MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 12 Mei 2018 00:17
Tak Hafal Pancasila, Paspor Ditolak
ANEH BIN AJAIB..!! WN Malaysia, Tapi Punya KK dan KTP
TOLAK TERBITKAN PASPOR. Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, Muhammad Kacung, saat jumpa pers, kemarin.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Sesuai ketentuan dalam pengurusan paspor, Kantor Imigrasi kelas III Tanjung Redeb, baru-baru ini menolak salah seorang pemohon paspor atas nama Aripuddin. Pemohon ini tidak memiliki dokumen lengkap dan dominan memiliki keterikatan kewarganegaraan dengan Malaysia dibandingkan Indonesia. Tetapi yang bersangkutan memiliki KTP berkedudukan di Kabupaten Berau yang diterbitkan tahun 2018 ini.

Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, Muhammad Kacung, menyebutkan ada beberapa pertimbangan dan dasar penolakan menerbitkan paspor yang dimohonkan Aripudin. Selain tidak memiliki dokumen lengkap, yang bersangkutan juga tidak terdaftar di kedutaan RI di Tawau, Malaysia, di mana yang bersangkutan selama ini diketahui berada disana.  

Ditinjau dari rekam jejak Aripuddin, lebih banyak menghabiskan waktunya di Tawau daripada di Indonesia. Mulai dari lahir, hingga sekolah dilakukan di Malaysia. “Dari semua ijazah yang dia pegang semua menunjukan bahwa dia ini memiliki kewarganegaraan Malaysia, bukan Indonesia,” jelas Kacung, Jumat (11/5) kemarin.

Atas pertimbangan inilah, Imigrasi menolak memberikan paspor kepadanya. Itu karena dianggap sebagai warga negara Malaysia atau kehilangan identitasnya sebagai warga negara Indonesia. Kemungkinan lain yang bersangkutan juga kehilangan dokumen paspor yang diurus di Malaysia.

Lucunya, saat ditanya hal mendasar tentang indonesia yang bahkan oleh anak seusia sekolah dasar mengetahuinya, tidak dapat dijawab oleh Aripuddin. Seperti lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang bersangkutan tidak hafal.  ”Karena saat kami wawancara ini yang bersangkutan juga tidak bisa menyanyikan lagu Indoensia Raya, serta tidak hafal Pancasila lima dasar,” ungkap M Kacung.

Tetapi saat diminta menyanyikan lagu kebangsaan Malaysia Aripudin dengan lancar melantunkannya. Penolakan yang dilakukan pihaknya ini juga merupakan salah satu langkah dalam melakukan pengawasan bagi siapa saja yang ingin mengurus paspor, meski diketahui yang bersangkutan memiliki Kartu Keluarga (KK) serta KTP resmi. Mengenai alasan Aripudin membuat paspor ini sendiri ia terangkan, tujuannya untuk menemui saudaranya yang akan melangsungkan pernikahan di Malaysia.

“Pertama kali diketahui oleh penjaga loker,  yang mencurigai bahwa yang bersangkutan berbahasa dengan logat melayu. Saat dilakukan wawancara lebih mendalam ternyata  Kartu Keluarga (KK) serta KTP  baru  saja diurus di tahun 2018 ini. “ tambahnya.

Bahkan saat diintrogasi lebih dalam terkait dokumen resmi yang An  miliki baik dari Indonesia maupun Malaysia ia tidak memiliki sama sekali kelengkapan yang dimaksud baik dari kedutaan Republik Indonesia (RI) maupun dari Malaysia. Sebab disebutkan pada dasarnya secara resmi, untuk pengurusan paspor ini diperpanjang setiap 5 tahun sekali.

“Kami punya pedoman pengurusan parpor, jadi tidak serta merta bisa kami layani, selain kelengkapan dokumen ada hal-hal juga dan itu merupakan dasar yang kami jadikan pedoman dalam pelayanan paspor, salah satunya ya itu tadi rekam jejak yang bersangkutan, kemudian negara tujuan pernah juga diterapkan karena sesuatu hal yang prinsip,” jelasnya. (as/beb)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*