MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Kamis, 22 Februari 2018 21:15
Dihukum 12 Bulan, Didenda Rp 50 Juta

Terlibat Korupsi, KPA SPAM Susul Kolega Masuk Bui

SUSUL MASUK BUI. KPA Proyek SPAM Sungai Kapih Mahyudin saat bersaksi dalam persidangan korupsi yang sama dengannya. Mahyudin dianggap terlibat dan dijebloskan ke bui selama setahun.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tuntas sudah proses hukum para koruptor maupun pihak yang dianggap terlibat dalam kasus Proyek Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Sungai Kapih. Terdakwa terakhir divonis sore kemarin.
Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) proyek, Mahyudin divonis setahun penjara ditambah diharuskan membayar denda Rp 50 juta subsider sebulan kurungan penjara. Vonis yang didapat Mahyudin sama dengan tiga orang lainnya, yang dianggap melakukan dan terlibat dalam korupsi tersebut.
Mereka adalah Konsultan Proyek Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Sungai Kapih, Erwin Darmawan ST, Samuel C Herland (Direktur PT Cahaya Pengajaran Abadi, kontraktor pelaksana) dan Syaifullah selaku selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Cipta Karya.
Meski dituntut Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) penjara selama 4,5 tahun karena terbukti melanggar pasal pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 dalam dakwaan primair, namun nyatanya majelis hakim dipimpin Joni Kondolele sependapat dengan majelis hakim lainnya yang menyidangkan Samuel Cs.
Hakim malah berpendapat perbuatan Mahyudin justru melanggar pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 dalam dakwaan subsidair.
“Terdakwa (Mahyudin, Red) memudahkan terdakwa lain yang merupakan kontraktor (Herland, Red) melakukan perbuatan melanggar hukum. Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa merugikan negara,” ujar majelis hakim saat membacakan salah satu petikan pertimbangan vonis Mahyudin.
Atas vonis tersebut, Mahyudin dan kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir. JPU Dony, juga menyatakan pikir-pikir, apakah mengajukan banding atau tidak.
Mahyudin terseret dalam pusaran dugaan kasus korupsi proyek SPAM tahun anggaran 2013, senilai Rp 77,8 miliar. Perbuatan Mahyudin dianggap memuluskan perbuatan Herland dan Syaifulllah hingga mengakibatkan negara mengalami kerugian Rp 2,6 miliar.
Dalam kasus tersebut Pemkot Samarinda melakukan kelebihan bayar kepada rekanan. Syaifullah, Mahyudin dan Erwin dianggap tak melakukan tugas mereka sebagaimana mestinya. Sehingga akhirnya pembayaran yang dilakukan pemkot tak sesuai dengan kemajuan pekerjaan pengadaan proyek SPAM Sungai Kapih tersebut. Dalam penyelidikan yang dilakukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda, terdapat adendum atau perubahan kontrak. Awalnya waktu pengerjaan proyek dimulakan sejak 27 September 2012 hingga 25 Maret 2014, dengan 180 hari masa perawatan. Tapi setelah adendum batas akhir pengerjaan diundur hingga 2 Agustus 2014. Pekerjaan pun rampung pada 24 Juli 2014. Pemkot kemudian membayar atas realisasi pekerjaan yang dinilai telah 100 persen.
Sesuai kesepakatan, pembayaran yang diberikan hanya 95 persen dari total kontrak. Sisanya 5 persen dibayar selepas masa pemeliharaan rampung. Dari penyidikan terungkap ada dua indikasi penyimpangan. Pertama, kelebihan bayar pemkot dari realisasi pekerjaan. Lalu, kekurangan volume pekerjaan instalasi pengolahan air minum. (rin)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:15

Parit Baru 800 Meter di Bayur

<p>SAMARINDA. Jalan Padat Karya kawasan Bayur kini memiliki parit baru. Saat ini pembuatan parit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*