MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 10 Februari 2018 11:11
Harus Sosialisasi sebelum Penindakan
DILINDUNGI. Ikan hiu jenis tertentu merupakan salah satu satwa yang dilindungi di wilayah Berau.(AGUS/SAPOS)

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengakui pencurian dan penjualan satwa liar dilindungi di Berau harus menjadi pekerjaan rumah bersama. Meski geram dengan ulah pelaku yang kerap menjual satwa dilindungi seperti bekantan, penyu, buaya atau jenis hiu tertentu, Agus mengakui tidak sepenuhnya salah pelaku.
Sebab menurutnya masih banyak masyarakat yang tidak tahu dengan aturan larangan terlebih kategori dan jenis-jenis satwanya. Sehingga sebelum menerapkan aturan, dirinya berharap stakeholder terkait bisa lebih dulu memastikan seluruh masyarakat mengetahui aturan yang dibuat pemerintah.
“Kalau mau jujur, masih banyak masyarakat yang tidak tahu aturan tersebut. Saya sendiri tidak terlalu tahu jenis-jenis buaya di Berau yang masuk kategori dilarang, apalagi masyarakat di kampung-kampung,” ungkapnya.
Sebelumnya ada beberapa kasus penyelundupan satwa yang terungkap. Salah satunya upaya penyelundupan buaya muara di Bandara Kalimarau. Temuan itu diminta menjadi momen bagi instansi terkait maupun stakeholder yang membidangi, untuk kembali mensosialisasikan kepada masyarakat luas tentang larangan perdagangan satwa dilindungi.
“Yang salah satunya adalah buaya muara dan buaya jenis ini ada di Berau, sehingga diketahui masyarakat luas sehingga tidak lagi melakukan kesalahan ini,” jelasnya.
Sebab secara pribadi, Agus mengakui dirinya tidak sepenuhnya menyalahkan warga jika sudah dipastikan seluruh masyarakat mengetahui regulasi larangan penjualan buaya muara karena melaksanakan sosialisasi merata maka bukan dilema bagi pemerintah terhadap penangkapan pelaku.
“Jika sosialisasi sudah dilakukan menyeluruh dan merata baru bisa dilakukan. Contoh misalnya bom ikan, itu jelas melanggar dan semua masyarakat saya kira sudah tahu, beda dengan jenis-jenis satwa yang boleh dan tidak boleh diperjualbelikan,” jelasnya.
Berbeda dengan larangan penjualan satwa dilindungi lainnya yang ada di Berau yakni penyu beserta produk turunannya yang diolah menjadi aksesori seperti cincin, gelang dan lainnya. Sebab untuk larangan tersebut sudah seringkali dilakukan berbagai pihak. Bahkan Agus sendiri beberapa kali menegur langsung penjual aksesori berbahan kulit sisik penyu.
“Jadi saya juga meminta perlunya sosialisasi kembali, apa-apa saja sih yang dilarang penyu, hiu, buaya dan satwa lainnya harus jelas, dan itu dilakukan kepada seluruh masyarakat biar jelas,” tegasnya. (as/nin)  

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 12:34

Satpol PP Pantau PNS Mucil

TANJUNG REDEB. Surat edaran Bupati Berau terkait kedisiplinan PNS di…

Jumat, 18 Januari 2019 00:05

Adakan Tausiah dan Beri Santunan Anak Yatim

MEMPERINGATI hari jadi ke-12 Partai Hanura, DPD Hanura Kaltim menggelar…

Kamis, 17 Januari 2019 11:16

Jargas Segera Dioperasionalkan

BONTANG. Pengoperasian 8.000 jaringan gas atau jargas di Bontang untuk…

Rabu, 16 Januari 2019 11:25

Mendesak Regulasi Penjualan Lem

TANJUNG REDEB. Partisipasi aktif pemerintah daerah melawan prilaku anak ngelem…

Selasa, 15 Januari 2019 11:29

Masih Banyak Caleg Bandel

BONTANG. Sejumlah oknum calon anggota legislatif (caleg) sudah melakukan perbuatan…

Selasa, 15 Januari 2019 00:05

Kado Ultah untuk Kaltim

PT Pertamina EP Asset 5 (PEP Asset 5) meresmikan penyaluran…

Senin, 14 Januari 2019 11:44

Sertifikat Lahan KEK Maloy Tuntas

SANGATTA. Proses serifikasi lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta…

Sabtu, 12 Januari 2019 15:38

Banyak Perusahaan Kurangi Karyawan

SAMARINDA. Penetapan upah minimum di level provinsi (UMP) dan Kota…

Jumat, 11 Januari 2019 14:42

Sembunyikan Barang Bukti di Mulut

BONTANG. Polsek Muara Badak kembali menghentikan peredaran narkoba jenis sabu,…

Jumat, 11 Januari 2019 00:05

Ingin Semakin Dekat Melayani Masyarakat

BANKALTIMTARA kembali hadir lebih dekat dengan pelayanan kepada masyarakat. Dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*