MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 17 April 2018 23:24
“Enggak Sulit Urus Dokumen”

Ada Problem Pengelolaan Aset Pemkot

KERAP DIGUGAT. Aset milik Pemkot Samarinda kerap digugat warga karena tak lengkapnya dokumen yang dimiliki. Salah satunya pada Pasar Bengkuring ini yang ingin diambil alih oleh ahli waris pemberi hibah.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pemkot Samarinda kerap digugat warganya sendiri terkait kepemilikan lahan. Kondisi ini merupakan perihal buruk. Tidak bisa dipandang sebelah mata. Dikhawatirkan akan menyulitkan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan. Anggapan pun muncul, amburadulnya pengelolaan aset ini karena ada problem internal di instansi pemkot.
Hal tersebut disampaikan oleh Akademisi Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah.
Menurutnya, banyaknya gugatan warga berkaitan dengan aset milik pemkot ini jelas menandakan tata kelola dan manajemen aset masih lemah. Atau ada problem internal yang membuat aset ini justru seolah tidak terurus. “Mestinya sejak dulu diperjelas dokumen kepemilikannya untuk menghindai sengketa,” ucap Castro, sapaan akrabnya.
Dosen Fakultas Hukum Unmul ini menambahkan, selain menghindari sengketa, dengan dokumen kepemilikan yang jelas juga bakal memudahkan pemanfaatan aset itu sendiri bagi Pemkot Samarinda. Sehingga menurutnya, banyak manfaat ketika dokumen aset memiliki dasar hukum yang jelas. “Dan saya rasa itu tak sulit untuk melengkapi dokumen kepemilikan aset jika instansi pemerintahan seperti pemkot yang langsung mengurusnya,” tuturnya.
Banyaknya aset yang tak terurus ini juga menjadi akar masalah munculnya klaim dari warga. Pasalnya, lahan hibah dari warga kepada Pemkot Samarinda kebanyakan tanpa surat perjanjian dan dibiarkan begitu saja. Alhasil ketika berganti generasi, ahli waris justru menggugat balik pemkot.
“Apalagi sering kalah karena dokumen yang tak lengkap itu. Bahayanya jika lahan yang disengketakan itu sudah berubah jadi fasilitas publik. Ini jelas merugikan,” bebernya.
Diketahui, belum lama ini lahan yang dipakai SDN 04 di Gang 8, RT 38, Jalan Cendana tiba-tiba digugat warga. Nilai gugatannya mencapai miliaran rupiah. Ahli waris meminta pemkot ganti rugi atau membeli lahan sekolah yang dibangun tahun 1975 itu. Jika tidak, maka kasus ini akan dilarikan di meja hijau. Pemkot pun tak bisa membuktikan kepemilikan lahan tersebut.
Jauh sebelumnya gugatan serupa justru dilayangkan anggota DPRD Samarinda, Chairil Usman. Pemkot diangggap tidak bisa membuktikan surat kepemilikan tanah di Jalan Rapak Indah, Kelurahan Karang Asam Ulu, Sungai Kunjang. Anggota dewan dari fraksi PDIP ini mengklaim pemkot menyerobot lahan milik orangtuanya seluas 4.356 meter persegi.
Lahan itu kemudian digunakan semenisasi jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 15 meter. Nilai gugatan mencapai Rp 18 miliar. Kini kasus itu sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda. Bagian hukum Setkot nyaris keteteran menghadapi gugatan demi gugatan di PN Samarinda.
Kembali ke Castro, menurutnya banyak warga yang melakukan gugatan terhadap aset pemkot ini menunjukkan langkah yang bagus. Pasalnya, warga makin kritis dalam memperjuangan kepentingannya. “Ini bermakna positif dalam perspektif saya, Tapi bagi saya warga juga harus melakukan gugatan sesuai dengan jalur hukum yang ada,” imbuhnya.
Mengingat dengan begini, Pemkot Samarinda juga harus berbenah terkait administrasi aset yang dikelola. Warga pun tak bisa disalahkan, karena sengketa yang terjadi dampak dari amburadulnya pencatatan aset tersebut. “Masuknya warga ke lahan yang diklaim milik pemkot, kan juga akibat pemkot yang tak cakap mengurus aset mereka sendiri,” tandasnya. (hfz/nha)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 23:18

SDA Tak Dikelola, Bisa Jadi Bom Waktu

SAMARINDA. Meski Sumber Daya Alam (SDA) seperti minyak, gas dan batu bara masih menjadi primadona di…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:23

Pemkot Cicil Utang ke Rumah Sakit

SAMARINDA. Utang Pemkot Samarinda terhadap sejumlah rumah sakit ternyata cukup besar. Totalnya mencapai…

Senin, 15 Oktober 2018 22:37

Dilema Tata Ruang dan Izin Tambang

SAMARINDA. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda sering jadi sasaran evaluasi Kementerian…

Senin, 15 Oktober 2018 00:34

Konser Amal dan Jalan Sehat Galang Dana Rp 117 Juta

SAMARINDA. Konser Amal dan Jalan Sehat “Bantu Palu dan Donggala” kerja sama Tim Samarinda…

Senin, 15 Oktober 2018 00:20

Lokasi Tes CPNS Belum Terverifikasi

SAMARINDA. Jelang penutupan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga kini Badan Kepegawaian Pendidikan…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:39

Klaim Dinas PU, Jembatan Mahakam IV Sudah 80 Persen

SAMARINDA. Di tengah cibiran dari Karang Paci –sebutan DPRD Kaltim-, Pemprov Kaltim tetap optimistis…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:59

Samarinda Komitmen, Dijawab dengan MPP

PALANGKA RAYA. Sebanyak 9 wali kota di regional Kalimantan berkumpul di Palangka Raya dalam Rapat Kerja…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:58

Sumbang Rp 25 Juta untuk Korban Palu

SAMARINDA. Sekretaris Kota (Sekkot) Samarida, Sugeng Chairuddin memberikan apresiasi khusus kepada seluruh…

Kamis, 11 Oktober 2018 00:21

Tauladan si Penggagas Inovasi

SOSOKNYA sudah sangat familiar di jajaran Pemerintah Kota Samarinda. Dikenal luwes. Mudah bergaul. Gemar…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:13

Perbaikan Runway Capai 98 Persen

SAMARINDA. Persiapan demi persiapan terus dilakukan Pemprov Kaltim untuk menyambut kedatangan Presiden…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .