MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 10 Februari 2018 14:38
Duet Polisi Palsu Gasak Tujuh Motor
POLISI GADUNGAN. Prateo dan Okta (kanan) menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Samarinda sejak Kamis (8/2) lalu. Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan pemerasan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Memeras dengan mengaku-ngaku sebagai polisi, bukan satu-satunya kejahatan yang dilakukan duet polisi gadungan Prateo Utama, dan Okta Lia. Pria berusia 35 dan 39 tahun yang diringkus Minggu malam (4/2) lalu itu, rupanya juga melakukan serangkaian kejahatan curanmor.
Tercatat tujuh motor berhasil digasak duet “polisi” yang beralamat di Jalan Sultan Sulaiman, Pelita II, Sambutan, dan di Jalan Teuku Umar, Gang Durian Tunggal, Kecamatan Sungai Kunjang tersebut.
Tujuh motor dari tujuh Tempat Kejadian Perkara (TKP) itu bahkan sudah ada yang dijual ke penadah. Ban kini polisi masih melakukan penelusuran keberadaan penadah motor curian tersebut.
Untuk sementara tiga unit motor telah disita polisi. Bahkan salah satu motor yang dicuri juga digunakan untuk memeras Rizki Saputra, pemuda 20 tahun di Jalan KS Tubun, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (4/2) dini hari lalu.
“Tiga unit motor yang sudah kami amankan itu yakni dua unit Honda Vario, dan Honda Scoopy yang TKP-nya ada di Perumahan Karpotek, Sungai Kunjang, serta di Jalan Kebon Agung, Samarinda Utara tepatnya di depan warnet,” terang Kasatreskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono.
Dari tujuh TKP yang diakui Prateo dan Okta, enam diantaranya merupakan TKP yang masuk wilayah hukum Polreta Samarinda.
“Sedangkan satu TKP masuk di wilayah Polres Kutai Kartanegara (Kukar) tepatnya di Desa Jembayan, Loa Kulu, Kukar. Jadi selain beraksi di wilayah Samarinda juga di Tenggarong,” jelas Sudarsono.
Polisi kini tengah mendalami serta mencari keberadaan barang bukti motor curian lainnya yang diduga sudah berada di luar kota. “Sedang kami lakukan pendalam penyidikan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Prateo tertangkap di kawasan GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota. Ketika itu Prateo datang menemui Rizky dengan tujuan mengambil sisa uang pemerasan sebesar Rp 500 ribu. Sebelumnya Prateo dan Okta, memeras Rizky dengan mengaku-ngaku sebagai polisi meminta uang Rp 1 juta karena ketika itu Rizky tak bisa menunjukkan kelengkapan surat kendaraan yang ditungganginya.
Prateo yang tak sadar dirinya dijebak, hanya bisa gigit jari karena polisi telah mengepungnya. Okta yang menunggu di motor berhasil kabur. Namun keesokan harinya Okta diringkus di rumahnya tanpa perlawanan.(oke/nha)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 09 Oktober 2015 16:53

PPK Tantang Ketua Panwaslu

<p>SAMARINDA. Status Ketua Rukun Tetangga (RT) menjelang perhelatan politik akhir tahun nanti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*