MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Selasa, 22 Mei 2018 00:59
Terdengar Minta Ampun, Sempat Dilakban

Keterangan Saksi di Sidang Pembunuhan Bocah 10 Tahun

SIDANG TERPISAH. Kasus pembunuhan Hasan yang diduga melibatkan ibunya, Risnawati alias Risna dan Rahmatulah alias Habibi disidangkan di PN Samarinda. Namun proses persidangan dilakukan terpisah. (rin/Sapos)

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kasus pembunuhan Hasanudin alias Hasan (10) yang diduga akibat dianiaya ayah tirinya, Rahmatulah alias Habibi (31) dan melibatkan ibunya,  Risnawati alias Risna (29) dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Senin (21/5) sore kemarin.
Namun sidang digelar terpisah. Tiga orang saksi, masing-masing bernama Siti (48), tetangga Risna, Zainudin (33), pemuka agama yang sempat memandikan jenazah Hasan dan seorang saudara Hasan berinisial AL dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Samarinda, Ridhayani Natsir.
Dalam keterangannya Siti mengungkapkan, Kamis (28/12) sore, sekitar pukul 15.30 Wita, sempat mendengar suara minta ampun anak-anak dari dalam rumah yang dihuni Risna bersama suami dan anak-anaknya, termasuk Hasan.
“Ampun ma…ampun ma. Saya sempat dengar seperti itu. Saat itu saya baru pulang dari rumah anak saya dan melintas di depan rumah kejadian. Selain itu juga terdengar suara mamanya (Risna, Red) ngoceh. Namun saya tak tahu anak yang mana yang bilang seperti itu dan apa ocehan mamanya,” ujar Siti, yang mengaku tinggal sekitar 30 meter dari kediaman Risna beserta keluarganya.
Malamnya, sekitar pukul 19.30 Wita sempat mendengar suara Imam, suami Risna berteriak. Mendengar suara gaduh, Siti keluar dan menuju kediaman Risna. Ketika itulah dia tahu jika Hasan sudah meninggal dunia.
“Saya sempat liat kuku almarhum (Hasan, Red) biru. Itu saja,” tegas Siti.
Setelah Siti, JPU menghadirkan Zainudin (33), pemuka agama yang sempat memandikan jenazah Hasan. “Saya dikasih tahu anak-anak seusia almarhum sekitar pukul setengah sembilan malam (pukul 20.30 Wita, Red). Saya lalu ke kediaman ibu ini (Risna, Red). Sempat melihat kuku tangan, cuma lupa tangan mana, biru,” kata Zainudin sambil melirik ke arah Risna yang duduk di samping kuasa hukumnya.
“Kemudian juga biru di bibir, ada lebam di sekitar pangkal leher. Saya sempat tanya ibu ini, katanya anaknya habis jatuh main bola. Kemudian mandi dan berebah, lalu meninggal dunia. Seperti itu penjelasannya,” kata Zainudin lagi.
Keesokan harinya, Zainudin kembali lagi untuk memandikan jenazah Hasan. Saat membalikan badan Hasan, Zainudin sempat melihat lebam di bagian punggung Hasan. “Almarhum seingat saya dimakamkan sebelum Jumat,” urai Zainudin.
Saat ditanya majelis hakim dipimpin Lucius, didampingi Rustam dan Budi, Zainudin sempat mendengar desas desus warga sekitar jika Hasan meninggal akibat dipukul. “Ya sempat ada dengar kabar seperti itu,” imbuh Zainudin.
Selain Zainudin dan Siti, seorang anak di bawah umur berinsial AL sempat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan tertutup. Usai AL diminta keterangan, barulah Risna dihadirkan kembali untuk dikroscek.
“Pengakuan saksi, pernah melihat terdakwa Rahmat mengikat dan melakban korban (Hasan, Red) dan itu diketahui saudara terdakwa. Benar begitu?,” tanya hakim yang langsung dibantah Risna.
“Kemudian terdakwa Rahmat juga pernah memukul kepala korban. Bahkan pernah kepala korban dan saksi dibenturkan. Itu dilakukan sepengetahuan terdakwa,” lanjut hakim, yang lagi-lagi dibantah Risna.
Hakim juga sempat mengingatkan Risna bahwa dia hanya menanggapi benar atau tidak keterangan saksi. “Kalau saudara punya cerita, silahkan nanti ada waktunya saat diminta keterangan sebagai terdakwa,” terang hakim.
Sidang akan dilanjutkan kembali minggu depan, masih agenda pemeriksaan saksi. (rin)


loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 00:31

Pria Paruh Baya Ditimpas di Wajah

TANJUNG REDEB. Seorang pria paruh baya dilarikan ke rumah sakit, setelah wajahnya ditimpas orang tak…

Senin, 11 Juni 2018 00:17

Tanggung Dosa Teman, Memelas di Sidang

SAMARINDA. Suratman dan Ujang, dua terdakwa kasus pencurian di sebuah rumah di lingkungan Perumahan…

Sabtu, 09 Juni 2018 00:21

Jualan Barang Haram, Suami Istri Dibui

SAMARINDA. Pasangan suami istri (pasutri) bernama Samilan (56) dan Sri (41) dipastikan merayakan Lebaran…

Rabu, 06 Juni 2018 00:46

Divonis 7 Tahun, Empat Terdakwa Mewek

SAMARINDA. Meski majelis hakim dipimpin Decky Velix Wagiju didampingi hakim anggota Parmatoni dan Fery…

Senin, 04 Juni 2018 00:49

Ketagihan Mencuri, Divonis 24 Bulan Penjara

SAMARINDA. Ketagihan mencuri batrai tower salah satu operator telepon selular, membuat Dani  (29)…

Sabtu, 02 Juni 2018 00:16

Kakak Beradik Dibui 12 Bulan Penjara

SAMARINDA. Kakak beradik, Dedi (30) dan Galih (21), keduanya warga Kecamatan Samarinda Ilir, dinyatakan…

Jumat, 01 Juni 2018 00:30

Pembacok Saudara Dipenjara 14 Bulan

SAMARINDA. Kasus keributan antar saudara yang berujung dengan pembacokan yang dilakukan Akli  (41),…

Kamis, 31 Mei 2018 00:17

PARAH..!! Ternyata Mahasiswa Ini Sudah Dua Kali Curi Motor

SAMARINDA.? Rupanya Novan (22) diduga sudah dua kali mencuri motor. Meski awal diciduk polisi Novan…

Rabu, 30 Mei 2018 13:10
Kasus Pencabulan yang Sempat Divonis Bebas

Jangan Asal Eksekusi, Tunggu Salinan Putusan

SAMARINDA. Yahya Tonang, kuasa hukum terdakwa Alexander Agustinus Rottie (44) berang terhadap sikap…

Selasa, 29 Mei 2018 00:13

Curi Kipas Angin, Divonis 3 Bulan

SAMARINDA. Seorang pria yang keluar masuk penjara karena kasus pencurian, kembali dihadapkan ke persidangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .