MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 22 Mei 2018 00:03
Berau Belum Bebas dari Bom Ikan

Bahan Dasar dari Negeri Jiran Malaysia

TANGKAP. Polairud berhasil mengamankan pelaku bom ikan berikut barang bukti di perairan Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Kendati mengalami penurunan, namun aksi bom ikan masih berlangsung di perairan Berau. Bahkan disinyalir, transaksi pembelian bahan dasar bom ikan, merakit hingga menjual hasil tangkapan dilakukan di laut, supaya luput dari pengawasan aparat.
Kapolsek Pulau Derawan Iptu Koko Djumarko menegaskan, selama ini di wilayah tugasnya sudah sepi dari aktivitas bom ikan. Masyarakat cenderung mulai memahami bahaya dan dampak negatifnya terhadap mereka sendiri.
Menurut Koko, bahan dasar bom ikan merupakan pupuk yang didapatkan dari Malaysia. Pupuk jenis tertentu ini memang tidak pernah digunakan sebagaimana manfaat aslinya, melainkan disalahgunakan sebagai bahan peledak.
“Tapi belinya juga di laut, dan bahannya nggak pernah sampai ke daratan. Mereka beli di laut, merakitnya di laut juga, jadi kami agak kesulitan mengawasi dan memantau,” ungkapnya.
Sebab ada banyak sekali kapal, perahu dan speedboat yang lalu lalang setiap hari di perairan kepulauan Derawan.
Meski demikian, jumlah pelakunya mulai berkurang jauh, serta intensitas aksi juga jauh berkurang, karena adanya pemutusan mata rantai perdagangan ikan hasil bom.
Penampung oleh pemerintah dilarang membeli atau menampung ikan hasil bom. Masyarakat juga diminta tidak membeli, agar pelaku jera, lantaran tidak bisa memasarkan hasil tangkapannya itu.
“Belakangan ini  memang sangat sepi, kalau ada mungkin jauh di tengah laut. Kami juga tidak tahu kemana hasil tangkapannya dijual, karena kalau dibawa ke darat kami awasi, makanya mereka tidak berani bawa ke darat,” jelasnya.
Upaya mencari jejak bahan peledak berupa pupuk yang berasal dari Malaysia, Koko mengaku, agak kesulitan menemukannya. Sebab plaku tidak pernah membawa bahan dasar itu kedaratan.
Selain itu, ada banyak kapal, perahu dan speed yang lalu lalang menyulitkan polisi mengamati satu persatu aktivitas di laut.
Kendati demikian Koko menambahkan, pihaknya terbantu dengan adanya patroli dan pengawasan perairan oleh Polairud dan TNI AL yang ada di Berau.
Terbukti dengan penangkapan terhadap salah seorang pelaku berinisial TS (35), Sabtu (12/5) lalu, yang kedapatan memiliki 8 botol bom ikan siap pakai, dan 1 jeriken berisi 4 liter bahan peledak yang biasa digunakan untuk bom ikan.
Di samping itu, dari kapal dan pondok yang didatangi TS saat diamankan terdapat sejumlah barang yang memang biasa digunakan pelaku bom ikan, seperti kompresor, alat dasar snorkeling, seperti fins, masker.  
“Alhamdulillah kami dibantu TNI AL yang juga rutin patroli dan juga teman-teman dari Polairud. Memang perlu kerja sama untuk memberantas aksi bom ikan ini, semoga kedepannya bisa hilang sama sekali,” tandasnya. (as/ama)


loading...

BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 00:29

DPRD Terima Banyak Keluhan

SANGATTA. Meskipun Desa Singa Gembara masuk Sangatta, namun fasilitas masih banyak dikeluhkan masyarakat.…

Selasa, 19 Juni 2018 00:38

Jangan Lupa Program Lama yang Mandek

SANGATTA. Banyak program yang tidak terealisasi akibat defisit dalam beberapa tahun. Bagi masyarakat,…

Selasa, 19 Juni 2018 00:34

Aktivis Kaltim Siap “Hambur” Jakarta

SAMARINDA. Sejumlah aktivis Kaltim yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Muda (GAM) berencana berkumpul…

Senin, 18 Juni 2018 00:02

Desak Peremajaan Armada Pemadam Kebakaran

BONTANG. DPRD Kota Bontang meminta pemerintah segera melakukan peremajaan seluruh kendaraan truk pengangkut…

Senin, 18 Juni 2018 00:01

Pengawasan Tenaga Kerja Tidak Efektif

BONTANG. Ketua Komisi I DPRD Bontang Agus Haris, menyebut persoalan ketenagakerjaan di Bontang akan…

Rabu, 13 Juni 2018 00:16

Gelar Bukber, Ketua DPRD Pilih Sambangi Ponpes

BONTANG. Ketua DPRD Bontang Nursalam memanfaatkan momen bulan suci Ramadan 1439 H untuk berbagi kebahagiaan…

Rabu, 13 Juni 2018 00:14

Dewan Perjuangkan lewat Raperda

BONTANG. Komisi III DPRD Bontang tengah menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) atas hak dan bangunan…

Selasa, 12 Juni 2018 00:47

DPRD Dukung Wujudkan Smart City

BONTANG. Komisi III DPRD Bontang meminta Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) belajar…

Selasa, 12 Juni 2018 00:46

DPRD Minta Penjualan Lem Diperketat

BONTANG. Tren kasus penyalahgunaan lem di kalangan remaja Bontang mendapat sorotan dari Komisi I DPRD…

Selasa, 12 Juni 2018 00:40

Baleg Bakal Inventarisasi Perda Mandul

BONTANG. Badan Legislatif Daerah (Balegda) DPRD Bontang sedang menginventarisir peraturan daerah (perda)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .