MANAGED BY:
SELASA
22 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 15 Mei 2018 20:32
“Pertaruhkan Nyawa, Kami Bukan Perampok!”

Ribuan Buruh Kepung Kejari Sampai Kejati

ORASI. Massa dari buruh TKBM Komura berorasi di gerbang Kejari Samarinda, kemarin (14/5).

PROKAL.CO, SAMARINDA. Ribuan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Samudera Sejahtera (Komura) mengepung Kejari Samarinda, Pengadilan Negeri (PN) Samarinda hingga Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, sejak pagi kemarin.
Sejak pukul 08.00 Wita, satu persatu buruh yang didominasi baju berwarna kuning bertuliskan Komura mulai berdatangan. Saking banyaknya jumlah mereka, keberadaan buruh memenuhi Jalan M Yamin hingga menutup separo lajur jalan.
Agar salah satu lajur tetap bisa digunakan, beberapa pengurus Komura mengarahkan para buruh tak menutup total jalan. Sementara aparat kepolisian yang memang sudah bersiaga langsung mengalihkan arus lalin. Beberapa kendaraan dari arah KH Wahid Hasyim menuju simpang Lembuswana diminta memutar balik.
Dengan membawa berbagai macam spanduk, buruh yang membawa serta keluarga mereka menuntut agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara pungli Komura objektif dalam menyita aset bernilai ratusan miliar rupiah.
“Ketua kami (Jafar Abdul Gafar, Red) dan sekretaris (Dwi Hari Winarno, Red) sudah dikriminalisasi. Kemudian sampai sekarang uang koperasi yang menjadi hak kami juga dirampas. Kembalikan hak kami,” orasi salah seorang pengurus Komura.
“Kami minta keadilan. Kami tak pernah memeras. Kami bertaruh nyawa saat bekerja. Kami bukan perampok,” timpal H Rahman, pengurus Komura yang ikut berorasi.
Delapan perwakilan Komura akhirnya dipersilakan masuk ke kantor Kejari Samarinda. Mereka diterima Kasi Pidum Zainal, Kasubagbin Romli, jaksa Agus dan Yudhi Satrityo.
“Kami minta penjelasan mengapa aset kami disita. Itu jerih payah dan titik keringat kami. Uang yang ikut disita itu di antaranya iuran wajib, simpanan pokok, hingga jaminan kesehatan kami. Kenapa itu disita,” beber pengurus Komura, Milianto atau yang lebih dikenal H Midun saat melakukan dialog.
Kemudian pengurus lain juga mengungkapkan, akibat proses hukum yang berjalan dan penyitaan uang milik koperasi, perekonomian keluarga terganggu. “1.200 anggota Komura bergantung di sini. Tolong kembalikan hak mereka. Mau makan apa anak istri mereka,” celetuk H Rahman.
Perwakilan buruh tersebut berjanji akan kembali dengan jumlah massa lebih banyak jika hak mereka tak dikembalikan. Bahkan mereka mengancam akan berlebaran di kantor Kejaksaan tersebut.
Sementara pengurus berdialog dengan pihak Kejaksaan, para buruh di luar kantor sempat menegang. Aparat kepolisian yang berjaga dan sejumlah pengurus lain coba menenangkan. Sejumlah buruh sempat mendorong pagar Kejari, namun kembali ditenangkan sebelum terjadi aksi anarkis.
Usai dari kantor Kejari Samarinda, para buruh kembali singgah dan berorasi di depan PN Samarinda yang berjarak sekitar 200 meter tersebut. “Intinya para buruh meminta penegakan hukum seadil-adilnya, serta minta kembalikan aset mereka yang ikut disita. Mereka beranggapan itu bukan milik pribadi,” urai Humas PN Samarinda, AF Joko Sutrisno kepada Sapos.
Iring-iringan kendaraan milik buruh lalu mengarah ke Kejati Kaltim di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, untuk kembali menyampaikan aspirasi mereka. Guna memastikan demo berjalan lancar dan tertib, 500 polisi gabungan diturunkan.
“Untuk jajaran Polres Samarinda kami menurunkan sekitar 400 personel ditambah Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim sebanyak 100 orang. Sejauh ini aksi ini berjalan lancar dan damai,” jelas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, didampingi Kabag Ops Kompol Dandy Ario kepada Sapos. (rin/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 01:33

Peras Guru yang Mesum dengan Siswinya, Delapan Oknum Satpol PP Diperiksa

SAMARINDA. Sukiman Saman tidak ingin menderita seorang diri di penjara. Oknum wakil kepala sekolah (wakepsek)…

Kamis, 17 Mei 2018 00:28

SAKIT HATI..!! Gagal Selingkuh, Istri Orang Ditimpas

TENGGARONG. Sakit hati kemudian dipengaruhi alkohol dari minuman keras (Miras) ditengaknya, membuat…

Rabu, 16 Mei 2018 00:38
Gegerkan Air Hitam, 2 Tahun Tak Lapor RT. Kapolda: Tak Ada Tempat Buat Teroris

Pasca Ledakan, Pria Misterius Menghilang

SAMARINDA. Siapa bilang serangkaian aksi bom bunuh diri di Surabaya tak membuat masyarakat Samarinda…

Senin, 14 Mei 2018 19:56
Luka Bakar 16 Persen, Satu Lagi Menjemput Ajal

DUUUAARRRR..!! Ledakan Tabung Gas di Kasturi Tewaskan 5 Orang

SAMARINDA. Ibarat musim gugur, satu persatu pasien korban ledakan elpiji 3 kilogram terus berguguran.…

Sabtu, 12 Mei 2018 00:27

Rampas HP, Dua Sekawan Saling Tuding

SAMARINDA. Dua sekawan, Haris (23) dan Rexy Bagus alias Eci (22), keduanya warga Kelurahan Jawa, Kecamatan…

Jumat, 11 Mei 2018 00:20

Seruduk Pejalan Kaki, Dikurung 4 Bulan

SAMARINDA. Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) mengantarkan seorang pemuda bernama Jefri Sa'abi…

Kamis, 10 Mei 2018 00:18
Kasus Pembantaian Ibu dan Anak

Pastikan Kronologis, Siapkan Reka Ulang

SAMARINDA. Guna memastikan dan melihat kronologis pembantaian sadis yang dilakukan Haisal Azuan (19)…

Rabu, 09 Mei 2018 00:42

Bini Tak Pulang Semalam karena Asyik Main di Warnet, Suami Emosi, Bonyoklah Dihajar

SAMARINDA. Emosi EK (31) memuncak. Semalaman istrinya berinisial YR tak pulang. Setelah dicari-cari,…

Selasa, 08 Mei 2018 00:27
Polisi Tunggu Hasil Autopsi Ibu dan Anak yang Dibantai Maling

Tubuh Dipenuhi Luka dan Tusukan

SAMARINDA. Perbuatan Haisal Azuan (19) benar-benar sungguh di luar batas. Aksinya membantai Lusiana…

Senin, 07 Mei 2018 00:40

Pistol Meletus, Penjudi Kocar-kacir

SAMARINDA. Suara letusan yang keluar dari moncong senjata api (senpi) milik Kapolsek Muara Badak Iptu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .