MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Kamis, 25 Januari 2018 12:59
Akibat Bom Ikan, Banyak Penyu Mati
-

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB. Belakangan marak ditemukan penyu yang mati dengan tubuh terkoyak. Diindikasikan penyu tersebut mati akibat aktifitas destruktif fishing atau terkena bom ikan.  

Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih menyebutkan, sejak Desember 2017 hingga Januari 2018, ada banyak temuan bangkai Penyu Hijau dan Penyu Sisik di perairan Pulau Derawan.

Hasil pemeriksaan terhadap bangkai penyu-penyu itu, diduga kuat karena terkena bom ikan yang saat ini masih marak figunakan.
“Ditemukannya beberapa bangkai penyu, ada 10 ekor, terdiri dari 2 ekor Penyu Sisik sisanya Penyu Hijau,” ungkapnya, Rabu (24/1) kemarin.

Bangkai-bangkai tersebut ditemukan petugas konservasi yang bertugas di Pulau Derawan dan Pulau Maratua.
Meski demikian, sekali lagi pihaknya mengaku, tidak bisa berbuat banyak terhadap persoalan yang terjadi, akibat terbatasnya kewenangan Dinas Perikanan akibat lahirnya Undang-Undang nomor 23 tahun 2014.

Dengan aturan tersebut Dinas Perikanan tidak bisa melakukan pengawasan sumber daya perikanan dan pengelolaan hingga 12 mil dari laut.

“Hasil evaluasi memang masih semakin marak. Hal itu kami nilai memang terjadi akibat tidak adanya pengawasan ataupun patroli,” jelasnya.

Kawasan pesisir bagian Selatan dan Utara saat ini bebas dari pengawasan dan patroli, karena keterbatasan. “Karena kami tidak punya kewenangan otomatis tidak ada juga anggarannya, sehingga tidak bisa lagi patroli,” sambungnya.
Akan tetapi setiap kejadian, berdasarkan temuan seperti bangkai-bangkai penyu tersebut, selalu dilaporkan ke Direktoral Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP)  ataupun ke Provinsi.

Tetapi diungkapkannya, memang semua laporan yang disampaikan selama ini belum mendapatkan respon jelas. “kami tidak tahu juga kenapa,” ujar Yunda lagi. Selain itu, diakuinya ada petugas dari Dinas Perikanan yang sudah memiliki SK dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) bertugas di sana, namun jika ada temuan seperti ini hanya bisa meninjau hasil laporan. Sebab, meski memegang SK tetapi tidak didampingi penganggaran operasional.

“Kami berharap ada perhatian-lah agar persoalan seperti ini tidak berlarut-larut. Kalau masalah sosialisasi kami sudah maksimal dan sudah lama laksanakan, dan sampai saat ini terus berlanjut,” tandasnya. (as/ama)


BACA JUGA

Selasa, 13 Oktober 2015 13:45

Rumah Terbakar, Pemilik Masuk RS

<p>TANJUNG REDEB. Begitu melihat api berkobar di atas rumahnya, Made, warga Jalan AKB Sanipah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .