MANAGED BY:
KAMIS
22 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 15 Mei 2018 20:32
“Pertaruhkan Nyawa, Kami Bukan Perampok!”

Ribuan Buruh Kepung Kejari Sampai Kejati

ORASI. Massa dari buruh TKBM Komura berorasi di gerbang Kejari Samarinda, kemarin (14/5).

PROKAL.CO, SAMARINDA. Ribuan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Samudera Sejahtera (Komura) mengepung Kejari Samarinda, Pengadilan Negeri (PN) Samarinda hingga Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, sejak pagi kemarin.
Sejak pukul 08.00 Wita, satu persatu buruh yang didominasi baju berwarna kuning bertuliskan Komura mulai berdatangan. Saking banyaknya jumlah mereka, keberadaan buruh memenuhi Jalan M Yamin hingga menutup separo lajur jalan.
Agar salah satu lajur tetap bisa digunakan, beberapa pengurus Komura mengarahkan para buruh tak menutup total jalan. Sementara aparat kepolisian yang memang sudah bersiaga langsung mengalihkan arus lalin. Beberapa kendaraan dari arah KH Wahid Hasyim menuju simpang Lembuswana diminta memutar balik.
Dengan membawa berbagai macam spanduk, buruh yang membawa serta keluarga mereka menuntut agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara pungli Komura objektif dalam menyita aset bernilai ratusan miliar rupiah.
“Ketua kami (Jafar Abdul Gafar, Red) dan sekretaris (Dwi Hari Winarno, Red) sudah dikriminalisasi. Kemudian sampai sekarang uang koperasi yang menjadi hak kami juga dirampas. Kembalikan hak kami,” orasi salah seorang pengurus Komura.
“Kami minta keadilan. Kami tak pernah memeras. Kami bertaruh nyawa saat bekerja. Kami bukan perampok,” timpal H Rahman, pengurus Komura yang ikut berorasi.
Delapan perwakilan Komura akhirnya dipersilakan masuk ke kantor Kejari Samarinda. Mereka diterima Kasi Pidum Zainal, Kasubagbin Romli, jaksa Agus dan Yudhi Satrityo.
“Kami minta penjelasan mengapa aset kami disita. Itu jerih payah dan titik keringat kami. Uang yang ikut disita itu di antaranya iuran wajib, simpanan pokok, hingga jaminan kesehatan kami. Kenapa itu disita,” beber pengurus Komura, Milianto atau yang lebih dikenal H Midun saat melakukan dialog.
Kemudian pengurus lain juga mengungkapkan, akibat proses hukum yang berjalan dan penyitaan uang milik koperasi, perekonomian keluarga terganggu. “1.200 anggota Komura bergantung di sini. Tolong kembalikan hak mereka. Mau makan apa anak istri mereka,” celetuk H Rahman.
Perwakilan buruh tersebut berjanji akan kembali dengan jumlah massa lebih banyak jika hak mereka tak dikembalikan. Bahkan mereka mengancam akan berlebaran di kantor Kejaksaan tersebut.
Sementara pengurus berdialog dengan pihak Kejaksaan, para buruh di luar kantor sempat menegang. Aparat kepolisian yang berjaga dan sejumlah pengurus lain coba menenangkan. Sejumlah buruh sempat mendorong pagar Kejari, namun kembali ditenangkan sebelum terjadi aksi anarkis.
Usai dari kantor Kejari Samarinda, para buruh kembali singgah dan berorasi di depan PN Samarinda yang berjarak sekitar 200 meter tersebut. “Intinya para buruh meminta penegakan hukum seadil-adilnya, serta minta kembalikan aset mereka yang ikut disita. Mereka beranggapan itu bukan milik pribadi,” urai Humas PN Samarinda, AF Joko Sutrisno kepada Sapos.
Iring-iringan kendaraan milik buruh lalu mengarah ke Kejati Kaltim di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, untuk kembali menyampaikan aspirasi mereka. Guna memastikan demo berjalan lancar dan tertib, 500 polisi gabungan diturunkan.
“Untuk jajaran Polres Samarinda kami menurunkan sekitar 400 personel ditambah Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim sebanyak 100 orang. Sejauh ini aksi ini berjalan lancar dan damai,” jelas Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, didampingi Kabag Ops Kompol Dandy Ario kepada Sapos. (rin/beb)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 14:02

6 Tahun Beroperasi Tanpa Izin

SAMARINDA. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda…

Selasa, 20 November 2018 14:00

Sehari Jadian, Rela Ditiduri

SAMARINDA. Meski hanya mengenyam pendidikan hingga bangku kelas VI sekolah…

Senin, 19 November 2018 15:35

Tragedi KM 27 Loa Janan

TENGGARONG. Laju trailer atau truk gandeng bernopol KT 8657 DC…

Senin, 19 November 2018 15:31

Murka Istri Mandi Bareng Sopir

SAMARINDA. Tuntas sudah jalinan cinta segitiga yang dilakoni Yosef Niron…

Minggu, 18 November 2018 15:47

Tikam Istri Lalu Tersenyum

SAMARINDA. Warga Jalan Jakarta, Gang H Oyon, Loa Bakung, Sungai…

Minggu, 18 November 2018 15:40

Mufakat Jahat Loloskan IUP Bermasalah

SAMARINDA. Selisi data Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara yang…

Sabtu, 17 November 2018 20:04

Ketua Dewan Dijebloskan ke Rutan

SAMARINDA. Dilaporkan karena diduga melakukan penggelapan, Ketua DPRD Samarinda Alphad…

Sabtu, 17 November 2018 19:59

210 IUP Diduga Tak Terdata di Pusat

SAMARINDA. Carut marut pengelolaan aktivitas pertambangan batu bara di Kaltim…

Jumat, 16 November 2018 11:45

Curiga, KPK Sidak Batu Bara di Mahakam

SAMARINDA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun gunung guna menelusuri dugaan…

Jumat, 16 November 2018 11:41

Rumah Sepasang Lansia Terus Bergerak

SAMARINDA. Sebuah rumah di Jalan KS Tubun terpaksa dikosongkan. Pergerakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .