MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Minggu, 18 Februari 2018 15:46
Bunuh Orangutan karena Sengketa Lahan

Polisi Tangkap Lima Tersangka, Satu Bocah Ikut Terjerat

TERUNGKAP. Empat tersangka pembunuh orangutan akhirnya diringkus. Polres Kutim mengeskpos empat tersangka, kemarin. Sementara satu tersangka lagi masih di bawah umur.

PROKAL.CO, SANGATTA. Terungkap sudah kasus tewasnya orangutan dengan ratusan peluru bersarang di badan.  Setelah penyelidikan dimulai Minggu (4/2) lalu, Polres Kutim  akhirnya berhasil menangkap lima tersangka. Empat pucuk senapan angin yang digunakan membunuh satwa yang dilindungi itu turut disita petugas.
Penangkapan lima orang terkait dengan kasus pembunuhan orangutan, dibeberkan Kapolres Kutim dalam jumpa pers yang digelar di Polres Kutim, kemarin, Sabtu (17/2).  
Kapolres Kutim AKBP Tedi Ristiawan menjelaskan, penangkapan terhadap para pelaku berhasil dilakukan setelah dilakukan  pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Kelima pelaku tersebut adalah  Mu bin Ce (36), An bin Ha (37), Na bin Sa (54), Na (37), dan seorang anak-anak berinisial Dio. Dio saat ini tidak ikut ditahan karena masih dibawah umur.
“Dari keterangan saksi, kami menyipulkan jika kelima orang ini adalah pelaku pembunuhan orangutan itu. Apalagi, dari mereka berhasil disita empat pucuk senapan angin, yang mereka akui digunakan untuk membunuh orangutan. Meskipun lima tersangka, tapi karena salah seorang  di antaranya masih di bawah umur, makanya tidak ikut ditahan, tapi proses hukum tetap jalan,” katanya.
Diakui Kapolres, kelima pelaku diamankan sejak Kamis (15/2)  lalu di Desa Teluk Pandan, oleh tim penyidik Polres Kutim. Dari keterangan para tersangka diperoleh, jika motif penganiayaan orangutan, dengan cara menembak menggunakan senapan angin itu, karena orangutan telah merusak kebun warga Teluk Pandan ini. Padahal lokasi perkebunan itu sendiri masih  masuk dalam areal Taman Nasional Kutai(TNK) yang menjadi habitat orangutan.
Dalam jumpa pers yang berlangsung sekitar pukul 9.00 Wita, empat pucuk senapan angin, termasuk foto-foto proyektil yang diangkat dari tubuh orangutan, juga diperlihatkan polisi. Di mana  proyektil peluru  diangkat dari tubuh orang utan yang ditemukan Minggu (4/2) lalu dalam kedaan luka, yang kemudian tewas karena ditembus sekitar 130 peluru.
Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal 21 ayat 2 huruf a jo pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE Jo Pasal 55 KUHP yang  bunyinya, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. “Ancaman hukuman dari perbuatan tersangka  adalah hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta,” jelasnya .(jn/beb)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 10:40

Pasang Internet, Tewas di Balkon

SAMARINDA. Seorang pekerja jaringan kabel Telkom, Agus Septian (35), tewas tersengat listrik Selasa…

Rabu, 19 September 2018 10:38

Bunuh Majikan saat Dibuatkan Makanan

BALIKPAPAN. Aksi penangkapan otak pelaku pembunuhan terhadap pasangan suami-istri, Wanto (45) dan istrinya…

Selasa, 18 September 2018 21:54

WARGA KESAL..!! Dua Pemuda Curi Beras, Motornya Dibakar

SAMARINDA. Seperti malam biasanya, Suwito (47) bertugas menjaga gedung SMPN 13 di Jalan Sukorejo, RT…

Sabtu, 15 September 2018 22:47

Kompor Meleduk, Warga Berhamburan

SAMARINDA. Suara sirine meraung-raung di seputaran Jalan Perum Idaman, Pelita 7, Kelurahan Sambutan,…

Jumat, 14 September 2018 23:30
La Bario, Lurah Berprestasi Tersangka Penyerobotan Lahan di Mata Atasan

Diduga Miliki KTP Palsu, Bangun Posyandu Tanpa Dana Pemerintah

Nama mantan Lurah Gunung Lingai, Saripudin La Bario mendadak viral. Ia ditangkap dengan status tersangka…

Jumat, 14 September 2018 23:27

Kebakaran Lahan, 2 Hari Api Tak Padam

SAMARINDA. Setidaknya 13 hektare lahan di Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan habis terbakar. Selain…

Jumat, 14 September 2018 23:26

Sopir Taksi Gelap Tabrak Tentara dan Polisi

SAMARINDA. Kamis kemarin (13/9) menjadi hari yang tak akan dilupa Zakaria (21). Ketika bermaksud pulang…

Selasa, 11 September 2018 21:39

Minta Maaf, Dihajar sampai Sekarat

SAMARINDA. Rudi menjadi orang yang paling dicari oleh warga Jalan Pesut, Gang 6, RT 16, Kelurahan Sungai…

Selasa, 11 September 2018 21:38

Nasib Masjid Itu di Tangan Wali Kota Samarinda

SAMARINDA. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sepakat meminta Wali Kota Samarinda Syaharie…

Sabtu, 08 September 2018 20:46

Duar!!! Tewas Terbakar sampai Gosong

SAMARINDA. Arus lalu lintas di depan SPBU Jalan Slamet Riyadi tiba-tiba macet, Jumat (7/9) kemarin.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .