MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 17 April 2018 23:24
“Enggak Sulit Urus Dokumen”

Ada Problem Pengelolaan Aset Pemkot

KERAP DIGUGAT. Aset milik Pemkot Samarinda kerap digugat warga karena tak lengkapnya dokumen yang dimiliki. Salah satunya pada Pasar Bengkuring ini yang ingin diambil alih oleh ahli waris pemberi hibah.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pemkot Samarinda kerap digugat warganya sendiri terkait kepemilikan lahan. Kondisi ini merupakan perihal buruk. Tidak bisa dipandang sebelah mata. Dikhawatirkan akan menyulitkan pemerintah dalam menjalankan program pembangunan. Anggapan pun muncul, amburadulnya pengelolaan aset ini karena ada problem internal di instansi pemkot.
Hal tersebut disampaikan oleh Akademisi Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah.
Menurutnya, banyaknya gugatan warga berkaitan dengan aset milik pemkot ini jelas menandakan tata kelola dan manajemen aset masih lemah. Atau ada problem internal yang membuat aset ini justru seolah tidak terurus. “Mestinya sejak dulu diperjelas dokumen kepemilikannya untuk menghindai sengketa,” ucap Castro, sapaan akrabnya.
Dosen Fakultas Hukum Unmul ini menambahkan, selain menghindari sengketa, dengan dokumen kepemilikan yang jelas juga bakal memudahkan pemanfaatan aset itu sendiri bagi Pemkot Samarinda. Sehingga menurutnya, banyak manfaat ketika dokumen aset memiliki dasar hukum yang jelas. “Dan saya rasa itu tak sulit untuk melengkapi dokumen kepemilikan aset jika instansi pemerintahan seperti pemkot yang langsung mengurusnya,” tuturnya.
Banyaknya aset yang tak terurus ini juga menjadi akar masalah munculnya klaim dari warga. Pasalnya, lahan hibah dari warga kepada Pemkot Samarinda kebanyakan tanpa surat perjanjian dan dibiarkan begitu saja. Alhasil ketika berganti generasi, ahli waris justru menggugat balik pemkot.
“Apalagi sering kalah karena dokumen yang tak lengkap itu. Bahayanya jika lahan yang disengketakan itu sudah berubah jadi fasilitas publik. Ini jelas merugikan,” bebernya.
Diketahui, belum lama ini lahan yang dipakai SDN 04 di Gang 8, RT 38, Jalan Cendana tiba-tiba digugat warga. Nilai gugatannya mencapai miliaran rupiah. Ahli waris meminta pemkot ganti rugi atau membeli lahan sekolah yang dibangun tahun 1975 itu. Jika tidak, maka kasus ini akan dilarikan di meja hijau. Pemkot pun tak bisa membuktikan kepemilikan lahan tersebut.
Jauh sebelumnya gugatan serupa justru dilayangkan anggota DPRD Samarinda, Chairil Usman. Pemkot diangggap tidak bisa membuktikan surat kepemilikan tanah di Jalan Rapak Indah, Kelurahan Karang Asam Ulu, Sungai Kunjang. Anggota dewan dari fraksi PDIP ini mengklaim pemkot menyerobot lahan milik orangtuanya seluas 4.356 meter persegi.
Lahan itu kemudian digunakan semenisasi jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 15 meter. Nilai gugatan mencapai Rp 18 miliar. Kini kasus itu sedang bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda. Bagian hukum Setkot nyaris keteteran menghadapi gugatan demi gugatan di PN Samarinda.
Kembali ke Castro, menurutnya banyak warga yang melakukan gugatan terhadap aset pemkot ini menunjukkan langkah yang bagus. Pasalnya, warga makin kritis dalam memperjuangan kepentingannya. “Ini bermakna positif dalam perspektif saya, Tapi bagi saya warga juga harus melakukan gugatan sesuai dengan jalur hukum yang ada,” imbuhnya.
Mengingat dengan begini, Pemkot Samarinda juga harus berbenah terkait administrasi aset yang dikelola. Warga pun tak bisa disalahkan, karena sengketa yang terjadi dampak dari amburadulnya pencatatan aset tersebut. “Masuknya warga ke lahan yang diklaim milik pemkot, kan juga akibat pemkot yang tak cakap mengurus aset mereka sendiri,” tandasnya. (hfz/nha)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 21:02

Janjikan Produktif sampai Akhir Jabatan

SAMARINDA. Beragam cara bisa dilakukan untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Salah satunya…

Sabtu, 18 Agustus 2018 21:00

Sebelum Tidur Push Up dan Angkat Batu Bata

Di balik kesuksesan upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran anak bangsa…

Sabtu, 18 Agustus 2018 20:58

Merah Putih Berkibar di Jembatan Kembar

SAMARINDA. Pengibaran bendera merah putih di Kota Tepian tak hanya dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera…

Jumat, 17 Agustus 2018 21:38

Lapas Dipindahkan, Lokasi Dijadikan Lapangan

SAMARINDA. Konflik antara warga dengan Pemprov Kaltim terkait pembangunan masjid di eks Lapangan Kinibalu…

Kamis, 16 Agustus 2018 23:44

Deklarasi Bebas Anjal-Gepeng

SAMARINDA. Anak jalanan dan gelandangan pengemis (anjal-gepeng) merupakan salah satu persoalan sosial…

Kamis, 16 Agustus 2018 23:41

Meiliana Didorong Bertarung di Pilwali

SAMARINDA. Loyalitas dan pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap bangsa tak boleh dibatasi umur.…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:25

Pemkot Bikin Surat Edaran ke Pedagang, Ayam Harus Dijual Begini....

SAMARINDA. Belum lama ini Pemkot Samarinda mengeluarkan aturan berupa surat edaran agar pedagang ayam…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:24

Jaang Apresiasi Kegiatan World Clean Up Day

SAMARINDA. Indonesia menempati posisi ke dua di dunia setelah Tiongkok dalam hal penyumbang sampah.…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:23

Awang Tolak Tim Transisi Isran-Hadi

SAMARINDA. Pasca ditetapkannya Isran Noor dan Hadi Mulyadi sebagai pemenang Pilgub Kaltim, ada jeda…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:22

Dua Aset Jadi Temuan BPK

SAMARINDA. Meski mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Kaltim, Pemkot…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .