MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 10 Februari 2018 11:11
Harus Sosialisasi sebelum Penindakan
DILINDUNGI. Ikan hiu jenis tertentu merupakan salah satu satwa yang dilindungi di wilayah Berau.(AGUS/SAPOS)

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengakui pencurian dan penjualan satwa liar dilindungi di Berau harus menjadi pekerjaan rumah bersama. Meski geram dengan ulah pelaku yang kerap menjual satwa dilindungi seperti bekantan, penyu, buaya atau jenis hiu tertentu, Agus mengakui tidak sepenuhnya salah pelaku.
Sebab menurutnya masih banyak masyarakat yang tidak tahu dengan aturan larangan terlebih kategori dan jenis-jenis satwanya. Sehingga sebelum menerapkan aturan, dirinya berharap stakeholder terkait bisa lebih dulu memastikan seluruh masyarakat mengetahui aturan yang dibuat pemerintah.
“Kalau mau jujur, masih banyak masyarakat yang tidak tahu aturan tersebut. Saya sendiri tidak terlalu tahu jenis-jenis buaya di Berau yang masuk kategori dilarang, apalagi masyarakat di kampung-kampung,” ungkapnya.
Sebelumnya ada beberapa kasus penyelundupan satwa yang terungkap. Salah satunya upaya penyelundupan buaya muara di Bandara Kalimarau. Temuan itu diminta menjadi momen bagi instansi terkait maupun stakeholder yang membidangi, untuk kembali mensosialisasikan kepada masyarakat luas tentang larangan perdagangan satwa dilindungi.
“Yang salah satunya adalah buaya muara dan buaya jenis ini ada di Berau, sehingga diketahui masyarakat luas sehingga tidak lagi melakukan kesalahan ini,” jelasnya.
Sebab secara pribadi, Agus mengakui dirinya tidak sepenuhnya menyalahkan warga jika sudah dipastikan seluruh masyarakat mengetahui regulasi larangan penjualan buaya muara karena melaksanakan sosialisasi merata maka bukan dilema bagi pemerintah terhadap penangkapan pelaku.
“Jika sosialisasi sudah dilakukan menyeluruh dan merata baru bisa dilakukan. Contoh misalnya bom ikan, itu jelas melanggar dan semua masyarakat saya kira sudah tahu, beda dengan jenis-jenis satwa yang boleh dan tidak boleh diperjualbelikan,” jelasnya.
Berbeda dengan larangan penjualan satwa dilindungi lainnya yang ada di Berau yakni penyu beserta produk turunannya yang diolah menjadi aksesori seperti cincin, gelang dan lainnya. Sebab untuk larangan tersebut sudah seringkali dilakukan berbagai pihak. Bahkan Agus sendiri beberapa kali menegur langsung penjual aksesori berbahan kulit sisik penyu.
“Jadi saya juga meminta perlunya sosialisasi kembali, apa-apa saja sih yang dilarang penyu, hiu, buaya dan satwa lainnya harus jelas, dan itu dilakukan kepada seluruh masyarakat biar jelas,” tegasnya. (as/nin)  

 

loading...

BACA JUGA

Senin, 28 Mei 2018 00:37

Warga Jawa Siap Menangkan Rusmadi-Safaruddin

BALIKPAPAN. Dukungan kepada calon gubernur dan calon wakil gubernur Kaltim, Rusmadi-Safaruddin terus…

Senin, 28 Mei 2018 00:17

Tebar Cinta Kasih Melalui Bakti Sosial

DALAM rangka Dharmasanti Waisak 2562 BE/2018 dan HUT ke-25 Vihara Muladharma panitia penyelenggara menggelar…

Senin, 28 Mei 2018 00:16

BKKBN Masih Berpedikat WDP

HINGGA saat ini BKKBN-RI masih mendapatkan penilian Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari dari Badan…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:10

Siapkan Armada Khusus Mudik

TANJUNG REDEB. Dinas Perhubungan Berau akan menyediakan angkutan mudik Lebaran. Sejumah armada akan…

Jumat, 25 Mei 2018 00:24

WADUH..!! Perairan Berau Terus Terancam

TANJUNG REDEB. Luas perairan Kabupaten Berau yang mencapai 1,2 juta hektar menjadi persoalan tersendiri…

Jumat, 25 Mei 2018 00:23

Waspada Terorisme, Jaga Kerukunan Umat Beragama

TENGGARONG. Bulan suci Ramadan 1439 Hijriyah ini digunakan jajaran Polres Kutai Kartanegara (Kukar)…

Kamis, 24 Mei 2018 00:27

“Habis Hujan, Busuknya Minta Ampun”

TANJUNG REDEB. Masyarakat sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Jalan Sultan Agung, Tanjung Redeb, Berau,…

Rabu, 23 Mei 2018 00:16

Alat Elektronik Banyak Rusak, Sekkab Minta Kantor Bupati segera Dialiri Listrik

SANGATTA. Pemkab Kutai Timur harus menanggung kerugian karena Kantor Bupati di Bukit Pelangi belum mendapat…

Rabu, 23 Mei 2018 00:11

Wakil Kaltim Masuk Nominasi Nasional

KALTIM boleh berbangga diri, karena H Umar Dani yang jadi wakil Kaltim berhasil masuk sebagai 10 nominasi…

Selasa, 22 Mei 2018 00:03

Berau Belum Bebas dari Bom Ikan

TANJUNG REDEB. Kendati mengalami penurunan, namun aksi bom ikan masih berlangsung di perairan Berau.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .