MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 31 Mei 2018 21:46
Panen Penjahat di RSUD AWS
DASAR MALING..!! Pelaku Pria Menangis, Si Wanita Enggak Kapok
BIKIN RESAH. Tiga pencuri helm di RSUD AWS diringkus dalam semalam. Salah satu di antaranya seorang wanita.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tiga maling helm ketiban apes. Mereka tertangkap di lokasi yang sama, di area parkir RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS). Mereka adalah GE (21) RI (22). Satu pelaku lainnya, wanita berinisial SE (33), diringkus beberapa jam kemudian.
GE dan RI adalah pelaku pencurian helm pertama yang ditangkap warga. Keduanya sempat dihajar setelah ketahuan beraksi.

Setelah tertangkap dan diperiksa di pos keamanan rumah sakit, GE yang semula garang dan berani justru menangis. Bahkan GE meminta kepada petugas keamanan untuk tidak memanggil polisi. Ia justru merengek agar petugas hanya menelepon orangtuanya. Meski memelas, permintaan GE tak dituruti petugas.

Petugas dari Polsek Samarinda Ulu berdatangan tak lama kemudian. Salah seorang petugas keamanan RSUD AWS, Teddy (39) menjelaskan, pencurian helm yang dilakukan GE dan RI berawal saat keduanya berboncengan menggunakan motor Yamaha Mio, KT 4860 IP. Keduanya memasuki halaman rumah sakit sekitar pukul 01.00 Wita.

Berlagak layaknya keluarga pasien yang berkunjung, keduanya mengarahkan motor di area parkir yang berada tak jauh dari masjid di RSUD AWS. Keduanya sengaja memilih lokasi parkir tersebut lantaran sepi dan jauh dari pantauan petugas.

Setelah memastikan situasi aman, keduanya turun dari motor dan mengincar sebuah helm warna hitam di salah satu motor yang parkir. Tanpa ragu keduanya langsung mengambil helm yang ditaksir seharga Rp 250 ribu itu.

Nahas, saat hendak membawa kabur barang curian, pemilik helm memergokinya, dan langsung berteriak. Warga yang mendengar suara itu secara spontan langsung berdatangan dan menyergap GE dan RI. Kepergok dan tak dapat lari, keduanya menjadi bulan-bulanan warga saat itu. Beruntung petugas keamanan bertindak cepat dan mencegah amuk massa yang lebih besar. Kedua pemuda itu langsung diamankan di pos keamanan RSUD AWS.

“Dari pengakuannya baru pertama kali mencuri di rumah sakit ini, dan kami amankan di dalam pos agar tidak terjadi aksi anarkis warga yang ramai berkumpul untuk menghakimi keduanya,” kata Teddy.

Kepada petugas keduanya mengaku mencuri helm karena butuh uang untuk sehari-hari. Kedua pelaku mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Rencananya helm hasil curian akan mereka jual kepada pengepul helm seharga Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu.
”Untuk sehari-hari saja hasilnya, bukan yang lain-lain,” ujar RI.

Usai keduanya diserahkan kepada petugas polisi dari Polsek Samarinda Ulu. Sekitar 3 jam kemudian, tepatnya pukul 04.00 Wita, petugas keamanan rumah sakit kembali menangkap pelaku pencuri helm berikutnya. Kali ini wanita berinsial SE. Tak tanggung-tanggung dua buah helm berhasil ia gasak di lokasi yang sama ketika GE dan RI beraksi.

Dalam pengakuannya SE terpaksa melakukan aksi pencurian helm lantaran terdesak untuk membayar utang. “Baru sekali ini, itupun cuma untuk membayar utang,” kata Selvi.

Namun pengakuan SE itu dibantah petugas keamanan rumah sakit. Menurut Teddy, tiga hari sebelumnya SE pernah tertangkap dengan kasus yang sama di rumah sakit tersebut. Namun karena kasihan, Selvi langsung lepaskan.
“Untuk aksinya kali ini tidak kami beri ampun dan langsung kami serahkan ke polisi, biar jera dan tidak berulah di sini lagi,” ungkap Teddy.

Sementara itu, Kapolsek Samarinda Ulu, Kompol R Sigit, menerangkan, saat ini ketiga pencuri helm tersebut sudah berada di sel tahanan Mapolsek. Pihaknya masih menunggu laporan masing-masing korban pemilik helm. “Ya sementara kita tahan. Dan jika tidak ada yang melapor maka para pelaku ini kita bebaskan 1 X 24 jam sesuai dengan undang-undang. Namun terlebih dahulu kita beri pembinaan dan membuat surat penyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya,” terang Sigit.

Sigit mengimbau, agar masyarakat khusus pasien atau keluarga pasien di rumah sakit untuk selalu waspada mengingat banyaknya pelaku yang memanfaatkan kesempatan dengan modus bermacam-macam. Salah satu contoh seperti kasus yang dilakukan oleh ketiga pelaku. (kis/beb)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 14:02

6 Tahun Beroperasi Tanpa Izin

SAMARINDA. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda…

Selasa, 20 November 2018 14:00

Sehari Jadian, Rela Ditiduri

SAMARINDA. Meski hanya mengenyam pendidikan hingga bangku kelas VI sekolah…

Senin, 19 November 2018 15:35

Tragedi KM 27 Loa Janan

TENGGARONG. Laju trailer atau truk gandeng bernopol KT 8657 DC…

Senin, 19 November 2018 15:31

Murka Istri Mandi Bareng Sopir

SAMARINDA. Tuntas sudah jalinan cinta segitiga yang dilakoni Yosef Niron…

Minggu, 18 November 2018 15:47

Tikam Istri Lalu Tersenyum

SAMARINDA. Warga Jalan Jakarta, Gang H Oyon, Loa Bakung, Sungai…

Minggu, 18 November 2018 15:40

Mufakat Jahat Loloskan IUP Bermasalah

SAMARINDA. Selisi data Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara yang…

Sabtu, 17 November 2018 20:04

Ketua Dewan Dijebloskan ke Rutan

SAMARINDA. Dilaporkan karena diduga melakukan penggelapan, Ketua DPRD Samarinda Alphad…

Sabtu, 17 November 2018 19:59

210 IUP Diduga Tak Terdata di Pusat

SAMARINDA. Carut marut pengelolaan aktivitas pertambangan batu bara di Kaltim…

Jumat, 16 November 2018 11:45

Curiga, KPK Sidak Batu Bara di Mahakam

SAMARINDA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun gunung guna menelusuri dugaan…

Jumat, 16 November 2018 11:41

Rumah Sepasang Lansia Terus Bergerak

SAMARINDA. Sebuah rumah di Jalan KS Tubun terpaksa dikosongkan. Pergerakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .