MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Kamis, 22 Februari 2018 21:16
29 Taksi Online Terjaring Razia

Deadline Operasi Simpatik, Dishub Evaluasi

STIKER WAJIB. Kepala Dishub Kaltim, Salman Lumoindong menunjukkan stiker yang wajib digunakan angkutan online.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Untuk kesekian kalinya Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim menemukan angkutan online yang beroperasi tanpa mengantongi izin lengkap. Dishub pun kembali memanggil pihak terkait untuk membahas persoalan ini guna mencegah terjadinya gesekan di lapangan.
Kepala Dishub Kaltim, Salman Lumoindong mengutarakan selama Februari ini telah lakukan tiga kali operasi simpatik. Yakni di Big Mall, Mal Lembuswana, dan UPT Bahasa Unmul. Hasilnya Dishub berhasil menjaring 29 kendaraan online belum berizin. Kendaraan tersebut berasal dari Go Car dan Grab Car. Pelanggaran yang dimaksud adalah tidak terpasangnya stiker angkutan Sewa khusus (ASK), kemudian kendaraan belum melakukan uji KIR, serta pengemudi tidak menggunakan SIM A Umum. Dishub juga menemukan banyak pengemudi tidak dilengkapi kartu pengawasan ASK dan kendaraan belum tergabung dengan badan usaha atau koperasi resmi.
Berdasar hal itu, kemarin Dishub mempertemukan semua pihak untuk membahas hal ini menjelang deadline atau batas waktu akhir bulan ini. “Ini juga bagian dari evaluasi kami selama operasi simpatik hingga 28 Februari ini,” kata Salman di Kantor Dishub Kaltim kemarin. Pihaknya mengatakan operasi simpatik dilakukan berdasarkan Permen Perhubungan nomor: PM 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Kemudian edaran surat dari Dirjen Perhubungan Darat Nomor : SK.569/AJ.202/DRJD/2018 tentang Tata Cara Pengawasan Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Pada Jenis Pelayanan Angkutan Sewa Khusus. Dijelaskan selama kendaraan online belum memenuhi persyaratan sampai batas waktu yang ditentukan, pemerintah tidak boleh lakukan penindakan.
Salman juga menyinggung rencana pembatasan areal atau zonasi merah, yaitu kendaraan online diharamkan beroperasi di zona tersebut. “Mereka ini kan statusnya ilegal, jadinya semua adalah zona merah. Makanya kami minta lengkapi dulu semua persyaratan agar tidak terjadi gesekan antara yang konvensional dengan umum ,” tegasnya.
Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Samarinda Fadel Balher mengakui masih ada driver yang belum melengkapi izin. Pihaknya pun kini sedang berbenah melengkapi perizinan yang diminta. Terkait penerapan zona merah, pihaknya kurang sependapat. Titik yang menjadi zona merah itu adalah Terminal Lempake dan Sungai Kunjang, kemudian Big Mall, Mal Lembuswana, dan Samarinda Central Plaza. Fadel menjelaskan ketentuan adalah kesepakatan antara kendaraan konvensional dengan driver online roda dua (R2) tahun lalu. “Bukan R4. Tapi demi menghindari konflik dan gesekan, ya kami pilih mengalah,” keluhnya.
Tapi zona merah itu boleh dilanggar asalkan driver online sudah melengkapi semua persyaratan. “Seperti ASK, SIM khusus dan lainnya. Nanti sambil menunggu perkembangan selanjutnya,” tambahya. Terkait masih banyaknya driver online beroperasi tanpa izin, pihaknya meminta pengertian. Driver akan tetap operasi sambil melengkapi aturan. “Bukan berarti kami bebas begitu saja, tapi semua proses izin sedang berjalan sekarang,” pungkasnya. (cyn/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .