MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA

METROPOLIS

Selasa, 06 Februari 2018 10:17
Banyak Anggota, Sedikit Rezeki

Pembatasan Driver Ojek Online Didukung

SEMANGAT BEKERJA. Seorang driver ojek online tersenyum sebelum berangkat bekerja di Jalan Untung Suropati, kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pepatah yang berbunyi, “banyak anak banyak rezeki” tidak berlaku bagi pengemudi atau driver ojek online. Justru semakin banyak anggota, pemasukkan yang diterima malah berkurang. Pasalnya, hingga kini penerimaan calon driver tetap berjalan.  
Satgas Gojek Samarinda, Buter mengatakan tidak mengetahui dengan pasti detail jumlah driver yang terus mendaftar tiap bulannya. Namun ia mengaku bisa sedikit memperkirakan. “Ada sekitar 5.000. Kalau penerimaan setiap hari sekitar 50 orang,” ungkapnya. Buter mengaku hanya bisa memberi asumsi lantaran di kalangan manajemen Gojek Samarinda pun tidak mengetahui angka pastinya. Buter menjelaskan angka penerimaan dan putus mitra (putus kontrak, Red) semuanya terinput di sistem. Adapun admin pengelola sistem tersebut berada di kantor pusat, Jakarta. “Kami jadi tidak bisa memantau,” imbuhnya.
Namun saat ini, lanjutnya, belum ada regulasi apapun terkait pembatasan jumlah driver Gojek. Sehingga besar kemungkinan rekrutmen driver baru akan tetap terjadi. “Sementara kami ikuti arahan pusat dulu. Sekarang belum ada arahan, jadi ya masih buka pendaftaran driver,” tutupnya.
Jumlah driver Gojek Samarinda diyakini mencapai 5.000 yang terdaftar di sistem. Adapun jumlah penduduk Samarinda berdasarkan sensus BPS tahun 2015 berjumlah 812.597 jiwa. Dengan kata lain sekitar 0,6 persen penduduk Kota Tepian menggantungkan hidup menjadi driver Gojek. Sedangkan untuk penyelia lain seperti Grab Bike telah memiliki anggota sekitar 1.200 orang, atau 0,2 persen dari penduduk kota Samarinda. Dengan kata lain 0,8 persen penduduk Samarinda menggantungkan hidup menjadi driver ojek online.
Kembali ke Gojek, banyaknya jumlah driver dianggap sebagai beban. Beberapa driver Gojek bahkan mengeluhkan pendapatannya menurun. Ivan, Ketua Korwil Gojek Bigmall Samarinda salah satunya. Penurunan orderan katanya mulai terjadi akhir tahun lalu. Biasanya pendapatan bersih minimum ia dapat Rp 150 ribu per hari. Kini justru kurang. “Orderan jelas turun. Karena sehari kami dituntut tutup poin sampai 20. Kadang sampai malam betul, poin belum tutup karena sepi orderan,” ujarnya. Orderan yang dimaksud mulai dari go ride sampai go food. Bahkan jam mengemudi menjadi lebih panjang. Biasanya dia berkendara sampai delapan jam sudah bisa tutup poin, kini bisa lebih dari 12 jam.
Mengenai pembatasan driver ojek online, di satu sisi Ivan setuju karena mengurangi persaingan. “Tapi pemerintah juga harus kasih solusi, karena orang daftar gojek ini kan niatnya ingin bekerja. Ya ditambah lah lapangan pekerjaan,” harapnya. Namun membatasi driver juga tidak mudah. Sebab, dalam sehari Gojek juga ada memutus kontrak driver hingga 50 orang. Konon itu pula yang menjadi alasan manajemen Gojek belum berniat membatasi pendaftar driver. “Jadi harus diperjelas juga maksud dibatasi ini. Misalnya kuota 5.000, yang putus kontrak 50. Ya semestinya yang ditambah cuma 50 saja,” tutup Ivan.
Sementara untuk Grab, diyakini juga melakuan hal serupa. Sayangnya manajemen yang berkantor di Jalan DI Panjaitan ini memilih enggan berkomentar. “Kami enggak berani komentar. Tadi saya sudah minta ke Jakarta apa bisa berikan statemen, mereka juga tidak mau komentar,” kata Dinda, salah satu marketing Grab Samarinda. (cyn/beb)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 01:09

Dewan Janji Segera Sahkan APBD-P

SAMARINDA.  Mengetuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBD-P), selayaknya menyatukan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 21:02

Janjikan Produktif sampai Akhir Jabatan

SAMARINDA. Beragam cara bisa dilakukan untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia (RI). Salah satunya…

Sabtu, 18 Agustus 2018 21:00

Sebelum Tidur Push Up dan Angkat Batu Bata

Di balik kesuksesan upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia tak lepas dari peran anak bangsa…

Sabtu, 18 Agustus 2018 20:58

Merah Putih Berkibar di Jembatan Kembar

SAMARINDA. Pengibaran bendera merah putih di Kota Tepian tak hanya dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera…

Jumat, 17 Agustus 2018 21:38

Lapas Dipindahkan, Lokasi Dijadikan Lapangan

SAMARINDA. Konflik antara warga dengan Pemprov Kaltim terkait pembangunan masjid di eks Lapangan Kinibalu…

Kamis, 16 Agustus 2018 23:44

Deklarasi Bebas Anjal-Gepeng

SAMARINDA. Anak jalanan dan gelandangan pengemis (anjal-gepeng) merupakan salah satu persoalan sosial…

Kamis, 16 Agustus 2018 23:41

Meiliana Didorong Bertarung di Pilwali

SAMARINDA. Loyalitas dan pengabdian Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap bangsa tak boleh dibatasi umur.…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:25

Pemkot Bikin Surat Edaran ke Pedagang, Ayam Harus Dijual Begini....

SAMARINDA. Belum lama ini Pemkot Samarinda mengeluarkan aturan berupa surat edaran agar pedagang ayam…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:24

Jaang Apresiasi Kegiatan World Clean Up Day

SAMARINDA. Indonesia menempati posisi ke dua di dunia setelah Tiongkok dalam hal penyumbang sampah.…

Rabu, 15 Agustus 2018 21:23

Awang Tolak Tim Transisi Isran-Hadi

SAMARINDA. Pasca ditetapkannya Isran Noor dan Hadi Mulyadi sebagai pemenang Pilgub Kaltim, ada jeda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .