MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Senin, 26 Februari 2018 20:37
Imigrasi Amankan 3 WN Filipina

Masuk Wilayah Berau Tanpa Dokumen

DIPERIKSA. Kepala Kantor Imigrasi Klas III Tanjung Redeb Muhammad Kacung menginterogasi tiga warga negara (WN) Filipina yang diamankan karena masuk wilayah perairan Berau tanpa izin.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Kantor Imigrasi Klas III Tanjung Redeb tengah melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Filipina di Manado. Upaya konfirmasi menyangkut pengamanan 3 Warga Negara Asing (WNA) yang mengaku berasal dari Filipina. Imigrasi telah menerima pelimpahan ketiganya dari Polres Berau.
Kepala Imigrasi Tanjung Redeb Muhammad Kacung menyebutkan, pelimpahan diterima pada Sabtu (24/2) dan langsung diproses untuk mencocokkan data diri ketiga WNA dengan Konjen Filipina.
“Kami begitu dapat pelimpahan langsung menghubungi Konsulat Jenderal Filipina yang ada di Manado, juga melakukan pemeriksaan terhadap ketiga orang ini,” jelasnya, Minggu (25/2).
WNA atas nama Bilibilalan (51), Saleh (43) dan Arbin (21) saat ini berada di Kantor Imigrasi Tanjung Redeb untuk menjalani pemeriksaan, mengingat saat pertama kali diamankan di Pulau Maratua, mengaku berasal dari Filipina.
Imigrasi, jelas Muhammad, memeriksa data diri sesuai pengakuan ketiganya untuk kemudian data tersebut disampaikan ke Konjen Filipina untuk dicocokkan. Setelah mendapat konfirmasi terkait data diri dan dinyatakan benar warga Filipina, Imigrasi baru dapat menentukan langkah selanjutnya.
“Kalau sudah jelas baru bisa kita proses untuk deportasi ke negara asal,” lanjutnya. Sehingga proses pemeriksaan dan deportasi tergantung dari seberapa cepat Konjen Filipina mengkonfirmasi keabsahan data diri ketiganya yang mengaku terpaksa merapat ke Pulau Maratua karena mengalami kerusakan mesin kapal saat berlayar.
Dijelaskan juga, pihaknya akan segera melayangkan data diri ketiganya ke Konjen Filipina. Pemeriksaan awal ketiganya mengaku berasal dari Filipina, berlayar menuju Bungon yang berada di Pulau Lamun, Filipina.
Ketiga WNA tersebut menggunakan kapal buatan Filipina dengan dua mesin kecil dan satu besar. Saat di perairan lepas ketiganya diterpa hujan dan angin kencang dalam kondisi mengalami kerusakan mesin kapal. Dalam posisi sulit itu, mereka kemudian mencari daratan terdekat untuk merapat.
Kemudian melihat Pulau Maratua lalu merapat. Saat merapat di Nouri Resort, Pulau maratua, ketiganya dalam kondisi kelaparan karena kehabisan bekal dan air minum. Untuk bertahan hidup, mereka hanya mengandalkan air hujan setelah 4 hari terombang ambing di laut.
Dari informasi yang diberikan, Bilibilalan hendak mengantarkan 2 anak buahnya yakni Saleh dan Arbin ke Bungo dengan waktu tempuh sehari semalam, namun mengalami kerusakan mesin kapal besar mereka. Untuk bertahan terpaksa mengandalkan 2 mesin dari perahu kecil yang dibawa serta. (as/nin)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .