MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 01 Maret 2018 20:53
Kehilangan Narasumber Andalan

Oleh: Abdurrahman Amin *)

PROKAL.CO, 100 tahun akan datang, Kaltim akan kesulitan mencari sosok pengganti Nusyirwan Ismail. Salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki Benua Etam. Pribadi yang kemampuannya sangat kompleks. Perpaduan tiga kecerdasan sekaligus: intelektual, emosional dan spiritual. Juga perpaduan tiga profesi sekaligus: birokrat, akademisi dan politisi.
Tak berlebihan memang. Karena faktanya, Pak Nus –sapaannya- memang masih aktif sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi. Kariernya di dunia akademis pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus (Untag) Samarinda.
Di birokrat, puncak kariernya sebagai Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) Kaltim dan Asisten II Setprov Kaltim. Juga pernah sebagai Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim. Di bidang politik, dia juga pernah menjadi kandidat calon gubernur pada Pilgub 2008 silam. Dan sebagai wakil wali kota Samarinda dua periode. Bahkan menjelang hingga akhir hayatnya, dia masih tercatat sebagai calon wakil gubernur Kaltim nomor urut 1 yang akan berkompetisi pada Pilgub 27 Juni 2018 mendatang.
Meski lahir dari keluarga berada, Nusyirwan kecil bukanlah sosok manja. Baginya, pendidikan tetap yang utama. Siapa yang tak mengenal keluarga Haji Darjad –ayah dari ibunya Hj Siti Zaenab. Konglomerat Samarinda di era 50-an hingga akhir 80-an. Bahkan disebut-sebut keluarga pertama yang memiliki kendaraan roda empat di Kota Tepian.
Terlahir sebagai anak tunggal, Nusyirwan memiliki ambisi yang besar dalam mewujudkan impiannya. Menamatkan sekolah dasar, menengah pertama hingga menengah atas di Samarinda, Nusyirwan melanjutkan pendidikan di Institut Teknologi Surabaya (ITS). Setelah titel insinyur diraih, Nusyirwan mengabdi di Departemen Perindustrian (sebelum otonomi). 17 tahun kemudian di awal diterapkannya otonomi daerah, di instansi yang sama, Nusyirwan berada di puncak karier. Dia diangkat sebagai Kepala Disperindagkop. Lalu oleh gubernur Suwarna AF, dia diangkat menjadi asiten II Setprov Kaltim.
Nusyirwan bisa dibilang satu dari sedikit pejabat di Kaltim yang memiliki wawasan luas. Penguasaannya terhadap permasalahan di Kaltim sangat kompleks. Hampir tidak ada yang tak dikuasainya ketika diajak berdiskusi tentang Kaltim. Bagi para pemburu berita, Nusyirwan adalah sosok yang ideal. Kalangan wartawan pasti merasa kehilangan dengan sosoknya.
Samarinda Pos khususnya, memang menjadikan Nusyirwan salah satu narasumber andalan. Baik saat masih duduk sebagai pejabat di lingkungan Pemprov Kaltim, lebih-lebih ketika duduk di kursi wakil wali kota Samarinda.
Bahasannya sangat elegan. Mudah dimengerti. Meskipun terkadang diselipi istilah-istilah ilmiah. Penguasaan terhadap isu ekonomi daerah hingga masalah lingkungan juga tiada bandingannya.
Mewawancarainya selama 2 jam sepertinya kurang. Berarti Anda sudah memiliki banyak stok berita. Mendengarkan ocehannya setara masuk di kelas dengan mata kuliah 3 SKS. Bibirnya seolah tak pernah berhenti bicara. Bahkan, pertanyaan yang kerap dilontarkan wartawan pun terkadang tak ada artinya. Pasti “dimakan” dengan argumen-argumennya. Berikut penjelasannya secara detail. Di kepalanya seperti tertempel banyak data-data penting. Data tentang apa saja terkait pembangunan daerah. Dari hal yang terkecil sampai hal yang besar. Dari hal yang remeh-temeh, sampai hal yang penting.
Dia tidak seperti kebanyakan politisi yang sangat hati-hati dalam memberikan penjelasan. Sangat los. Sangat tulus. Karena memang tidak ada yang perlu ditutupinya. Dia memang sebagai politisi. Tapi dia adalah sosok yang bebas. Bebas dari apapun. Bebas dari kepentingan apapun. Bebas dari tekanan apapun.
Terlepas dari kebebasannya sebagai politisi, Nusyirwan tetap menjaga kesantunannya. Selalu mengumbar senyum. Kendati pun pertanyaan yang dilontarkan wartawan kerap menyudutkannya. Pembawaannya selalu tenang. Meskipun isu yang dijawab sangat sensitif. Pendeknya, bagi kami para pemburu berita, sosok Nusyirwan tak pernah mengecewakan.
Wajar jika dia bebas. Nusyirwan memang dikenal jujur dan lurus. 7 tahun menjadi wakil wali kota Samarinda, dirinya mungkin salah satu, atau mungkin satu-satunya, pejabat setingkat kepala daerah di Kaltim yang tak pernah bersentuhan dengan isu hukum. Dia sosok yang bersih dari segala hal. Bersihnya itu dilihat dari kesederhanaannya. Bahkan, selama ini yang kami kenal dia tak memiliki rumah pribadi. Rumah di Jalan Basuki Rahmat adalah peninggalan orangtuanya. Sedangkan yang di Jalan M Yamin adalah rumah dinas. Mungkin dia punya rumah selain itu? Tapi rasanya tidak. Karena berdasarkan laporan hasil kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), dia merupakan calon yang paling “miskin” di antara 7 tokoh lainnya yang berkompetisi di Pilgub Kaltim 2018. Dengan total aset tak lebih dari Rp 600 juta.
Sosok Nusyirwan semakin menjadi magnet bagi wartawan. Karena kiprahnya di dunia politik penuh dengan kejutan -kalau tidak mau dibilang kontroversial. Keputusannya kerap dianggap blunder. Tapi tak jarang juga yang menganggapnya sebagai sosok misterius.
Anda masih ingat ketika secara mengejutkan PDIP mengusungnya sebagai cagub. Dia menyingkirkan dua atasannya sekaligus. Gubernur Yurnalis Ngayoh dan Sekprov Syaiful Teteng.
Gagal di Pilgub 2008, Nusyirwan dianggap memiliki modal menang untuk berkompetisi di Pilwali Samarinda 2010. Tapi keputusan mengejutkan diambil. Dia memilih menjadi wakil Syaharie Jaang. Ternyata pilihannya tidak salah. Pasangan yang dikenal dengan slogan Jaanur ini menang. Padahal saat itu kompetisi cukup sengit. Ada dua politisi senior yang mereka sisihkan. Andi Harun dan Ipong Muchlissoni dengan pasangannya masing-masing.
Pilwali 2015 mungkin menjadi akhir Jaanur. Di awal-awal Nusyirwan bahkan sudah sibuk-sibuk mengkampanyekan dirinya untuk maju sebagai calon wali kota sekaligus bersaing dengan Syaharie Jaang. Sejumlah partai sudah dilobi. Beberapa tokoh yang bersedia menjadi wakil pun sudah dikaitkan dengannya. Tapi kejutan kembali terjadi. Di detik-detik akhir dia justru kembali bersedia menjadi pendamping Jaang. Jadilah Pilwali Samarinda 2015 sangat tidak menarik. Karena kekuatan Jaanur Jilid II sangat dominan.
Menjelang akhir hayatnya, kejutan kembali dilakukan. Nusyirwan justru maju sebagai calon wakil gubernur berpasangan dengan Sofyan Hasdam. Keduanya diusung Partai Golkar dan Partai NasDem. Banyak yang menyayangkan keputusan Nusyirwan. Tak terkecuali orang-orang dekatnya di lingkungan balai kota. Karena dia harus bersaing dengan Jaang. Orang-orang yang menyayangkan sikapnya itu, meminta Nusyirwan membantu Jaang meraih kursi Kaltim 1. Secara tidak langsung juga memuluskan jalannya sebagai wali kota Samarinda.
Tapi Tuhan berkehendak lain. Nusyirwan dipanggilNya sebelum dia benar-benar memasuki waktu kompetisi sesungguhnya di Pilgub Kaltim.
Dia wafat di puncak ketenarannya…
Dia wafat saat semua orang menghormatinya...
Dia wafat saat semua pendukungnya merapatkan barisan untuk memenangkannya...
Dia pun wafat saat seluruh pesaingnya mulai segan dan menghargainya…
Selamat jalan Pak Nus…
Saya persaksikan Pak Nus orang baik...
Insya Allah Khusnul Khatimah…
Amin ya rabbal alamin… ([email protected])

*) Pemimpin Redaksi Samarinda Pos

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 21:09

Usul Pengangkatan Honorer Satu Pintu

BONTANG. Pegawai honorer di lingkungan Pemkot Bontang tak mendapat pengakuan pemerintah pusat. Pasalnya,…

Rabu, 17 Oktober 2018 21:08

DPRD Minta Peran Aktif Orangtua

BONTANG. Kasus kenakalan remaja di Kota Bontang belum juga bisa dihilangkan. Remaja pecandu lem, minuman…

Rabu, 17 Oktober 2018 21:06

DPRD Soroti Keseriusan Pemkot

BONTANG. Angka penggangguran terbuka di Bontang yang mencapai 9 ribu orang mendapat sorotan dari DPRD.…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:36

Komisi I Usul Napi Ditanggung BPJS

BONTANG. Komisi I DPRD Bontang prihatin dengan warga Bontang yang menjalani masa hukuman tanpa jaminan…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:35

Komisi II Desak RUPS BME

BONTANG. Ketua Komisi II DPRD Bontang, Ubayya Bengawan mendesak pemerintah dan komisaris PT Bontang…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:35

DPRD Usul Bangun Sentral Industri

BONTANG. Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang menggelar Rapat Kerja dengan Badan…

Senin, 15 Oktober 2018 23:33

Legislator Kawal Penertiban Pasar Rawa Indah

BONTANG Komisi II DPRD Bontang Ubayya Bengawan menyatakan pihaknya akan mengawal terus progres penertiban…

Senin, 15 Oktober 2018 23:33

Komisi I Tolak Draft Perda Nomer 9

BONTANG. DPRD Bontang dengan tegas menolak draf revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2015 yang…

Senin, 15 Oktober 2018 23:32

DPRD Pertanyakan Rencana Rekrutmen P3K

BONTANG. Komisi I DPRD Bontang menggelar rapat kerja terkait rencana rekrutmen pegawai pemerintah dengan…

Kamis, 11 Oktober 2018 00:15

Disdik Kaltim Kumpulkan Dana Rp 700 Juta

KEPEDULIAN masyarakat Kaltim untuk korban bencana memang patut diacungi jempol. Dari kumpulan dana SMK/SMA…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .