MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Rabu, 17 Januari 2018 16:32
Gadis Cantik Diduga Dibunuh

Gagal Menikah, Makam Akan Dibongkar

DIBUNUH? Mira saat masih hidup. Penyebab kematiannya masih diselimuti banyak misteri. Dia diduga dibunuh.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Mira, warga Desa Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar), ditemukan tewas pada, Selasa (9/1) lalu. Saat itu pihak keluarga menyatakan ikhlas dengan kepergian gadis muda berusia 23 tahun tersebut. Mereka bahkan menolak autopsi yang ditawarkan kepolisian. Belakangan pendirian pihak keluarga berubah. Kematian kembali diungkit karena ada sejumlah kejanggalan.
Abu Bakar (48), salah seorang paman Mira, mendatangi 2 Polsek di Samarinda, Selasa (16/1). Pertama Polsekta Sungai Kunjang yang menangani awal kasus kematian Mira saat itu. Kedua Polsekta Samarinda Utara.
Perjuangan Abu untuk mendapat kejelasan tentang kematian Mira tak bisa dianggap remeh. Dengan menggunakan sepeda motor, dirinya harus melalui jalan rusak dan berbatu di desanya yang terletak di Kembang Janggut, Kukar, dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam untuk sampai di Samarinda. Sementara untuk menuju rumah kediaman Mira, dirinya harus menempuh perjalanan hingga 8 jam lamanya.
Memang, awalnya kematian Mira ditangani Polsek Sungai Kunjang. Mira ditemukan tidak bernyawa di salah satu rumah warga di Jalan Kertak Hanyar, Loa Bakung, Sungai Kunjang. Namun beberapa hari kemudian muncul dugaan, Mira lebih dulu tewas di kamar indekos yang disewa Ag (25) di Jalan Gerilya, Samarinda Utara. Ag adalah orang terakhir yang ditemui Mira dan kemudian mengantar Mira ke rumah di Jalan Kertak Anyar. Tempat  di mana Mira ditemukan tewas.
"Saya sempat mendatangi Polsek Sungai Kunjang, namun mendapat informasi jika kasusnya ditangani Polsek Samarinda Utara. Makanya saya sengaja datang ke sini,” kata Abu di Polsekta Samarinda Utara.
Abu sendiri ditunjuk pihak keluarga sebagai juru bicara untuk meminta kejelasan penanganan kasus kematian Mira.
"Pada awalnya memang pihak keluarga mengikhlaskan kepergian Mira. Namun saat jenazah mira kami mandikan, kami melihat ada memar di punggunggnya. Nah, dari situlah awal kecurigaan pihak keluarga, apakah karena keracunan atau sebab lain," ujar Abu, yang keseharian bekerja sebagai petani di desanya.
Abu menceritakan, sebenarnya Mira akan menikah pada bulan Februari nanti dengan laki-laki bernama Ag yang saat ini masih menjadi pacarnya. Niat itu sudah pula mendapat persetujuan pihak keluarga saat Ag datang ke desa Mira. "Kami sudah mengenal pacar Mira itu, dan keluarga sudah setuju jika Mira dan Ag menikah,” ungkap Abu.
Namun Abu sangat menyayangkan, setelah kematian Mira, Ag tak pernah menemui orangtua Mira, bahkan untuk sekadar memberi kabar pun tidak. Keluarga meminta polisi untuk memeriksa Ag. Itu lantaran Ag lah orang terakhir yang bersama Mira sebelum meregang nyawa.
"Saya mewakili pihak keluarga meminta agar kasus ini dilanjutkan. Meskipun nantinya dilakukan autopsi kami tidak masalah," sebut Abu.
Berbekal foto-foto mendiang Mira, lengkap dengan memar di punggungnya, Abu meninggalkan Polsekta Samarinda Utara sekira pukul 13.15 Wita siang kemarin. Abu berencana untuk kembali lagi menanyakan kelanjutan kasus kematian Mira.
"Nanti saya akan kembali lagi ke sini, dan mungkin bersama keluarga yang lain," tutup Abu.
Kapolsekta Samarinda Utara Kompol Ervin Suryatna mengatakan kasus itu dalam penyelidikan. Menurut Ervin tidak menutup kemungkinan makam Mira dibongkar untuk autopsi.
"Kita lihat dulu, apakah memang ada indikasi dia meninggal karena dugaan tindak pidana orang lain," kata Ervin.
Jasad Mira ditemukan di ruang tamu rumah bernomor 12 di Jalan Kertak Anyar, RT 30, Kelurahan Loa Bakung, Selasa (9/1) lalu.
Mira tewas dengan kondisi telentang mengenakan celana jins dan kaos hitam.
Reza (13), yang juga tinggal di rumah tersebut, adalah orang yang pertama kali menemukan jasad Mira. Korban diketahui baru datang dari Kembang Janggut sekitar pukul 04.00 Wita.
Saat Mira datang, Reza yang mengenal Mira pun sempat menyapa. Namun lantaran sudah larut, perbincangan hanya sebentar. Mira kemudian beristirahat dan tertidur di ruang depan rumah.
Paginya, Reza berniat membangunkan Mira. Tapi berulang kali namanya dipanggil, Mira tak kunjung membalas panggilan atau menyahut. Penasaran, Reza pun mendekati Mira yang sedang tertidur. Namun alangkah terkejutnya Reza saat melihat wajah Mira terlihat pucat dan tubuhnya kaku. Reza yang ketakutan kemudian berlari keluar rumah menemui neneknya bernama Etnawati (60), yang kebetulan tinggal hanya dibatasi dinding saja.
"Saya ketakutan karena almarhum (Mira, Red) tidak bergerak saat saya cek. Saya lari ke rumah nenek untuk memberitahu kejadian itu," ujar Reza saat itu.
Bersama Etnawati, Reza selanjutnya menuju rumah dimana Mira tergeletak. Saat tiba dirumah itu, Etnawati pun ikut kaget. Saat diperiksa Mira tak menunjukkan gerakan. Etnawati lalu melaporkan kejadian itu kepada ketua RT setempat, kemudian laporan dilanjutkan ke polisi.
Mirna (19), salah seorang rekan Mira yang sama-sama datang dari Kembang Janggut untuk mengadu nasib di Samarinda mengungkapkan, dia sempat berkomunikasi melalui telepon seluler sekitar pukul 23.00 Wita, beberapa jam sebelum kejadian. Namun pembicaraan hanya sebentar.
”Sempat video call walau sebentar. Dan setahu saya almarhum sempat jalan dengan pacarnya tadi malam,” kata Mirna ditemui di ruang tunggu kamar jenazah RSUD AW Sjahranie, beberapa jam setelah Mira ditemukan tewas. (kis/beb)





loading...

BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 23:05

Sumber Api dari Kamar Mesin

SAMARINDA. Sejumlah pekerja di areal galangan kapal PT Niaga Baru di RT 6, Kelurahan Bukuan, Kecamatan…

Selasa, 16 Oktober 2018 23:28

DBD Renggut Nyawa Anak di Palaran

SAMARINDA. Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali merenggang nyawa. Hal ini dilaporkan oleh satu…

Senin, 15 Oktober 2018 22:48

Habib Umar Diisukan Diciduk Densus

SAMARINDA. Isu tak sedap menerpa kedatangan Guru Mulia Al'Alimul' Allaamah Al Arif Billah, Al Habib…

Senin, 15 Oktober 2018 22:39

"Gempa" di Loa Janan

SAMARINDA. Gempa 7,4 skala richter di Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa waktu lalu, seolah kembali…

Senin, 15 Oktober 2018 00:16

Isran “Haramkan” Antrean Panjang di SPBU

SAMARINDA. Belum sebulan pasca dilantik sebagai Gubernur Kaltim, Isran Noor mulai mereview kembali janji-janji…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:37

Penculik Anak Berkeliaran, Warga Samarinda Resah

SAMARINDA. Kabar penculikan anak di luar Samarinda membuat orangtua khususnya ibu rumah tangga (IRT)…

Jumat, 12 Oktober 2018 23:35

Jaga Salat, Niscaya Musibah Diangkat

Kedatangan ulama besar asal Tarim, Hadramaut, Habib Umar Bin Hafidz di Samarinda menjadi magnet. Bak…

Selasa, 09 Oktober 2018 00:09

Tak Tahan Tanah Terus Tergerak-gerak

Gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu, Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) masih menyimpan…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:47

Wanita Hamil Nyaris Dibakar

SAMARINDA. Usman tergolong pria yang sangat sadis. Dihadapan anak-anaknya, pria paruh baya itu nyaris…

Kamis, 04 Oktober 2018 23:46

Berkat Batang Kayu, Berebut Keluar Kota Palu

TAK ada yang menyangka jika Kota Palu akan luluh lantak akibat gempa dan tsunami.  Termasuk belasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .