MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

KALTIM

Sabtu, 10 Februari 2018 11:11
Harus Sosialisasi sebelum Penindakan
DILINDUNGI. Ikan hiu jenis tertentu merupakan salah satu satwa yang dilindungi di wilayah Berau.(AGUS/SAPOS)

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengakui pencurian dan penjualan satwa liar dilindungi di Berau harus menjadi pekerjaan rumah bersama. Meski geram dengan ulah pelaku yang kerap menjual satwa dilindungi seperti bekantan, penyu, buaya atau jenis hiu tertentu, Agus mengakui tidak sepenuhnya salah pelaku.
Sebab menurutnya masih banyak masyarakat yang tidak tahu dengan aturan larangan terlebih kategori dan jenis-jenis satwanya. Sehingga sebelum menerapkan aturan, dirinya berharap stakeholder terkait bisa lebih dulu memastikan seluruh masyarakat mengetahui aturan yang dibuat pemerintah.
“Kalau mau jujur, masih banyak masyarakat yang tidak tahu aturan tersebut. Saya sendiri tidak terlalu tahu jenis-jenis buaya di Berau yang masuk kategori dilarang, apalagi masyarakat di kampung-kampung,” ungkapnya.
Sebelumnya ada beberapa kasus penyelundupan satwa yang terungkap. Salah satunya upaya penyelundupan buaya muara di Bandara Kalimarau. Temuan itu diminta menjadi momen bagi instansi terkait maupun stakeholder yang membidangi, untuk kembali mensosialisasikan kepada masyarakat luas tentang larangan perdagangan satwa dilindungi.
“Yang salah satunya adalah buaya muara dan buaya jenis ini ada di Berau, sehingga diketahui masyarakat luas sehingga tidak lagi melakukan kesalahan ini,” jelasnya.
Sebab secara pribadi, Agus mengakui dirinya tidak sepenuhnya menyalahkan warga jika sudah dipastikan seluruh masyarakat mengetahui regulasi larangan penjualan buaya muara karena melaksanakan sosialisasi merata maka bukan dilema bagi pemerintah terhadap penangkapan pelaku.
“Jika sosialisasi sudah dilakukan menyeluruh dan merata baru bisa dilakukan. Contoh misalnya bom ikan, itu jelas melanggar dan semua masyarakat saya kira sudah tahu, beda dengan jenis-jenis satwa yang boleh dan tidak boleh diperjualbelikan,” jelasnya.
Berbeda dengan larangan penjualan satwa dilindungi lainnya yang ada di Berau yakni penyu beserta produk turunannya yang diolah menjadi aksesori seperti cincin, gelang dan lainnya. Sebab untuk larangan tersebut sudah seringkali dilakukan berbagai pihak. Bahkan Agus sendiri beberapa kali menegur langsung penjual aksesori berbahan kulit sisik penyu.
“Jadi saya juga meminta perlunya sosialisasi kembali, apa-apa saja sih yang dilarang penyu, hiu, buaya dan satwa lainnya harus jelas, dan itu dilakukan kepada seluruh masyarakat biar jelas,” tegasnya. (as/nin)  

 

loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 10:33

Kurikulum untuk Anak Berkebutuhan Khusus

SANGATTA. Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK), Pagi ini (19/2), pakar…

Senin, 19 Februari 2018 20:46

Guru Honerer Diangkat Jadi PNS

BONTANG. Para guru honorer di Bontang tahun ini bakal naik status. Pasalnya dari informasi yang diterima…

Sabtu, 17 Februari 2018 20:47

Menunggu Hasil Lelang

SENDAWAR. Pemkab Kutai Barat (Kubar), akan memprioritaskan pembangunan yang berkenaan langsung dengan…

Jumat, 16 Februari 2018 19:46

Petugas Bersihkan Algaka di Kota Raja

TENGGARONG. Sesuai jadwal tahanan Pilgub Kaltim 2018, Rabu (14/2) sore, petugas gabungan dikoordinir…

Kamis, 15 Februari 2018 16:38

Isran-Hadi Apresiasi Relawan dan Panggung Seni Hiburan

SAMARINDA. Kader terbaik Partai Gerindra Kaltim Isran Noor mengaku bangga dengan Satuan Relawan Indonesia…

Kamis, 15 Februari 2018 16:30

Dulu Dipecah, Kini Digabung Lagi

SANGATTA. Akibat perubahan jumlah penduduk yang kini  berkurang dibanding 2014 lalu saat pemilihan…

Rabu, 14 Februari 2018 21:43

Kesadaran Masyarakat Meningkat

SANGATTA. Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), ternyata cukup memberikan efek positif…

Selasa, 13 Februari 2018 11:46

Tiga Jembatan di Tiga Kecamatan

SANGATTA. Pemkab Kutai Timur melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutim, akan membangun tiga jembatan.…

Selasa, 13 Februari 2018 11:37

Lebihi Kapasitas, Didenda Rp 2 Juta

TANJUNG REDEB. Kerusakan badan jalan khususnya di jalan poros antarkecamatan kerap menjadi keluhan masyarakat…

Senin, 12 Februari 2018 11:21

Dandim Minta Masyarakat Bersatu

SANGATTA. Dandim 0909 Sangatta Letkol Inf Kamil Bahren Pasha meminta masyarakat bersatu. Permintaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .