MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 20 Februari 2018 17:00
"Tutup Dulu Lubang Tambangnya"

Jatam Desak Dinas ESDM Kaltim Buka Data

PROKAL.CO, Lahan bekas lubang tambang kembali jadi sorotan seiring Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah (PK-RTRW) Samarinda. Pemkot menginginkan lahan tersebut dikonversi jadi perumahan. Sementara Gubernur Kaltim Awang Faroek ingin peruntukannya berupa Ruang Terbuka Hijau (RTH).  
Kendati demikian, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim punya pandangan lain. Pradarma Rupang, Dinamisator Jatam Kaltim mengatakan lahan bekas tambang yang masih menganga itu harusnya ditutup dulu.
“Pemkot dan pemprov Kaltim dan perusahaan harusnya memperjelas dulu lahan itu. Maksudnya merestorasi kembali kawasan itu seperti sedia kalanya baru dialihfungsikan peruntukannya,” terang Rupang, kemarin (19/2).    
Jika tidak dilakukan restorasi, maka menjadi peluang sekaligus dalil bagi perusahaan lain untuk tidak mengindahkan reklamasi paska tambang. Saat ini, kata Rupang, lahan bekas tambang di beberapa lokasi di Kecamatan Palaran, Sambutan, Tanah Merah dan Mugirejo sudah mencemari sumber air. Sehingga membahayakan bagi kesehatan warga yang menggunakan.
“Bahkan lubang tambang yang beralih fungsi irigasi, pengembangbiakan ikan juga tidak efektif. Bahkan mengancam warga sekitar. Apalagi beberapa pengalaman sudah makan korban,” tegasnya.  
Seiring dengan hal itu dia meminta agar Dinas ESDM Kaltim segera membuka data berapa lahan bekas tambang di Samarinda yang sudah direstorasi.
Data Jatam Kaltim, terdapat 71 persen luas daratan Samarinda yang tersebar di 9 kecamatan hanya untuk konsesi tambang. Sementara untuk ruang terbuka hijau (RTH) hanya berkisar 0,9 persen.  Ditambah, sekitar 232 lubang tambang yang sebagian besar tersebar di sekitar permukiman warga. “Semua itu terungkap di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda saat GSM melakukan citizen lawsuit,” ungkapnya.  
Sekkot Samarinda Sugeng Chairuddin mengatakan lahan bekas tambang bisa dikonversi menjadi lahan produktif. Asalkan disesuaikan dengan kajian. Perubahan fungsi lahan tersebut akan dikaji sesuai dengan kelayakan dan daya tampung.
"Kita akan lakukan kajian dulu apakah lokasi tersebut lebih cocok untuk perumahan atau apa. Kita tunggu saja hasil kajian RTRW-nya dulu. Jadi kalau dipandang perlu maka kita bikin jadikan perumahan," terang Sugeng belum lama ini.
Menurut Sugeng, perubahan bekas lahan tambang bisa meliputi beberapa sektor. Mulai dari sektor pertanian, peternakan, hingga sektor industri lainnya yang bisa memberi manfaat lebih sesuai peruntukannya. (zak/beb)


loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .