MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Minggu, 18 Februari 2018 15:43
Hantu Kacak Terancam Penjara 9 Tahun

Kemungkinan Ada Korban Lain Masih Ditelusuri

PROSES BERLANJUT. Kasus pencabulan yang dilakukan Munti (kanan) masih disidik anggota Polsekta Samarinda Ulu. Akibat perbuatan yang dilakukannya, Munti terancam penjara 9 tahun. (rin/Sapos)

PROKAL.CO, SAMARINDA. Ulah usil Munti (22), warga Palaran, harus dibayarnya mahal. Proses hukum kasus pencabulan yang dilakukan Munti, yang meremas payudara gadis muda bernisial DP (26) di kawasan M Yamin, berlanjut.
Status Munti pun ditingkatkan polisi menjadi tersangka. Penyidik Unit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu menjerat Munti dengan pasal 289 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman kurungan penjara selama 9 tahun.
“Proses hukumnya tetap berlanjut. Pihak korban (DP, Red) keberatan dan  tetap meminta agar kasusnya diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutur Kapolsekta Samarinda Ulu Kompol R Sigit kepada Sapos.
Sejauh ini Munti mengaku total sudah tiga kali menggerayangi gadis di jalanan. “Seingat tersangka (Munti, Red) sudah tiga dia melakukan perbuatan itu. Dua dilakukan di wilayah Samarinda Seberang dan yang terakhir di kawasan M Yamin,” kata Sigit.
“Kami masih menelusuri kemungkinan ada korban lain. Yang pasti modusnya tersangka memepet motor pengendara wanita dan menjalankan aksinya. Jika mungkin pernah ada yang merasa jadi korban, mungkin bisa memeriksa apakah pelakunya orang yang sama,” kata Sigit lagi.
Telah diberitakan, gara-gara kebiasaan buruknya yang nyeleneh, Munti  terpaksa mendekam di sel tahanan markas Polsekta Samarinda Ulu. Munti diciduk polisi akibat ulah jahilnya meremas payudara gadis muda berinisial DP di kawasan M Yamin, Samarinda Ulu, Kamis (15/2) sekitar pukul 21.00 Wita.
Munti mengaku, meremas payudara DP karena tak bisa menahan hasratnya. Tak hanya dibuat kesal, gara-gara kelakuan Munti tersebut nyaris saja motor yang ditunggangi DP bersama temannya berinisial GD (22) terjatuh. Ketika itu DP yang memegang kendali stang motor kaget dan hampir tak bisa mengendalikan laju motor.
Tanpa rasa bersalah, usai meremas payudara DP, dengan santainya Munti mengendarai motor Yamaha Xeon miliknya. Tanpa rasa takut akan dikejar DP dan GD, Munti menghentikan motornya di simpang Lembuswana. Saat itu lampu pengatur jalan memang sedang merah, menunjukkan kendaraan harus berhenti.
Warga sempat emosi, namun sebelum terjadi hal tak diinginkan, Munti langsung diamankan dan diserahkan ke polisi. (rin)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:15

Parit Baru 800 Meter di Bayur

<p>SAMARINDA. Jalan Padat Karya kawasan Bayur kini memiliki parit baru. Saat ini pembuatan parit…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*