MANAGED BY:
RABU
21 FEBRUARI
UTAMA | SAMARINDA | METROPOLIS | OLAHRAGA | KALTIM | METROLIFE | BUJUR-BUJUR

UTAMA

Kamis, 18 Januari 2018 15:35
Pakai Baju Bak Astronot, Pantang Pulang sebelum Steril

Mengintip Keberanian Perawat RSUD AW Sjahranie Tangani Pasien Difteri

KEAMANAN MAKSIMUM. Perawat yang menangani pasien difteri diwajibkan menggunakan alat pelindung diri yang lengkap.

PROKAL.CO, Merawat pasien difteri bukan hal mudah. Jika tak berhati-hati bisa jadi bumerang bagi diri sendiri. Tapi di situlah profesionalitas seorang perawat diuji.

Zakarias Demon Daton


Teras di ruang Seruni RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda tampak sepi, Selasa (16/1) siang. Hanya beberapa orang terlihat duduk melantai. Sebagian lainnya sedang makan di kantin tak jauh dari lokasi ini. Mereka rata-rata keluarga pasien. Di dalam gedung inilah puluhan pasien difteri dirawat.
Sejumlah perawat tampak sibuk bolak-balik masuk ruangan. Mereka melakukan kontrol pasien. Sebagian lainnya mencatat hasil perkembangan pasien. Di ruang ini pula 13 pasien difteri positif dan 15 pasien suspect atau terindikasi difteri terbaring.
Untuk pasien positif ditempatkan di kamar terpisah dengan para pasien suspect. Kapasitas kamar variatif. Ada kamar berkapasitas 5 pasien. Ada pula kamar dengan kapasitas 2 pasien. Total seluruhnya ada 27 tempat tidur 5 kamar ini.
Ruangan ini terisolasi dari semua pengunjung. Kecuali ibu kandung dari pasien anak-anak. Itupun dibekali safety yang kuat agar tidak berdampak. Ya, rata-rata pasien difteri masih usia anak 10 tahun ke bawah, sehingga mereka perlu penjagaan dari ibunda. Bagi pasien dewasa tidak diwajibkan penjagaan keluarga. Ini bertujuan meminimalisir penyebaran bakteri.
Perawat ataupun dokter yang melakukan kontrol ke ruangan pasien menggunakan alat pelindung diri (APD). Mereka lengkap berseragam layaknya para astronot yang hendak menuju luar angkasa. Dari baju plastik panjang, dilengkapi topi, sepatu bot, kacamata, hingga masker tebal. Masker mereka didesain lebih khusus. Namanya masker N95 atau Respirator N95 lebih tebal dari masker biasa.
Kepala Ruang Seruni, Siti Naisa Umar mengungkapkan bahwa untuk perawatan satu pasien biasanya dilakukan dua perawat sekaligus, termasuk saat mengambil sampel uji di laboratorium. Pasien membuka mulut lalu perawat mengambil zat putih di tenggorokan menggunakan alat khusus lalu dikirim ke lab untuk diperiksa.
“Setelah keluar dari ruang pasien, mereka (perawat, Red) tidak dibolehkan jalan ke sana ke mari. Harus menuju ruang ganti dan segera mengganti semua APD, baru bisa keluar bergabung sama perawat lain di ruang penjagaan. Pokoknya, harus steril baru bisa keluar,” terangnya menceritakan cara perawat pasien difteri.
Para pasien ini ditangani dua dokter, dr Cartha dan dr Sukartini. Setiap hari kedua dokter ini memeriksa perkembangan pasien. Mereka diberi obat setiap hari. Sementara untuk perawat semuanya berjumlah 29 orang bertugas di ruang Seruni. Mereka dibagi dua tim untuk tiga sif. Pagi, sore dan malam. Khusus pagi perawatnya agak banyak karena lebih banyak tindakan medisnya. Sementara sore dan malam masing-masing ada lima perawat yang jaga.
Para pasien difteri dikhususkan pada dua ruang sebelah kiri gedung Seruni. Sementara sebelah kanan ada pula pasien TBC, jantung, dan lainnya. Yang lainnya disebar di ruang Melati. Tapi pusatnya memang di ruang ini.
"Ada 4 orang sudah diambil sampelnya dan sedang diperiksa hari ini (Kemarin, Red) di lab,” tuturnya. Senin (15/1) lalu ada 4 orang sudah dipulangkan karena hasil uji lab tiga kali negatif berturut-turut. Mereka boleh beristirahat di rumah dan melakukan kontrol setiap pekan.
Selasa (16/1) ada 6 orang lagi kembali dipulangkan beristirahat di rumah. Karena hasil test lab dinyatakan dinyatakan negatif berturut turut. Sehingga total selama dua hari ini ada 11 orang sudah dipulangkan. (*/beb)


loading...

BACA JUGA

Selasa, 20 Februari 2018 17:02

Terus Mengancam, Difteri Masih KLB

SAMARINDA. Status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Kota Tepian belum dicabut. Pasalnya, pekan lalu…

Senin, 19 Februari 2018 20:49
Rebutan Cewek, Kelompok Geng Serang Remaja

Bos Geng Tuyul Hitam Bersaudara Ditangkap

SAMARINDA. Di balik tubuh yang kurus, remaja 17 tahun berinisial IB, adalah seorang bos salah satu geng.…

Minggu, 18 Februari 2018 15:46

Bunuh Orangutan karena Sengketa Lahan

SANGATTA. Terungkap sudah kasus tewasnya orangutan dengan ratusan peluru bersarang di badan.  Setelah…

Sabtu, 17 Februari 2018 20:53

IGD RSUD AWS Retak

SAMARINDA. Puluhan pasien yang tengah dirawat di RSUD AW Syahranie mendadak diliputi rasa kalut. Satu…

Jumat, 16 Februari 2018 19:50

Buah Simalakama Jamaah Abu Tours

SAMARINDA. Masyarakat diimbau tidak tergiur dengan agen travel yang menawarkan perjalanan umrah dengan…

Kamis, 15 Februari 2018 16:34

Cuaca Ekstrem Tak Turunkan Target

SAMARINDA. Alam masih belum bersahabat demi percepatan pembangunan runway Bandara Samarinda Baru (BSB).…

Rabu, 14 Februari 2018 21:55

Pilih Jadi Omongan atau Mendekati Zina?

Valentine’s day, perayaan yang selalu mengundang kontroversi setiap tahunnya. Kontroversinya melampaui…

Sabtu, 10 Februari 2018 14:38

Duet Polisi Palsu Gasak Tujuh Motor

SAMARINDA. Memeras dengan mengaku-ngaku sebagai polisi, bukan satu-satunya kejahatan yang dilakukan…

Jumat, 09 Februari 2018 10:06

Banting Setir, Moncong Menghadap Langit

SAMARINDA. Truk kontainer bermuatan air mineral dengan nomor polisi L 9022 WF milik PT Bintang…

Kamis, 08 Februari 2018 23:18

ABG Cantik Jadi Muncikari Online

SAMARINDA. Usianya masih 16 tahun, namun bisnis yang dilakoninya bikin geleng-geleng kepala. Anak baru…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .