MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Rabu, 09 Mei 2018 00:32
“Ini Soal Nyawa, Tutup Perusahaannya!”

Investigasi Jembatan Mahakam Tertunda

DIAWASI. Plang larangan bagi kendaraan yang berbobot 8 ton ke atas untuk melintasdi Jembatan Mahakam.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tim investigasi dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang bertugas menginvestigasi Jembatan Mahakam paska ditabrak ponton telah tiba. Sayangnya, tim tersebut belum bisa bekerja. Karena masih menunggu datangnya peralatan.

Kepala Dinas PUPR Kaltim, M Taufik Fauzi mengutarakan hal itu usai berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN). “Mereka masih menunggu pengiriman alat khusus dari kementerian. Mudahan minggu ini alat sudah datang,” ujar Taufik.

Pihaknya menjelaskan, nantinya tim akan menginvestigasi serta mengevaluasi jembatan secara keseluruhan. Mulai dari pondasi, bentang tengah dan lainnya. “Mereka akan uji beban dulu. Lalu uji pondasi. Kemudian bentang tengah dan lain-lainnya,” sambung Taufik.

Sembari menunggu datangnya alat, tim masih mengumpulkan data atau informasi penting lainnya berkaitan dengan jembatan. Memang sebelum tim dari kementerian datang, BBPJN sudah melakukan investigasi awal. Hasilnya adalah beban jembatan yang dilintasi oleh kendaraan harus dibatasi.

Dinas PUPR pun membatasi maksimal bobot kendaraan yang lewat tidak boleh lebih dari 8 ton. Sebenarnya pembatasan bobot kendaraan sendiri, akunya sudah dilakukan dua tahun silam. Ketika kasus penabrakan pilar jembatan pernah terjadi sebelumnya.
“Ini untuk meyakinkan lagi agar tidak dilewati,” tambahnya.

Bahkan PUPR pun sudah memasang rambu peringatan di jalur Jembatan Mahakam.  Mengenai sanksi bagi perusahaan penabrak pilar jembatan, Taufik mengaku sepakat. Tapi upaya pelaporan hanya bisa dilakukan oleh BBPJN. Lantaran jembatan berstatus jalan nasional. “Memang harus ada sanksi. Karena sudah terlalu sering. Fender saja sudah hilang,” tukasnya.

Terkait pengamanan, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan BBPJN. Termasuk pula usulan anggaran pada 2019 untuk perbaikan jembatan. “Tapi masih dikaji dulu,” pungkasnya.  Tertabraknya fender jembatan tersebut bukan kali pertama terjadi. Hal itu pun dianggap menimbulkan keresahan bagi publik. “Kalau saya tegas. Perusahaan harus ditutup sementara,” tegas anggota Komisi III DPRD Kaltim, Safruddin beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, perusakan fasilitas publik bukan perkara remeh. Pasalnya, prosesnya pembangunan menggunakan uang negara.
“Jangan cuma menyangkut ganti rugi atau hitung-hitungan. Ini soal nyawa. Jadi yang dibutuhkan adalah sanksi tegas pada perusahaan yang mengoperasikan ponton,” tambahnya.

Diketahui, fender Jembatan Mahakam ditabrak ponton batu bara 29 April lalu. Imbasnya sempat mengakibatkan terjadinya getaran. Dinas PUPR pun langsung sigap meminta tim dari Dirjen Bina Marga melalui Balai Jalan Nasional untuk menginvestigasi. Diperkirakan biaya perbaikan memakan anggaran Rp 10 miliar hingga Rp 20 miliar. (cyn/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*