MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 31 Januari 2018 13:57
Di-PHK saat Hamil, Karyawan MLG Melawan

Tuntut Pesangon, Bakal Berakhir di Meja Hijau

Grafis

PROKAL.CO, SAMARINDA. Seteru antara pekerja dan perusahaan kembali terjadi. Kali ini dialami Dina Siswati, salah satu pekerja PT Samaco selaku pengelola Mahakam Lampion Garden (MLG). Kejadian ini bermula ketika Dian mengaku dipecat oleh manajemen PT Samaco secara sepihak.
Atas dasar itu dia lalu mencurahkan semua keluh kesahnya melalui status di media sosial. Curhatan hatinya mengundang reaksi dari para nitezen. Statusnya itu pun mendadak viral.
Dina menceritakan, pada Mei 2017 kontraknya berakhir. Mulai saat itu Dina bekerja dengan status karyawan harian. Perubahan status itu tanpa pemberitahuan lisan atau tulisan kepadanya. Saat itu dia bekerja dengan upah harian.
Kemudian, awal Juli 2017 dia baru diberitahu bahwa kontraknya tidak diperpanjang. Alasannya, karena dia diduga memfalisitasi karyawan lain menuntut hak mereka lewat Dinas tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda.
“Saat dipecat, saya sedang hamil. Dan tidak mendapat pesangon apapun,” ungkap Dina kepada Sapos, kemarin (30/1).
Melalui kuasa hukumnya, Dina lalu mengadukan pemberhentian dirinya ke Disnaker Samarinda. Aduan tersebut akhirnya difasilitasi Disnaker dengan tiga kali pertemuan. Dari ketiga pertemuan itu, tidak ada kesepakatan antara kedua pihak yang bersengketa.
Akhirnya, Disnaker mengeluarkan anjuran kepada PT Samaco untuk mengganti pesangon. Ketentuan tersebut berdasarkan pasal 156 ayat 3 UU Nomor 13 tahun 2003 ketenagakerjaan yakni sebesar Rp 13,8 juta.
“Kami sudah memediator. Tapi tidak ada kesepakatan. Sehingga kami keluarkan anjuran berupa pemberian pesangon,” ungkap tim mediator Disnaker Samarinda, Zulfan Firdaus.
Jika anjuran tersebut tak dipenuhi oleh kedua belah pihak, maka ada mekanisme lain berupa gugatan hubungan industrial di PTUN.
Pihak PT Samaco yang diwakili, Dian selaku marketing, kepada Sapos mengatakan, proses mediasi yang dilakukan kedua pihak yang difasliitasi Disnaker belum menemui kata sepakat. Sehingga prosesnya masih berlanjut.
Soal anjuran Disnaker, bagi Dian masih memberatkan karena pihaknya mengaku memiliki alasan rasional untuk tidak memperpanjang kontrak Dina.
“Ini proses masih berlanjut. Kita siap jika di PTUN-kan,” tegas Dina. (zak)



loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 14:00

Sehari Jadian, Rela Ditiduri

SAMARINDA. Meski hanya mengenyam pendidikan hingga bangku kelas VI sekolah…

Senin, 19 November 2018 15:35

Tragedi KM 27 Loa Janan

TENGGARONG. Laju trailer atau truk gandeng bernopol KT 8657 DC…

Senin, 19 November 2018 15:31

Murka Istri Mandi Bareng Sopir

SAMARINDA. Tuntas sudah jalinan cinta segitiga yang dilakoni Yosef Niron…

Minggu, 18 November 2018 15:47

Tikam Istri Lalu Tersenyum

SAMARINDA. Warga Jalan Jakarta, Gang H Oyon, Loa Bakung, Sungai…

Minggu, 18 November 2018 15:40

Mufakat Jahat Loloskan IUP Bermasalah

SAMARINDA. Selisi data Izin Usaha Pertambangan (IUP) batu bara yang…

Sabtu, 17 November 2018 20:04

Ketua Dewan Dijebloskan ke Rutan

SAMARINDA. Dilaporkan karena diduga melakukan penggelapan, Ketua DPRD Samarinda Alphad…

Sabtu, 17 November 2018 19:59

210 IUP Diduga Tak Terdata di Pusat

SAMARINDA. Carut marut pengelolaan aktivitas pertambangan batu bara di Kaltim…

Jumat, 16 November 2018 11:45

Curiga, KPK Sidak Batu Bara di Mahakam

SAMARINDA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun gunung guna menelusuri dugaan…

Jumat, 16 November 2018 11:41

Rumah Sepasang Lansia Terus Bergerak

SAMARINDA. Sebuah rumah di Jalan KS Tubun terpaksa dikosongkan. Pergerakan…

Kamis, 15 November 2018 14:25

ABG Kabel Telkom Dijarah

SAMARINDA. Apes. Itulah yang dialami MR. ABG ini tertangkap saat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .