MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

KRIMINAL

Senin, 12 Februari 2018 10:14
Kepergok Mencuri, Nekat Membunuh

Gara-gara Ketahuan Hendak Membawa Lari Pikap

MASIH DIPERIKSA. Gara-gara terlilit utang, MK (empat dari kiri) nekat membunuh untuk mencuri sebuah mobil pikap. (dok)

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Polres Berau mendalami kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan Redy Siswanto (76). Dua pembunuh yang diperiksa berdalih terpaksa menghabisi nyawa Redy. Kedua pelaku masing-masing berinisial MK (31) dan An (28) mengaku nekat membunuh dan membawa kabur mobil milik Redy karena perlu uang bayar utang.

Kasus pembunuhan itu terungkap setelah jasad Redy ditemukan tak jauh dari pondoknya di kawasan Kecamatan Kelay. Jasad Redy dikubur dengan kedalaman sekitar 40 sentimeter dan panjang liang lahat kurang lebih 60 sentimeter. Dengan kondisi lubang yang tak terlalu dalam dan sempit, tubuh Redy pun tertekuk.

Pengejaran Redy dilakukan Polres Berau dibackup Unit Jatanras Polda Kaltim bekerja sama dengan Polres Blitar membuahkan hasil. Dugaan pembunuh Redy melarikan diri ke kampung halamannya terbukti benar. Polisi menciduk MK dan An. MK mengakui membunuh karena perlu duit bayar utang.
MK merupakan mantan karyawan Redy di salah satu Losmen di Tanjung Redeb. Selain itu MK juga dibantu rekannya, An.
Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono, melalui Kasat Reskrim AKP Andika Dharma Sena menyebut, MK dan An awalnya hanya ingin mencuri mobil milik Redy.

Mobil tersebut digunakan Redy untuk berangkat ke kebunnya, 9 Januari lalu. Pelaku yang berprofesi sebagai buruh angkut kayu itu bersama temannya beraksi. Mereka hendak membawa lari mobil pickup Mitsubisi L300.

Sayangnya saat beraksi, MK dan An dipergoki Redy. Lantaran kaget dan panik, MK segera memukul kepala Redy dengan kayu sepanjang 80 sentimeter. Redy kemudian terjatuh.

“Pelaku ini panik, karena saat beraksi ketahuan korban. Pelaku langsung memukul korban, setelah itu keduanya memastikan bahwa korban tewas dengan cara membekap korban menggunakan bantal. Kemudian korban dikubur di sekitar kebun korban,” jelasnya.

Setelah itu, MK dan An membawa mobil L300 KT 8744, dan dijual di Balikpapan seharga Rp 90 juta. Hasil penjualan dibagi dua, masing-masing MK Rp 70 juta, dan AN Rp 20 juta.

Hasil kejahatan tersebut digunakan MK untuk membayar utang, juga membeli motor baru dan pulang ke kampung halamannya di Blitar, Jawa Timur (Jatim).

"Akhirnya tersangka MK kami amankan di Blitar, setelah dibantu oleh Polres setempat. Dan AN ditangkap di Kelay," lanjut Andika.

Atas perbuatannya, MK dan An dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman mati, atau seumur hidup minimal 20 tahun penjara.(as/rin)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 27 Mei 2018 00:20

BEGAL MAKIN KEJI..!! Pertahankan Tas, Tangan Disayat

SAMARINDA. Nasib malang dialami Nani. Niatnya untuk kembali pulang setelah makan malam bersama rekannya…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:22

Suami Selingkuh, Istri Ngamuk, Kok Anak yang Malah Disiksa?

TANJUNG REDEB.  Dengan berbagai pertimbangan, polisi sampai saat ini tidak menahan OF (38), ibu…

Jumat, 25 Mei 2018 00:29

Maling Motor Dikerangkeng 18 Bulan

SAMARINDA. Belum sempat menikmati hasil curian, seorang maling bernama Rusli alias Ceming (42), warga…

Selasa, 22 Mei 2018 00:59

Terdengar Minta Ampun, Sempat Dilakban

SAMARINDA. Kasus pembunuhan Hasanudin alias Hasan (10) yang diduga akibat dianiaya ayah tirinya, Rahmatulah…

Minggu, 20 Mei 2018 00:21

Tangkap Maling, Dapat Sabu

SAMARINDA. Tasbir (21) bakal dijerat pasal berlapis. Pria ini semula dicurigai sebagai pelaku pencurian…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:22

Saksi Meringankan Bekas Wartawan Itu Tak Hadir

SAMARINDA. Mantan oknum wartawan TV nasional Kasmirudin alias Buyung (37), warga Jalan Kakap, RT 6,…

Jumat, 18 Mei 2018 01:05

Pembunuh Mahasiswi Cantik Itu Dituntut Penjara 15 Tahun

SAMARINDA.  Persidangan kasus pembunuhan seorang mahasiswi cantik yang menempuh pendidikan di salah…

Kamis, 17 Mei 2018 00:19
Ketua LPK Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Diduga Uang Korupsi Dibelikan Rumah dan Mobil

SAMARINDA. Ketua LPK Jmicron, Ednand Apria Danthus menjalani persidangan dengan agenda penuntutan yang…

Rabu, 16 Mei 2018 00:37

Suami Istri Divonis Masuk Penjara

SAMARINDA. Sepasang suami istri (pasutri) bernama Siti (42) dan Hamrulah alias Arul (39), warga Kelurahan…

Selasa, 15 Mei 2018 20:30

Digerebek Makan Pisang, Dibui 4,5 Tahun

SAMARINDA. Dua warga, masing-masing bernama Rahmat Ismail alias Amat (29), warga Jalan Otto Iskandardinata,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .