MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Sabtu, 10 Februari 2018 10:59
Aturan Belok Kiri Boleh Dilanggar

Pengendara Memilih untuk Patuh

TAAT ATURAN. Meski diperbolehkan Dishub, masyarakat Samarinda memilih taat aturan terkait belok kiri saat lampu merah menyala. Seperti yang dilakukan pengendara motor di Jalan DI Panjaitan, Sungai Pinang, kemarin (9/2).

PROKAL.CO, SAMARINDA. Wacana pencabutan larangan belok kiri di persimpangan lampu lalu lintas masih dikaji. Kendati demikian Dinas Perhubungan (dishub) Samarinda  mengizinkan aturan itu untuk dilanggar dengan syarat tidak memicu kemacetan.
Hal itu disampaikan Kepala Dishub Samarinda Ismansyah. Pihaknya mengatakan, aturan terkait itu tertuang dalam UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Disebutkan pada pasal 112 ayat 3 berbunyi pada persimpangan jalan yang dilengkapi alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung belok kiri. Pengecualian diberlakukan jika persimpangan itu tidak ditentukan oleh rambu lalu lintas atau alat pemberi isyarat lalu lintas.
Ismansyah mengatakan sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polresta Samarinda tekait hal ini. Dia menjelaskan dalam keadaan tertentu aturan itu boleh tidak diindahkan. “Kalau memang kondisinya tidak memungkinkan tidak masalah langsung belok kiri. Kalau misalnya berhenti itu menyebabkan kemacetan yang parah, silakan tidak masalah,” kata Isman.
Namun lanjutnya pengendara baik roda dua maupun empat juga harus bijak melihat situasi. Aturan itu boleh dilanggar kalau ternyata dianggap membuat kemacetan parah atau memicu terjadinya kecelakaan. “Jika memang kondisi di lapangan memungkinkan, maka pengendara bisa mengabaikan rambu,” sambungnya. Isman menambahkan  meski sudah diatur, implementasi di daerah juga perlu diperhatikan.
Pengendara juga harus jeli melihat situasi. Kalau ternyata belok kiri berpotensi akibatkan kecelakaan, sebaiknya tidak perlu dilakukan. “Kalau belok kiri tidak ikut isyarat lampu tapi lancar, silakan saja. Kalau ternyata membahayakan, ya jangan,” jelasnya lagi. Sayangnya Dishub belum bisa memetakan titik lampu merah mana yang bisa belok kiri atau tidak. “Sementara belum. Ya lihat perkembangan dulu,” tutupnya.
Uniknya dari pantauan Sapos, sebagian masyarakat lebih memilih taat aturan dengan tidak memilih belok kiri. Mulai dari simpang empat lampu merah jalan DI Panjaitan hingga pertigaan Jalan Slamet Riyadi. Pengendara ada yang memilih belok kiri meski pun ada kesempatan melakukan. (cyn/beb)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 10 Oktober 2015 08:38

Membernya Ribuan, Gelar Resepsi di The Concept

<p>Dulu, olahraga lintas alam atau sering disebut hash atau on-on tak banyak yang mengetahui apalagi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*