MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 15 Februari 2018 16:34
Cuaca Ekstrem Tak Turunkan Target

Maret, Runway BSB Rampung

PROKAL.CO, SAMARINDA. Alam masih belum bersahabat demi percepatan pembangunan runway Bandara Samarinda Baru (BSB). Kendati demikian, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim tetap optimistis runway BSB bisa rampung pertengahan Maret mendatang.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Salman Lumoindong kepada Sapos.

Diketahui kendala utama progres runway adalah cuaca yang tidak bersahabat. Ya, beberapa hari terakhir Kota Tepian berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dilanda cuaca ekstrem. Hal itu diyakini berimbas pada proses pengerjaan runway.  Salman pun menjelaskan proses percepatan runway tengah dikebut.

“Hari ini (kemrin, Red) progressnya dikebut terus. Awal Maret pengaspalan bisa segera selesai,” katanya.
Pengaspalan sendiri sudah dilakukan sejak Januari. Saat ini, lanjutnya tinggal, 25 meter sisa landasan yang belum diaspal. Pihaknya menargetkan pertengahan Maret mendatang landasan sudah diaspal semua. Setelah pengaspalan rampung, pengerjaan selanjutnya adalah menimbun air strip atau bahu runway.    

Dijelaskan pula sebelum diaspal landasan harus dipasang 5.005 tiang pancang.Setelah itu semua rampung barulah dipasang matras beton terlebih dulu, baru kemudian dilapisi dengan tanah beberapa lapis untuk menguatkan. Setelah tanah sudah ditimbun selanjutnya adalah menaruh agregat A. Dilanjutkan CTBC 30 sentimeter baru terakhir pengaspalan. “Jadi memang banyak lapisannya. Karena ini kan dilintasi pesawat, bukan kontainer,” katanya.

Karena prosesnya tinggal sedikit lagi, pihaknya pun tidak muluk-muluk memasang target rampung pertengahan Maret. “Insya Allah, kalau bisa sih secepatnya,” imbuh Salman.

Salman pun sempat menyinggung keberadaan persoalan lahan dengan tujuh orang warga. Katanya proses sudah selesai, meski pun dia tidak tahu berapa anggaran yang diminta. Dia pun menambahkan area bandara seluas 280 hektare sudah bersertifikat sejak pertengahan 2000. Pembebasan dilakukan pada dasawarsa 90-an. “Sementara warga hanya bermodal pelepasan hak atas tanah. Itu tidak bisa dijadikan sandaran, secara substansi lebih tinggi sertifikat,” tuturnya. (cyn/nha)

 


loading...

BACA JUGA

Senin, 10 Desember 2018 12:14

Diterpa Isu Suap

“Semua sudah terjadi. Kita kalah dengan tim yang berjuang habis-habisan.…

Minggu, 09 Desember 2018 14:43

Tak Selamat di Gunung Keramat

SAMARINDA. Sejak di tanjakan Gunung Manggah, Jalan Otto Iskandardinata, truk…

Minggu, 09 Desember 2018 13:49

Oknum PNS Dinsos Bonyok

SAMARINDA. Urat malu Hidayat Firdaus (36), sepertinya sudah putus. Tak…

Sabtu, 08 Desember 2018 12:59

Berebut Beri Nama Anak, Istri Dihajar

SAMARINDA. Perselingkuhan dan ekonomi biasanya menjadi pemicu terhadinya kekerasan dalam…

Kamis, 29 November 2018 17:23

Mayat Berdarah Mengapung SKM

SAMARINDA. Warga dan siswa SMPN 21 di Jalan Tongkol, Samarinda…

Rabu, 28 November 2018 14:11

Kantor Aktivis Diserang

SAMARINDA. Aktivis lingkungan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim kembali…

Selasa, 27 November 2018 16:04

Sekap Polisi, 9 Tahanan Kabur

SAMARINDA. Peristiwa kaburnya 4 tahanan di Polsek Samarinda Ulu, Jumat…

Senin, 26 November 2018 20:49

Curi Motor, Fitnah Sahabat

SAMARINDA. Meski dihadapkan dengan polisi, tapi Ivan Patisina tetap tak…

Senin, 26 November 2018 20:46

Hidup di Bontang, Nakal di Samarinda

SAMARINDA. Polres Bontang menjadikan Yusuf alias Ucup (33), warga Jalan…

Sabtu, 24 November 2018 15:02

Markas Nelayan Digerebek

SAMARINDA. Hasil laut yang berlimpah sepertinya masih belum cukup bagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .