MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR
Senin, 12 Februari 2018 10:14
Kepergok Mencuri, Nekat Membunuh

Gara-gara Ketahuan Hendak Membawa Lari Pikap

MASIH DIPERIKSA. Gara-gara terlilit utang, MK (empat dari kiri) nekat membunuh untuk mencuri sebuah mobil pikap. (dok)

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Polres Berau mendalami kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan Redy Siswanto (76). Dua pembunuh yang diperiksa berdalih terpaksa menghabisi nyawa Redy. Kedua pelaku masing-masing berinisial MK (31) dan An (28) mengaku nekat membunuh dan membawa kabur mobil milik Redy karena perlu uang bayar utang.

Kasus pembunuhan itu terungkap setelah jasad Redy ditemukan tak jauh dari pondoknya di kawasan Kecamatan Kelay. Jasad Redy dikubur dengan kedalaman sekitar 40 sentimeter dan panjang liang lahat kurang lebih 60 sentimeter. Dengan kondisi lubang yang tak terlalu dalam dan sempit, tubuh Redy pun tertekuk.

Pengejaran Redy dilakukan Polres Berau dibackup Unit Jatanras Polda Kaltim bekerja sama dengan Polres Blitar membuahkan hasil. Dugaan pembunuh Redy melarikan diri ke kampung halamannya terbukti benar. Polisi menciduk MK dan An. MK mengakui membunuh karena perlu duit bayar utang.
MK merupakan mantan karyawan Redy di salah satu Losmen di Tanjung Redeb. Selain itu MK juga dibantu rekannya, An.
Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, melalui Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena menyebut, MK dan An awalnya hanya ingin mencuri mobil milik Redy.

Mobil tersebut digunakan Redy untuk berangkat ke kebunnya, 9 Januari lalu. Pelaku yang berprofesi sebagai buruh angkut kayu itu bersama temannya beraksi. Mereka hendak membawa lari mobil pickup Mitsubisi L300.

Sayangnya saat beraksi, MK dan An dipergoki Redy. Lantaran kaget dan panik, MK segera memukul kepala Redy dengan kayu sepanjang 80 sentimeter. Redy kemudian terjatuh.

“Pelaku ini panik, karena saat beraksi ketahuan korban. Pelaku langsung memukul korban, setelah itu keduanya memastikan bahwa korban tewas dengan cara membekap korban menggunakan bantal. Kemudian korban dikubur di sekitar kebun korban,” jelasnya.

Setelah itu, MK dan An membawa mobil L300 KT 8744, dan dijual di Balikpapan seharga Rp 90 juta. Hasil penjualan dibagi dua, masing-masing MK Rp 70 juta, dan AN Rp 20 juta.

Hasil kejahatan tersebut digunakan MK untuk membayar utang, juga membeli motor baru dan pulang ke kampung halamannya di Blitar, Jawa Timur (Jatim).

"Akhirnya tersangka MK kami amankan di Blitar, setelah dibantu oleh Polres setempat. Dan AN ditangkap di Kelay," lanjut Andika.

Atas perbuatannya, MK dan An dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman mati, atau seumur hidup minimal 20 tahun penjara.(as/rin)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 16:59

BEGAL INI Sama-sama Sadis, Putusan Berbeda

SAMARINDA. Saat melakukan pembegalan, Andri (19) dan Raka (21) berduet. Di sidang pun keduanya sama-sama.…

Senin, 19 Februari 2018 20:45
Suami yang Hajar Bini Akibat Semalam Tak Pulang

Istri Melunak, Tetap Dipenjara

SAMARINDA. Sampai kemarin, HD (28), pria yang menghajar istrinya masih mendekam di tahanan Polsekta…

Minggu, 18 Februari 2018 15:43

Hantu Kacak Terancam Penjara 9 Tahun

SAMARINDA. Ulah usil Munti (22), warga Palaran, harus dibayarnya mahal. Proses hukum kasus pencabulan…

Sabtu, 17 Februari 2018 20:48

Bikin Emosi, Sembunyi di Balik Selimut

SAMARINDA. Tak ingin Samarinda dijadikan ajang pergaulan bebas di malam Valentine, petugas Satpol PP…

Jumat, 16 Februari 2018 19:46

Sudah Tiga Hari, Tubuh Tak Busuk

SAMARINDA. Upaya tim SAR gabungan mencari Andi Nur Arfian (22) di hari ketiga membuahkan hasil. Andi…

Kamis, 15 Februari 2018 16:32

Selfie, Jatuh ke Sungai, Sampai Sekarang Belum Ketemu

SAMARINDA. Proses pencarian korban tenggelam, Andi Nur Arfian (23) yang dilakukan Tim SAR gabungan pada…

Rabu, 14 Februari 2018 21:50

Bawa Kabur Mantan Kekasih, Dibui 32 Bulan

SAMARINDA. Ulah nekat Amalul Ahli (24) mendapatkan cinta mantan kekasihnya bernama Bella,  berakhir…

Selasa, 13 Februari 2018 11:10

Pemilik Usaha Dipenjara 4,5 Tahun

SAMARINDA. Kecanduan mengisap sabu, Andi Rizal alias Ical (34) harus membayarnya mahal. Ical dijatuhi…

Minggu, 11 Februari 2018 20:50

Pembuang Bayi Masih Misteri

SAMARINDA. Jajaran Polsek Samarinda Ulu, sepertinya harus lebih eksta bekerja keras untuk mengungkap…

Sabtu, 10 Februari 2018 10:33

Belum Sempat Dipakai, Dipenjara 4 Tahun

SAMARINDA. Seorang pedagang sembako di kawasan Loa Janan Ilir, bernama Fani (51) dinyatakan majelis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .