MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 10 Februari 2018 11:11
Harus Sosialisasi sebelum Penindakan
DILINDUNGI. Ikan hiu jenis tertentu merupakan salah satu satwa yang dilindungi di wilayah Berau.(AGUS/SAPOS)

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengakui pencurian dan penjualan satwa liar dilindungi di Berau harus menjadi pekerjaan rumah bersama. Meski geram dengan ulah pelaku yang kerap menjual satwa dilindungi seperti bekantan, penyu, buaya atau jenis hiu tertentu, Agus mengakui tidak sepenuhnya salah pelaku.
Sebab menurutnya masih banyak masyarakat yang tidak tahu dengan aturan larangan terlebih kategori dan jenis-jenis satwanya. Sehingga sebelum menerapkan aturan, dirinya berharap stakeholder terkait bisa lebih dulu memastikan seluruh masyarakat mengetahui aturan yang dibuat pemerintah.
“Kalau mau jujur, masih banyak masyarakat yang tidak tahu aturan tersebut. Saya sendiri tidak terlalu tahu jenis-jenis buaya di Berau yang masuk kategori dilarang, apalagi masyarakat di kampung-kampung,” ungkapnya.
Sebelumnya ada beberapa kasus penyelundupan satwa yang terungkap. Salah satunya upaya penyelundupan buaya muara di Bandara Kalimarau. Temuan itu diminta menjadi momen bagi instansi terkait maupun stakeholder yang membidangi, untuk kembali mensosialisasikan kepada masyarakat luas tentang larangan perdagangan satwa dilindungi.
“Yang salah satunya adalah buaya muara dan buaya jenis ini ada di Berau, sehingga diketahui masyarakat luas sehingga tidak lagi melakukan kesalahan ini,” jelasnya.
Sebab secara pribadi, Agus mengakui dirinya tidak sepenuhnya menyalahkan warga jika sudah dipastikan seluruh masyarakat mengetahui regulasi larangan penjualan buaya muara karena melaksanakan sosialisasi merata maka bukan dilema bagi pemerintah terhadap penangkapan pelaku.
“Jika sosialisasi sudah dilakukan menyeluruh dan merata baru bisa dilakukan. Contoh misalnya bom ikan, itu jelas melanggar dan semua masyarakat saya kira sudah tahu, beda dengan jenis-jenis satwa yang boleh dan tidak boleh diperjualbelikan,” jelasnya.
Berbeda dengan larangan penjualan satwa dilindungi lainnya yang ada di Berau yakni penyu beserta produk turunannya yang diolah menjadi aksesori seperti cincin, gelang dan lainnya. Sebab untuk larangan tersebut sudah seringkali dilakukan berbagai pihak. Bahkan Agus sendiri beberapa kali menegur langsung penjual aksesori berbahan kulit sisik penyu.
“Jadi saya juga meminta perlunya sosialisasi kembali, apa-apa saja sih yang dilarang penyu, hiu, buaya dan satwa lainnya harus jelas, dan itu dilakukan kepada seluruh masyarakat biar jelas,” tegasnya. (as/nin)  

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 03 Agustus 2018 22:04

Kukar Luncurkan Program Odah Bedarup

TENGGARONG. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Tim Deputi Pencegahan, terus melakukan edukasi…

Kamis, 02 Agustus 2018 21:30

Tutup Portal, Bangun Posko Perlawanan

SAMARINDA. Setelah menghentikan paksa ekskavator yang hendak menggaruk wilayah mereka, kini warga RT…

Selasa, 31 Juli 2018 00:07

Dinkes Kaltim Semarakkan HAN

MEMPERINGATI Hari Anak Nasional (HAN) 2018, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim turut ambil bagian dalam…

Senin, 30 Juli 2018 22:00

Dinkes Kaltim Canangkan Imunisasi MR

DINAS Kesehatan (Dinkes) Kaltim canangkan dan sosialisasikan kampanye imunisasi campak dan Measles Rubella…

Kamis, 26 Juli 2018 00:24

65 Mahasiswa Ikuti Yudisium

SEBANYAK 65 mahasiswa Program Pascasarjana (PPs) Institut AGAMA Islam Negeri (IAIN) Samarinda mengikuti…

Kamis, 26 Juli 2018 00:18

Tingkatkan Kualitas PKPR

SEBAGAI upaya peningkatan derajat kesehatan peserta didik secara optimal guna mendukung proses belajar,…

Kamis, 26 Juli 2018 00:17

BKKBN Kaltim Bahas Kesehatan Reproduksi

PERWAKILAN BKKBN Kaltim menggelar workshop kesehatan reproduksi bagi pengelola progam KB guna menyamakan…

Selasa, 24 Juli 2018 00:24

Ratusan Warga Ikuti Senam Prolanis

SEJUMLAH Klub Program Layanan Penyakit Kronis (Prolanis) dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)…

Senin, 23 Juli 2018 21:54

Dinkes Kaltim Gelar Orientasi Pengawasan TTU

DALAM upaya meningkatkan kapasitas pemilik tempat dan fasilitas umum dalam penilaian internal dan pengawasan…

Senin, 23 Juli 2018 21:37

Berharap Potensi Pariwisata Kukar Maju

TENGGARONG. Seperti beberapa tahun terakhir, festival budaya adat digelar Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .