MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 14 Februari 2018 21:55
Pilih Jadi Omongan atau Mendekati Zina?

Menikah Muda v Pacaran Lama

-

PROKAL.CO, Valentine’s day, perayaan yang selalu mengundang kontroversi setiap tahunnya. Kontroversinya melampaui panjang sejarah Valentine’s day itu sendiri. Kontroversi bermula saat Valentine’s day justru dijustifikasikan sebagai perayaan muda-mudi yang sedang mabuk kasmaran. Valentine’s day dianggap waktu legal untuk menyalurkan kasih sayang yang bekorkonotasi negatif, kepada pasangan yang belum memiliki ikatan resmi.


Susan, pengusaha online shop di Samarinda yang kini telah memiliki satu orang anak. Lima tahun lalu dia melangsungkan pernikahan. Saat itu usianya masih 20 tahun. Untuk saat ini, usia tersebut terbilang muda untuk menikah.  
Dia sangat mengerti jika menikah usia muda bakal menjadi bahan omongan dari tetangga, dan rekan-rekannya. Pikiran negatif memang mendominasi stigma yang timbul dari rekan dan tetangga ketika mengetahui kabar pernikahan Susan.
Tapi itu tak membuat Susan sedih. Sebaliknya, dia justru semakin bersemangat. Karena dia menikah memang dengan satu tujuan suci. Ingin menghindari zina. Apalagi sebelum dia menikah, Susan memang sudah berpacaran selama 2 tahun dengan pria yang kini sudah menjadi suaminya.
Seiring berjalannya waktu, Susan akhirnya mampu menjawab cibiran-cibiran itu. Kini susan sudah memiliki satu orang anak berusia 4 tahun. Usahanya di bidang online shop juga semakin berkembang. Menambah penghasilan keluarga sebagai salah satu modal untuk bahagia.
Cerita Susan yang menikah muda tidak sendiri. Alasan yang diutarakan Muhammad Riski, mungkin bisa dijadikan contoh. Pemuda asal Berau ini memang sudah lama berkeinginan menikah di usia muda. Motivasinya, dia ingin menjaga diri. Dia sadar jika usia muda memiliki gejolak syahwat yang tinggi.
Sempat dicibir? “Sempat ada yang bilang usia belum matang lah. Belum cukup persiapan lah. Sering sekali dapat cibiran. Dibilang hubungan tidak akan tahan lama. Belum dewasa,” kata Riski.
Bagaimana menghindari cibiran itu? Katanya, yang harus dipahami bahwa nikah itu bertujuan untuk ibadah. Kedua, sebelum nikah pahami dulu masalah psikologis pasangan. Karena nikah, kata dia, adalah menyatukan dua keluarga yang berbeda.
Dia sebenarnya berkeinginan menikah di usia 19 tahun. “Tapi baru kesampaian menikah di usia 21 tahun. Itu pun tetap dicibir,” kata Riski yang baru menikah beberapa bulan lalu. Usia istrinya hanya terpaut 2 bulan lebih muda darinya.
Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Riski dan istrinya berwirausaha dengan membuka tempat bimbingan belajar (bimbel) di tanah kelahirannya, Tanjung Redeb Berau.
Dua puluh atau tiga puluh tahun, pernikahan Susan dan Risky bukanlah sesuatu yang memalukan. Sebaliknya, usia mereka memang sangat pas untuk menikah. Justru memalukan jika di usia seperti itu belum mereka.
Tapi itu dulu. Kini zaman berubah. Zaman sudah terbalik. Mereka yang menikah muda justru sering jadi bahan omongan. Sebaliknya, berpacaran hingga bertahun-tahun bukanlah sebuah aib. “Namanya juga anak muda,” seperti itulah kalimat yang seolah melegalkan pacaran berlama-lama.
Padahal lama berpacaran justru mengundang mudarat yang luar biasa. Jangan heran kalau kini angka kehamilan gadis di luar nikah terus naik.
Pernikahan di usia muda sebenarnya kini juga sedang tren. Tapi alasan pernikahannya jelas berbeda dari zaman orang tua kita yang menikah muda. Umumnya, para remaja yang memilih menikah muda karena si gadis terlanjur berbadan dua.
Pacaran memang menjadi kontroversi. Ada yang mendukung. Tapi tak sedikit yang menentang. Berbagai komunitas anti pacaran pun bermunculan. Dengan kekuatan media sosial (medsos) komunitas ini terus mengkampanyekan dampak negatif pacaran. Membernya pun mencapai 500 ribuan. Komunitas ini bahkan memberikan layanan taaruf atau proses perkenalan sebelum pernikahan. Mengapa budaya pacaran harus dihilangkan? Karena manfaatnya sedikit, sementara risikonya sangat tinggi.
Budi Rahmadi, pria berusia 23, punya pandangan berbeda. Dia kini justru semakin nyaman pacaran dengan gadis yang berbeda agama. Akibatnya, pasangan ini pun kebingungan. “Enggak tahulah kedepannya bagaimana. Orangtua kami belum pernah ketemu. Tapi baik, orang tua dia enggak masalah asal berteman yang baik. Saya sudah lulus kuliah di Unmul. Sekarang kerja jadi marketing perusahaan perdagangan dan jasa saham,” ungkapnya.
Menurutnya, ada manfaat lain pacaran. Bisa belajar saling menghargai. Mengungkapkan kekurangan dan kelebihan juga lebih mudah. “Pembelajaran lainnya adalah manajemen konflik,” katanya.
Dia pun meyakini pacara tetap baik asal dilakukan dengan cara yang positif. “Karena pasti ada teman ngobrol. Ke mana-mana juga ada yang nemanin,” ungkapnya. Dia pun mengaku baru menikah jika telah mapan. Artinya telah memiliki rumah dan kendaraan pribadi. Hal itu diyakini akan mempermudah proses saat berkeluarga nanti.
Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Kaltim, Fadil Hidayatul Fajri mengatakan, pacaran adalah tradisi jahiliah. Merasa saling memiliki padahal tidak ada landasan yang jelas dasar hubungan mereka. “Tanyakan kepada orang yang pacaran, mereka pasti tidak bisa menjawab. Apa manfaatnya?” kata mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul ini. “Banyak risikonya. Menghabiskan waktu dan uang. Masih banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan. Daripada pacaran lebi baik langsung menikah. Lebih aman dan berkah,” lanjutnya.
Katanya, pacaran hanya untuk mereka yang tidak percaya diri. “Kalau percaya diri ya, langusng melamar dan menikah,” ungkapnya.
Ketua Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) Unmul, Miswar Nasir menambahkan, kebanyakan mereka yang pacara karena faktor lingkungan. “Kadang ada orang yang  tidak ingin pacaran, karena lingkungan mendukung, mau tak mau terpaksa ikuti. Yang jomblo dan nikah muda justru dicibir,” ungkapnya.
Kalau dari sudut pandang keagamaan, pacaran jelas perbuatan yang  mendekati zina. Islam pun melarang itu. “Saran saya lebih baik cepat menikah atau puasa,” lanjutnya.
Dosen Psikolog dari Unmul, Ryzqi Syafrina ikut memberi tanggapan. Menikah muda memang baik. Terlambat menikah pun bukan sesuatu yang dilarang. Tapi menikah buru-buru tanpa pertimbangan matang justru akan membawa petaka. “Menikah perlu proses dan persiapan yang panjang,” ungkapnya.
Katanya, pacaran hal simple. Tidak ada tuntutan yang besar. Tidak ada proses hak dan kewajiban.
Namun dia tidak sependapat jika para penganut pacaran lama tidak ada keginginan untuk menikah. Dia mengatakan, sejatinya lebih banyak orang meninginkan menikah dan punya keluarga kecil. Apalagi sudah beranjak dewasa.
“Atau mungkin saja, ketika menikah itu mejadikan tanggung jawab lebih besar. Mungkin saja orang berpikir ingin menikah tapi merasa dirinya belum sanggup membangun rumah tangga, dan lainnya. Mungkin saja alasan itu membuat orang lambat menikah,” katanya.  
Panitera Muda Pengadilan Agama (PA) Kelas I-A Samarinda, Muhammad Rizal mengatakan ada batasan usia minimum untuk menikah. Namun jika salah satu atau kedua mempelai melewati batas usia itu, harus ada pengecualian. “Prosesnya harus disidang dulu untuk mendapatkan legalitas atau izin menikah,” ungkap Rizal. Dia tak memungkiri jika yang bersidang itu adalah pasangan yang menikah dengan alasan “kecelakaan.” Untuk wanita batas menikah minimal 17 tahun. Dan pria minimal 19 tahun. “Kurang dari itu, ya, harus disidang dulu,” katanya. “Mereka disidang pasti karena kecelakaan,” katanya.
Kabag TU Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Ahmad Zaini mengatakan, rata-rata usia pernikahan memang mengalami perubahan. Dari data yang diperoleh selama dua tahun terakhir terdapat pernikahan anak di bawah usia 16 tahun. Pada 2016 yang menikah di bawah usia 16 tahun sebanyak 12,23 persen dari total pernikahan di Kaltim. Namun turun di tahun 2017 sebesar 11,85 persen. Namun yang mengejutkan, persentase pasangan yang menikah di bawah 21 tahun dan di atas 21 tahun cukup berimbang. “Artinya pasangan yang menikah di bawah usia 21 tahun sangat banyak. Bahkan mendominiasi. Apa penyebabnya, itu bukan domain kami,” kata Zaini.
Dengan segala kekurangan dan kelebihannya, apakah Anda penganut nikah muda atau memilih pacaran sambil menunggu waktu yang tepat? (byg/zak/nha2)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 01:00

SAMARINDA PEDULI

Wali kota Samarinda Rp 20.000.000Diskominfo Kota Samarinda Rp 3.730.000Kecamatan Sungai Kunjang Rp 2.005.000DPMPTSP…

Sabtu, 18 Agustus 2018 21:09

Asap Sulitkan Pencarian Sumber Api

SAMARINDA. Peringatan detik-detik Proklamasi bagi warga Jalan Gatot Subroto dilewati dengan nuansa mencekam.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 21:08

Ajak Balita Upacara di Lubang Tambang

SAMARINDA. Tepat 73 tahun lalu Indonesia menyatakan kemerdekaan. Namun kemerdekaan itu sepertinya belum…

Jumat, 17 Agustus 2018 21:52

SAMARINDA PEDULI

Wali kota Samarinda Rp 20.000.000Diskominfo Kota Samarinda Rp 3.730.000Kecamatan Sungai Kunjang Rp 2.005.000DPMPTSP…

Jumat, 17 Agustus 2018 21:48
Diserbu SMKN 2, SMKN 5 Mencekam

WADUH KELAKUAN..!! Sekolah Diserang, Siswi Histeris

SAMARINDA. Bukannya menuntut ilmu, dua kubu pelajar dari sekolah menengah kejuruan (SMK) yang berbeda,…

Jumat, 17 Agustus 2018 21:47

ENAKNYA YA..!! 38 Koruptor di Kaltim Nikmati Remisi

Kebahagiaan menyambut kemerdekaan ke-73 RI juga dirasakan warga binaan Klas II Samarinda. 5144 warga…

Jumat, 17 Agustus 2018 21:45

Jual Miras, Rumah Karaoke Ini Disegel

SAMARINDA. Dua tempat karaoke keluarga di Kota Samarinda disegel dan ditempeli stiker bertuliskan “Dalam…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:11

Jaringan Narkoba Anak-anak Dibongkar

SAMARINDA. Bandar narkoba seolah tak pernah kehabisan cara untuk mengelabui petugas. Di Samarinda, praktik…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:11

Duar!!! Ledakan di Depan Polres

SAMARINDA. Suara keras ledakan disertai kepulan asap hitam membubung tinggi di tepi Sungai Mahakam,…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:32

Warga Ngamuk di Proyek Masjid Kinibalu

SAMARINDA. Pagi-pagi, warga Kelurahan Jawa mengamuk, Selasa (15/8). Mereka kesal lantaran proyek Masjid…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .