MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 10 Februari 2018 11:11
Harus Sosialisasi sebelum Penindakan
DILINDUNGI. Ikan hiu jenis tertentu merupakan salah satu satwa yang dilindungi di wilayah Berau.(AGUS/SAPOS)

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengakui pencurian dan penjualan satwa liar dilindungi di Berau harus menjadi pekerjaan rumah bersama. Meski geram dengan ulah pelaku yang kerap menjual satwa dilindungi seperti bekantan, penyu, buaya atau jenis hiu tertentu, Agus mengakui tidak sepenuhnya salah pelaku.
Sebab menurutnya masih banyak masyarakat yang tidak tahu dengan aturan larangan terlebih kategori dan jenis-jenis satwanya. Sehingga sebelum menerapkan aturan, dirinya berharap stakeholder terkait bisa lebih dulu memastikan seluruh masyarakat mengetahui aturan yang dibuat pemerintah.
“Kalau mau jujur, masih banyak masyarakat yang tidak tahu aturan tersebut. Saya sendiri tidak terlalu tahu jenis-jenis buaya di Berau yang masuk kategori dilarang, apalagi masyarakat di kampung-kampung,” ungkapnya.
Sebelumnya ada beberapa kasus penyelundupan satwa yang terungkap. Salah satunya upaya penyelundupan buaya muara di Bandara Kalimarau. Temuan itu diminta menjadi momen bagi instansi terkait maupun stakeholder yang membidangi, untuk kembali mensosialisasikan kepada masyarakat luas tentang larangan perdagangan satwa dilindungi.
“Yang salah satunya adalah buaya muara dan buaya jenis ini ada di Berau, sehingga diketahui masyarakat luas sehingga tidak lagi melakukan kesalahan ini,” jelasnya.
Sebab secara pribadi, Agus mengakui dirinya tidak sepenuhnya menyalahkan warga jika sudah dipastikan seluruh masyarakat mengetahui regulasi larangan penjualan buaya muara karena melaksanakan sosialisasi merata maka bukan dilema bagi pemerintah terhadap penangkapan pelaku.
“Jika sosialisasi sudah dilakukan menyeluruh dan merata baru bisa dilakukan. Contoh misalnya bom ikan, itu jelas melanggar dan semua masyarakat saya kira sudah tahu, beda dengan jenis-jenis satwa yang boleh dan tidak boleh diperjualbelikan,” jelasnya.
Berbeda dengan larangan penjualan satwa dilindungi lainnya yang ada di Berau yakni penyu beserta produk turunannya yang diolah menjadi aksesori seperti cincin, gelang dan lainnya. Sebab untuk larangan tersebut sudah seringkali dilakukan berbagai pihak. Bahkan Agus sendiri beberapa kali menegur langsung penjual aksesori berbahan kulit sisik penyu.
“Jadi saya juga meminta perlunya sosialisasi kembali, apa-apa saja sih yang dilarang penyu, hiu, buaya dan satwa lainnya harus jelas, dan itu dilakukan kepada seluruh masyarakat biar jelas,” tegasnya. (as/nin)  

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 21:09

Usul Pengangkatan Honorer Satu Pintu

BONTANG. Pegawai honorer di lingkungan Pemkot Bontang tak mendapat pengakuan pemerintah pusat. Pasalnya,…

Rabu, 17 Oktober 2018 21:08

DPRD Minta Peran Aktif Orangtua

BONTANG. Kasus kenakalan remaja di Kota Bontang belum juga bisa dihilangkan. Remaja pecandu lem, minuman…

Rabu, 17 Oktober 2018 21:06

DPRD Soroti Keseriusan Pemkot

BONTANG. Angka penggangguran terbuka di Bontang yang mencapai 9 ribu orang mendapat sorotan dari DPRD.…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:36

Komisi I Usul Napi Ditanggung BPJS

BONTANG. Komisi I DPRD Bontang prihatin dengan warga Bontang yang menjalani masa hukuman tanpa jaminan…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:35

Komisi II Desak RUPS BME

BONTANG. Ketua Komisi II DPRD Bontang, Ubayya Bengawan mendesak pemerintah dan komisaris PT Bontang…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:35

DPRD Usul Bangun Sentral Industri

BONTANG. Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang menggelar Rapat Kerja dengan Badan…

Senin, 15 Oktober 2018 23:33

Legislator Kawal Penertiban Pasar Rawa Indah

BONTANG Komisi II DPRD Bontang Ubayya Bengawan menyatakan pihaknya akan mengawal terus progres penertiban…

Senin, 15 Oktober 2018 23:33

Komisi I Tolak Draft Perda Nomer 9

BONTANG. DPRD Bontang dengan tegas menolak draf revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2015 yang…

Senin, 15 Oktober 2018 23:32

DPRD Pertanyakan Rencana Rekrutmen P3K

BONTANG. Komisi I DPRD Bontang menggelar rapat kerja terkait rencana rekrutmen pegawai pemerintah dengan…

Kamis, 11 Oktober 2018 00:15

Disdik Kaltim Kumpulkan Dana Rp 700 Juta

KEPEDULIAN masyarakat Kaltim untuk korban bencana memang patut diacungi jempol. Dari kumpulan dana SMK/SMA…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .