018 23:04

Preman Cilik Ngamuk

SAMARINDA. Umurnya baru menginjak 15 tahun. Namun nyalinya sekelas preman. Itulah RS. Bocah ingusan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .