MANAGED BY:
SELASA
11 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Selasa, 13 Februari 2018 11:37
Lebihi Kapasitas, Didenda Rp 2 Juta

Dishub Koordinasi dengan Satlantas

MERUSAK JALAN. Truk pengangkut TBS kerap melebihi kapasitas muatan yang ditentukan. Dishub Berau berencana menerapkan aturan dari Kemenhub, dimana bagi yang melanggar bakal dikenakan denda Rp 2 juta.(AGUS/SAPOS)

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Kerusakan badan jalan khususnya di jalan poros antarkecamatan kerap menjadi keluhan masyarakat pengguna jalan. Tidak hanya jalan dalam kabupaten, tetapi juga jalan antarprovinsi dan antarkabupaten. Kerusakan dituding akibat beroperasinya kendaraan bertonase berat terutama pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) milik perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau.
Apalagi kendaraan yang melintas melebihi kapasitas ketahanan badan jalan umum. Muatan berlebih juga dapat dilihat dari tinggi muatan TBS yang melebihi ambang batas bak truk pengangkut.
Hal itu sejak lama menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Berau dengan segala keterbatasannya untuk melakukan pengawasan berkesinambungan. Sebab kendaraan-kendaraan itu beroperasi di kecamatan jauh.
Meski demikian, khusus untuk wilayah yang dapat dijangkau, penerapan sanksi akan diterapkan untuk kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas. Seperti disampaikan Kepala Seksi Angkutan Darat, Dishub Berau, Sumarsono.
Menurutnya, sejak 2017 lalu pihaknya telah menerapkan sanksi bagi kendaraan yang membawa muatan melebihi kapasitas jalan. Dishub menerapkan denda sebesar Rp 500 ribu. Sebagian besar ruas jalan nasional, provinsi dan jalan kabupaten di Berau mengalami kerusakan yang cukup parah. Selain disebabkan karena usia dan kualitas jalanan, bobot kendaraan yang melebihi kapasitas juga menjadi penyebabnya.
Selain itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menerapkan denda sebesar Rp 2 juta bagi kendaraan atau truk yang membawa muatan melebihi kapasitas. Dengan regulasi tersebut, ujar Sumarsono, pihaknya juga bisa menerapkan sanksi itu. “Tentunya di wilayah yang bisa dijangkau, karena banyak yang beroperasi di kawasan jauh,” tegasnya.
Denda yang saat ini diterapkan sudah sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Angkutan Jalan. Yaitu denda maksimal Rp 500 ribu bagi kendaraan yang membawa muatan berlebih. “Kami sangat mendukung kebijakan Kemenhub, jika denda yang diberikan naik hingga empat kali lipat. Dengan denda sebesar itu, akan memberikan efek jera kepada pengusaha maupun pengemudi truk," jelasnya.
Dishub, lanjut Sumarsono, juga terus berkoordinasi dengan Satlantas Polres Berau, terutama saat melakukan penertiban dan pemberian sanksi bagi pengemudi yang melanggar aturan lalu lintas, termasuk menyangkut bobot kendaraan dan kapasitas jalan.
Aturan ini terutama item denda dapat menjadi perhatian agar menimbulkan efek jera bagi pelaku. Sebab selama ini imbauan dan teguran saja tidak cukup untuk menyadarkan pelaku. (as/nin)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .