MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 20 Februari 2018 17:02
Terus Mengancam, Difteri Masih KLB

Temukan Satu Pasien Suspect

PROKAL.CO, SAMARINDA. Status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Kota Tepian belum dicabut. Pasalnya, pekan lalu Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda masih menemukan satu pasien suspect (terduga) difteri.

Hal itu diungkap pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Samarinda, Rustam. Menurutnya, sepanjang masih ada pasien suspect difteri, berat kemungkinan status KLB dicabut. “Sekitar Jumat (16/2) lalu ada suspect satu dirawat di rumah sakit. Ini masih kami telusuri apakah betul-betul difteri atau tidak,” katanya. Dengan kata lain pihaknya masih menunggu hasil rekam medis dari rumah sakit. Meski demikian pihaknya tetap berharap hasil rekam medis tersebut adalah negatif. “Supaya KLB bisa kami cabut,” tambahnya.

Rustam juga menambahkan, Dinkes mendapatkan anggaran darurat bencana dari Pemkot Samarinda sebesar Rp 500 juta. Anggaran itu digunakan untuk sejumlah keperluan. Mulai dari akomodasi petugas medis dari Dinkes, biaya rumah sakit, sampai pemusnahan sampah medis. “Makan dan minum petugas kami juga perlu. Perkiraan kami anggaran Rp 500 juta tidak habis. Kalau memang enggak habis, ya kami kembalikan,” tukasnya.

Rencananya dalam waktu dekat Dinkes akan rapat koordinasi untuk membahas hal ini. Termasuk kembali mempertanyakan status pasien suspect difteri tersebut. Tentu hal ini akan memakan waktu yang lama. Pasalnya untuk mengetahui apakah pasien positif difteri atau tidak, minimal butuh waktu dua minggu dari hasil uji laboratorium. “Saya juga baru dapat WA (Whatsapp) dari anak-anak. Makanya nanti mau rapat dulu sekalian menelusuri hasil medisnya,” sambung Rustam.

Mengenai vaksin sendiri masih tetap berjalan, namun tidak bisa merata. Alasannya stok vaksin terbatas. “Usia 19 tahun ke bawah tidak bisa ORI se-Samarinda. Hanya sekolah tertentu saja, sebab stok vaksin juga terbatas,” imbuh Rustam.

Sebelumnya Dinkes juga menetapkan status Samarinda dalam tahap transisi pemulihan KLB difteri. Alasannya karena pasien suspect difteri berkurang. Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda dr Osa Rafshodia penetapan itu bukan tanpa alasan. Pihaknya mengatakan vaksinasi difteri sudah dilakukan di semua titik. Rinciannya 7 kelurahan dan 69 sekolah sudah lakukan vaksinasi. “Laporan per 2 Februari jumlah penderita rawap inap yang positif nol, sedangkan yang negatif hanya dua orang,” katanya. Adapun jumlah penderita yang pulang atau sembuh berjumlah 99 orang.  

Osa pun membeber perkembangan vaksinasi dan jumlah pengidap difteri mulai awal tahun ini. Pada 29 Januari sebanyak 312 bayi dan anak di bawah tujuh tahun sudah divaksin. Kemudian per 30 Januari 512 bayi dan anak yang divaksin. Termasuk GICD (gerakan imunisasi cegah difteri) di empat kelurahan yakni Bandara, Temindung Permai, Gunung Kelua dan Gunung Lingai. Kemudian dilakukan pula GICD di SMAN 1 dengan 1.307 siswa yang divaksin. Sehingga total vaksinasi hingga 30 Januari sebanyak 77.111 orang se-Samarinda. (cyn/beb)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 23:05

Sumber Api dari Kamar Mesin

SAMARINDA. Sejumlah pekerja di areal galangan kapal PT Niaga Baru di RT 6, Kelurahan Bukuan, Kecamatan…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:28

DBD Renggut Nyawa Anak di Palaran

SAMARINDA. Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merenggang nyawa. Hal ini dilaporkan oleh satu…

Senin, 15 Oktober 2018 22:48

Habib Umar Diisukan Diciduk Densus

SAMARINDA. Isu tak sedap menerpa kedatangan Guru Mulia Al'Alimul' Allaamah Al Arif Billah, Al Habib…

Senin, 15 Oktober 2018 22:39

"Gempa" di Loa Janan

SAMARINDA. Gempa 7,4 skala richter di Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu, seolah kembali…

Senin, 15 Oktober 2018 00:16

Isran “Haramkan” Antrean Panjang di SPBU

SAMARINDA. Belum sebulan pasca dilantik sebagai Gubernur Kaltim, Isran Noor mulai mereview kembali janji-janji…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:37

Penculik Anak Berkeliaran, Warga Samarinda Resah

SAMARINDA. Kabar penculikan anak di luar Samarinda membuat orangtua khususnya ibu rumah tangga (IRT)…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:35

Jaga Salat, Niscaya Musibah Diangkat

Kedatangan ulama besar asal Tarim, Hadramaut, Habib Umar Bin Hafidz di Samarinda menjadi magnet. Bak…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:09

Tak Tahan Tanah Terus Tergerak-gerak

Gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih menyimpan…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:47

Wanita Hamil Nyaris Dibakar

SAMARINDA. Usman tergolong pria yang sangat sadis. Dihadapan anak-anaknya, pria paruh baya itu nyaris…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:46

Berkat Batang Kayu, Berebut Keluar Kota Palu

TAK ada yang menyangka jika Kota Palu akan luluh lantak akibat gempa dan tsunami.  Termasuk belasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .