MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Jumat, 11 Mei 2018 00:12
Banyak Masyarakat Tak Tahu Kima Dilindungi
DILINDUNGI. Kima dengan mudah didapatkan di pasar tradisional di Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Di tengah ketidaktahuan masyarakat banyak terhadap satwa dilindungi, Dinas Perikanan Berau melakukan sosialisasi formal atas perlidungan pelestarian dan pemanfaatan keanekaragaman hayati khususnya satwa kerang besar atau kima.
Masyarakat diharapkan mengetahui dan mematuhi ketentuan tersebut. Keterlibatan banyak pihak dalam sosialisasi, diharapkan mampu menjadi jembatan informasi kepada masyarakat luas.
Dinas Perikanan bersama Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak dan PSDKP Tarakan juga sempat mengundang peserta dari pengusaha rumah makan, tour guide, motoris dan masyarakat setempat. Sosialisasi ini menekankan pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Kepala Dinas Perikanan Berau Fuadi mengatakan, saat ini populasi kima di perairan Berau semakin menurun. Hal ini disebabkan banyak faktor, sebagian besar penangkapan langsung untuk dikonsumsi bahkan diperjualbelikan. Dikhawatirkan kalau kondisi ini dibiarkan berlangsung maka jumlahnya akan habis.
Fuadi menegaskan antisipasi harus dilakukan sejak dini. Selain ada aturan hukum yang mengatur, membuat populasinya tetap terjaga merupakan tugas bersama yang harus dijalankan. Pemerintah daerah juga menseriusi tentang perlindungan kima yang disusun dalam bentuk peraturan daerah. “Ada disinggung itu mengenai konsumsi daging kima. Perdanya saat ini sedang digodok di DPRD,” ujarnya.
Fuadi mengatakan dari pemantauan yang dilakukan pihaknya di daerah pesisir, jumlah kima semakin menurun akibat masih maraknya perburuan. Perburuan yang dilakukan tidak berbanding lurus dengan tingkat reproduksi. Sehingga jumlahnya semakin menurun bahkan bisa habis.
“Kalau kita lihat kima ini pengembangbiakannya lama, tapi menangkapnya sangat mudah. Ini yang membuat cepat habis. Makanya keluarlah larangan tersebut,” tegasnya.
Penurunan kima disebabkan dua faktor, konsumsi pribadi, dan penjualan. Untuk konsumsi pribadi, masyarakat di pesisir telah lama menjadikan kima sebagai kuliner khas. Dinas Perikanan mengakui sebagian besar masyarakat belum mengetahui larangan perburuan kima. “Ini yang kita sosialisasikan ke masyarakat sehingga informasinya jelas,” ujar Fuadi.
Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui larangan tersebut. Terbukti adanya pedagang yang dengan bebas menjual kima baik kering maupun basah di pasar. Diharapkan dengan sosialisasi ini tidak ada lagi perdagangan bebas kima. (as/nin)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .