MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Selasa, 22 Mei 2018 00:59
Terdengar Minta Ampun, Sempat Dilakban

Keterangan Saksi di Sidang Pembunuhan Bocah 10 Tahun

SIDANG TERPISAH. Kasus pembunuhan Hasan yang diduga melibatkan ibunya, Risnawati alias Risna dan Rahmatulah alias Habibi disidangkan di PN Samarinda. Namun proses persidangan dilakukan terpisah. (rin/Sapos)

PROKAL.CO, SAMARINDA. Kasus pembunuhan Hasanudin alias Hasan (10) yang diduga akibat dianiaya ayah tirinya, Rahmatulah alias Habibi (31) dan melibatkan ibunya,  Risnawati alias Risna (29) dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, Senin (21/5) sore kemarin.
Namun sidang digelar terpisah. Tiga orang saksi, masing-masing bernama Siti (48), tetangga Risna, Zainudin (33), pemuka agama yang sempat memandikan jenazah Hasan dan seorang saudara Hasan berinisial AL dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Samarinda, Ridhayani Natsir.
Dalam keterangannya Siti mengungkapkan, Kamis (28/12) sore, sekitar pukul 15.30 Wita, sempat mendengar suara minta ampun anak-anak dari dalam rumah yang dihuni Risna bersama suami dan anak-anaknya, termasuk Hasan.
“Ampun ma…ampun ma. Saya sempat dengar seperti itu. Saat itu saya baru pulang dari rumah anak saya dan melintas di depan rumah kejadian. Selain itu juga terdengar suara mamanya (Risna, Red) ngoceh. Namun saya tak tahu anak yang mana yang bilang seperti itu dan apa ocehan mamanya,” ujar Siti, yang mengaku tinggal sekitar 30 meter dari kediaman Risna beserta keluarganya.
Malamnya, sekitar pukul 19.30 Wita sempat mendengar suara Imam, suami Risna berteriak. Mendengar suara gaduh, Siti keluar dan menuju kediaman Risna. Ketika itulah dia tahu jika Hasan sudah meninggal dunia.
“Saya sempat liat kuku almarhum (Hasan, Red) biru. Itu saja,” tegas Siti.
Setelah Siti, JPU menghadirkan Zainudin (33), pemuka agama yang sempat memandikan jenazah Hasan. “Saya dikasih tahu anak-anak seusia almarhum sekitar pukul setengah sembilan malam (pukul 20.30 Wita, Red). Saya lalu ke kediaman ibu ini (Risna, Red). Sempat melihat kuku tangan, cuma lupa tangan mana, biru,” kata Zainudin sambil melirik ke arah Risna yang duduk di samping kuasa hukumnya.
“Kemudian juga biru di bibir, ada lebam di sekitar pangkal leher. Saya sempat tanya ibu ini, katanya anaknya habis jatuh main bola. Kemudian mandi dan berebah, lalu meninggal dunia. Seperti itu penjelasannya,” kata Zainudin lagi.
Keesokan harinya, Zainudin kembali lagi untuk memandikan jenazah Hasan. Saat membalikan badan Hasan, Zainudin sempat melihat lebam di bagian punggung Hasan. “Almarhum seingat saya dimakamkan sebelum Jumat,” urai Zainudin.
Saat ditanya majelis hakim dipimpin Lucius, didampingi Rustam dan Budi, Zainudin sempat mendengar desas desus warga sekitar jika Hasan meninggal akibat dipukul. “Ya sempat ada dengar kabar seperti itu,” imbuh Zainudin.
Selain Zainudin dan Siti, seorang anak di bawah umur berinsial AL sempat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan tertutup. Usai AL diminta keterangan, barulah Risna dihadirkan kembali untuk dikroscek.
“Pengakuan saksi, pernah melihat terdakwa Rahmat mengikat dan melakban korban (Hasan, Red) dan itu diketahui saudara terdakwa. Benar begitu?,” tanya hakim yang langsung dibantah Risna.
“Kemudian terdakwa Rahmat juga pernah memukul kepala korban. Bahkan pernah kepala korban dan saksi dibenturkan. Itu dilakukan sepengetahuan terdakwa,” lanjut hakim, yang lagi-lagi dibantah Risna.
Hakim juga sempat mengingatkan Risna bahwa dia hanya menanggapi benar atau tidak keterangan saksi. “Kalau saudara punya cerita, silahkan nanti ada waktunya saat diminta keterangan sebagai terdakwa,” terang hakim.
Sidang akan dilanjutkan kembali minggu depan, masih agenda pemeriksaan saksi. (rin)


loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 21:05

Khianati Kepercayaan, Dipenjara 2,5 Tahun

SAMARINDA. Pengkhianatan kepercayaan yang dilakukan Firman (32),  warga Bontang, harus ditebusnya…

Jumat, 17 Agustus 2018 21:42

Mandi Minyak Bekas di Jalanan

SAMARINDA. Motor roda tiga Viar warna hitam dengan nopol KT 3194 ZI, yang dikendarai Jamal (30), seketika…

Jumat, 17 Agustus 2018 21:41

Sekamar, Tiga Bulan Pesta Sabu

SAMARINDA. Petugas gabungan dari Satpol PP Kota Samarinda bersama TNI-Polri dan BNNK Samarinda mengamankan…

Jumat, 17 Agustus 2018 21:39

Komunitas Ganja Sulit Ditembus

SAMARINDA. Pelajar dan mahasiswa masih menjadi target empuk para pengedar narkoba. Hal ini terbukti…

Kamis, 16 Agustus 2018 23:47

Turun Mobil Langsung Dicokok

SAMARINDA. Sudarno Yatman (42) tak mengira selama perjalanannya mengendari mobil rupanya telah diikuti…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:28

Hilang 10 Menit, Bocah Sekarat

SAMARINDA. Kecerian sekumpulan anak yang bermain di pinggir sungai di atas sebuah batang di kawasan…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:27

Karyawannya Edarkan Sabu, Masterpiece Pastikan Sudah Dipecat

SAMARINDA. Mendapat kabar Haris Ramadhan, tersangka kasus bisnis barang haram jenis ineks masih mengaku-ngaku…

Selasa, 14 Agustus 2018 21:41

Disatroni Maling, Sekolah Terbakar

SAMARINDA. Masih berusia muda. Namun sudah berani melakukan aksi kriminal. Itulah yang dilakoni dua…

Selasa, 14 Agustus 2018 21:35

Pemain Sabu di Tabang dan Kenohan Terciduk

TENGGARONG. Minggu (12/8) malam sekitar pukul 23.30 Wita, petugas Polsek Tabang dipimpin Kapolsek AKP…

Selasa, 14 Agustus 2018 21:33

Diberi Tumpangan, Malah Pilih Penjara

SAMARINDA. Air susu dibalas air tuba. Pepatah itu benar-benar pas disematkan untuk kelakuan Andry Prasetyo…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .