MANAGED BY:
RABU
23 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 20 Februari 2018 17:02
Terus Mengancam, Difteri Masih KLB

Temukan Satu Pasien Suspect

PROKAL.CO, SAMARINDA. Status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Kota Tepian belum dicabut. Pasalnya, pekan lalu Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda masih menemukan satu pasien suspect (terduga) difteri.

Hal itu diungkap pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Samarinda, Rustam. Menurutnya, sepanjang masih ada pasien suspect difteri, berat kemungkinan status KLB dicabut. “Sekitar Jumat (16/2) lalu ada suspect satu dirawat di rumah sakit. Ini masih kami telusuri apakah betul-betul difteri atau tidak,” katanya. Dengan kata lain pihaknya masih menunggu hasil rekam medis dari rumah sakit. Meski demikian pihaknya tetap berharap hasil rekam medis tersebut adalah negatif. “Supaya KLB bisa kami cabut,” tambahnya.

Rustam juga menambahkan, Dinkes mendapatkan anggaran darurat bencana dari Pemkot Samarinda sebesar Rp 500 juta. Anggaran itu digunakan untuk sejumlah keperluan. Mulai dari akomodasi petugas medis dari Dinkes, biaya rumah sakit, sampai pemusnahan sampah medis. “Makan dan minum petugas kami juga perlu. Perkiraan kami anggaran Rp 500 juta tidak habis. Kalau memang enggak habis, ya kami kembalikan,” tukasnya.

Rencananya dalam waktu dekat Dinkes akan rapat koordinasi untuk membahas hal ini. Termasuk kembali mempertanyakan status pasien suspect difteri tersebut. Tentu hal ini akan memakan waktu yang lama. Pasalnya untuk mengetahui apakah pasien positif difteri atau tidak, minimal butuh waktu dua minggu dari hasil uji laboratorium. “Saya juga baru dapat WA (Whatsapp) dari anak-anak. Makanya nanti mau rapat dulu sekalian menelusuri hasil medisnya,” sambung Rustam.

Mengenai vaksin sendiri masih tetap berjalan, namun tidak bisa merata. Alasannya stok vaksin terbatas. “Usia 19 tahun ke bawah tidak bisa ORI se-Samarinda. Hanya sekolah tertentu saja, sebab stok vaksin juga terbatas,” imbuh Rustam.

Sebelumnya Dinkes juga menetapkan status Samarinda dalam tahap transisi pemulihan KLB difteri. Alasannya karena pasien suspect difteri berkurang. Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda dr Osa Rafshodia penetapan itu bukan tanpa alasan. Pihaknya mengatakan vaksinasi difteri sudah dilakukan di semua titik. Rinciannya 7 kelurahan dan 69 sekolah sudah lakukan vaksinasi. “Laporan per 2 Februari jumlah penderita rawap inap yang positif nol, sedangkan yang negatif hanya dua orang,” katanya. Adapun jumlah penderita yang pulang atau sembuh berjumlah 99 orang.  

Osa pun membeber perkembangan vaksinasi dan jumlah pengidap difteri mulai awal tahun ini. Pada 29 Januari sebanyak 312 bayi dan anak di bawah tujuh tahun sudah divaksin. Kemudian per 30 Januari 512 bayi dan anak yang divaksin. Termasuk GICD (gerakan imunisasi cegah difteri) di empat kelurahan yakni Bandara, Temindung Permai, Gunung Kelua dan Gunung Lingai. Kemudian dilakukan pula GICD di SMAN 1 dengan 1.307 siswa yang divaksin. Sehingga total vaksinasi hingga 30 Januari sebanyak 77.111 orang se-Samarinda. (cyn/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 01:33

Peras Guru yang Mesum dengan Siswinya, Delapan Oknum Satpol PP Diperiksa

SAMARINDA. Sukiman Saman tidak ingin menderita seorang diri di penjara. Oknum wakil kepala sekolah (wakepsek)…

Kamis, 17 Mei 2018 00:28

SAKIT HATI..!! Gagal Selingkuh, Istri Orang Ditimpas

TENGGARONG. Sakit hati kemudian dipengaruhi alkohol dari minuman keras (Miras) ditengaknya, membuat…

Rabu, 16 Mei 2018 00:38
Gegerkan Air Hitam, 2 Tahun Tak Lapor RT. Kapolda: Tak Ada Tempat Buat Teroris

Pasca Ledakan, Pria Misterius Menghilang

SAMARINDA. Siapa bilang serangkaian aksi bom bunuh diri di Surabaya tak membuat masyarakat Samarinda…

Selasa, 15 Mei 2018 20:32

“Pertaruhkan Nyawa, Kami Bukan Perampok!”

SAMARINDA. Ribuan buruh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Samudera Sejahtera (Komura)…

Senin, 14 Mei 2018 19:56
Luka Bakar 16 Persen, Satu Lagi Menjemput Ajal

DUUUAARRRR..!! Ledakan Tabung Gas di Kasturi Tewaskan 5 Orang

SAMARINDA. Ibarat musim gugur, satu persatu pasien korban ledakan elpiji 3 kilogram terus berguguran.…

Sabtu, 12 Mei 2018 00:27

Rampas HP, Dua Sekawan Saling Tuding

SAMARINDA. Dua sekawan, Haris (23) dan Rexy Bagus alias Eci (22), keduanya warga Kelurahan Jawa, Kecamatan…

Jumat, 11 Mei 2018 00:20

Seruduk Pejalan Kaki, Dikurung 4 Bulan

SAMARINDA. Kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) mengantarkan seorang pemuda bernama Jefri Sa'abi…

Kamis, 10 Mei 2018 00:18
Kasus Pembantaian Ibu dan Anak

Pastikan Kronologis, Siapkan Reka Ulang

SAMARINDA. Guna memastikan dan melihat kronologis pembantaian sadis yang dilakukan Haisal Azuan (19)…

Rabu, 09 Mei 2018 00:42

Bini Tak Pulang Semalam karena Asyik Main di Warnet, Suami Emosi, Bonyoklah Dihajar

SAMARINDA. Emosi EK (31) memuncak. Semalaman istrinya berinisial YR tak pulang. Setelah dicari-cari,…

Selasa, 08 Mei 2018 00:27
Polisi Tunggu Hasil Autopsi Ibu dan Anak yang Dibantai Maling

Tubuh Dipenuhi Luka dan Tusukan

SAMARINDA. Perbuatan Haisal Azuan (19) benar-benar sungguh di luar batas. Aksinya membantai Lusiana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .