MANAGED BY:
SENIN
18 JUNI
KRIMINAL | METROPOLIS | HOT PROMO | BORNEO FC | GAYA
Sabtu, 13 Januari 2018 18:16
2 Pelajar Terjangkit Difteri, Vaksin Massal di Sekolah
ILUSTRASI

PROKAL.CO, SAMARINDA. Bakteri Corynebacterium diphtheriae semakin membuktikan keganasannya. Kuman penyebab penyakit difteri itu kini telah menjangkiti belasan warga Samarinda. Delapan orang sudah dinyatakan positif. Sementara enam pasien lainnya harap-harap cemas dengan status suspect atau terduga difteri. Seluruhnya kini dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda.  
Humas RSUD AWS dr M Fabian Satrio mengatakan, sebelumnya pihaknya merawat tiga pasien positif difteri. Jumlah itu kemudian membengkak. Lima pasien positif dirujuk, Kamis (11/1) lalu. Kelimanya masih berusia di bawah 10 tahun. Mereka kini dirawat di ruang Seruni menggunakan 3 kamar dengan kapasitas 5 pasien per kamar dan 1 kamar kapasitas 2 pasien.
Satrio memprediksi penyebaran bakteri ini terus bertambah. Sebab ada tren kenaikan pasien yang terinfeksi penyakit ini. Hingga saat ini belum diketahui titik kawasan penyebaran difteri yang paling rawan di Samarinda.
"Semua pasien, baik yang terindentifikasi atau yang positif semuanya warga Samarinda," ungkapnya, kemarin (12/1).
Kabar berlipatgandanya penderita difteri berembus kencang. Dinas Kesehatan Samarinda langsung gelar rapat mendadak di ruang Sekkot, lantai tiga Balai Kota, kemarin sekitar pukul 11.10 Wita. Rapat dipimpin Sekkot Sugeng Chairuddin dihadiri beberapa jajaran Dinkes Kota Samarinda.  
Ditemui usai rapat, Sugeng mengatakan pihaknya sedang menyiapkan konsep telaah kepada wali kota untuk segera memberlakukan status kejadian luar biasa (KLB) atas kasus ini. Tapi bukan berarti masalah selesai. Kenaikan status KLB itu akan meningkatan kewaspadaan lebih kepada masyakarat untuk tetap menjaga diri, baik kontak langsung di kerumunan maupun di sarana publik lainnya. “Ada satu pasien katanya terkena difteri setelah berenang di kolam renang. Jadi warga tetap menjaga daya tahan tubuh. Kalau tidak fit jangan dulu berenang di kolam renang,” imbau Sugeng.
Selain kewaspadaan diri, lanjut Sugeng, Dinkes telah melakukan upaya pencegahan dengan menyasar ke beberapa wilayah dari asal penderita. Tujuannya, agar interaksi di sekitaran daerah itu bisa dicegah sedini mungkin. Juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat agar “melek” imunisasi. Terlebih bagi keluarga yang memiliki bayi atau anak. “Yang jelas warga jangan panik. Bakteri ini ada obatnya. Jangan takut. Kita sedang lakukan upaya-upaya agar penyebarannya bisa ditekan,” tegasnya.
Plt Kepala Dinkes Samarinda, Rustam mengungkapkan, dari 8 pasien difteri yang dirawat di RSUD AWS, dua di antaranya berstatus siswi di salah satu SMK negeri di Samarinda. Mengingat besarnya potensi penyebaran difteri di lingkungan sekolah tersebut, Dinkes melakukan pencegahan besar-besaran. Yakni dengan memberikan vaksin kepada 1.300 siswa, guru, satpam dan seluruh penghuni sekolah tersebut.  “Termasuk penjual di kantin sekolah pun kita vaksin,” tegasnya. Kedua siswa ini baru diketahui identitasnya setelah Dinkes berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.  
Kepala Sekolah SMK tersebut, ER (inisial) saat dikonfirmasi Sapos mengaku tak mengira jika dua siswanya bakal terinfeksi difteri. Mulanya kedua siswa ini tidak masuk sekolah karena sakit. Kemudian, Selasa (9/1) lalu, petugas Dinkes Kota Samarinda datang ke sekolah lalu mengambil sampel darah beberapa siswa di salah satu kelas. “Saya saja baru tahu setelah petugas Dinkes ke sekolah,” ungkap ER menceritakan. Keesokan harinya, Rabu (10/1), tim Dinkes melakukan vaksin massal bagi seluruh penghuni sekolah. Meski begitu, ER pun tidak bisa memastikan terjangkitnya bakteri difteri ke kedua siswanya itu dari lingkungan sekolah atau di rumah. Sebab, ada orangtua siswa datang ke sekolah Kamis (11/1) lalu meminta izin ke sekolah untuk membawa anaknya ke rumah sakit cek kesehatan. Karena ada tetangganya juga terjangkit difteri.
Vaksin massal yang digelar Dinkes Samarinda diwajibkan mencakup seluruh siswa yang menuntut ilmu di SMK tersebut tanpa terkecuali. Siswa yang belum mendapat vaksin difteri tidak diperkenankan untuk pulang ke rumah.
“Sekolah saya kemarin (Rabu, Red) harus dikarantina. Sebelum divaksin tidak boleh keluar dari lingkungan sekolah,” kata salah seorang siswa SMK tersebut kepada Sapos, kemarin (12/1).  
Selain SMK tersebut, Dinkes akan menyasar Mangkupalas Samarinda Seberang menjadi target selanjutnya untuk operasi vaksin. Sebab sebagian pasien beralamat di wilayah itu. Rustam berharap semua warga Samarinda harus mendapat vaksin. Jika tidak maka penyebarannya tetap terjadi. Sejak kejadian awal, pria yang juga dokter gigi ini sudah mengirim hasil diagnosa pasien difteri ke Kementrian Kesehatan (Kemenkes) sejak 2 Januari lalu untuk dilakukan kultur. Kultur adalah pemeriksaan pembiakan bakteri difteri ini. “Jika sudah ada balasan dari Kemenkes, maka tetap jadi perhatian nasional,” tuturnya.  
Selanjutnya Dinkes juga menyasar semua titik yang yang menjadi tempat tinggal pasien lainnya. Rustam enggan membuka data pasien difteri dengan alasan menjaga kerasiahan agar tidak terjadi gejolak di masyarakat.  “Intinya masyarakat jangan panik. Sebab difteri ini bisa diobati. Kalau warga ingin mendapat vaksin maka sikahkan ke puskesmas, posyandu terdekat. Gratis,” pungkasnya.
Gejala meningkatnya penyebaran difteri di Samarinda sudah terdeteksi sepekan lalu. Sabtu (6/1) RSUD AWS menerima empat pasien difteri dengan rata-rata penambahan satu pasien per hari. Seluruh pasien berusia di bawah 18 tahun, dua di antaranya bahkan masih balita.
Wabah difteri mulai ramai jadi buah bibir di Samarinda pada awal Desember 2017 lalu. Berdasarkan publikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kaltim dinyatakan satu dari 20 provinsi di Indonesia yang rawan penularan difteri. Bahkan kemenkes merilis telah menemukan enam kasus difteri di Kaltim pada waktu itu. Jumat (8/12) tahun lalu, Sapos menelusuri RSUD AWS dan RSUD IA Moeis untuk memastikan sejauh mana penyebaran difteri. Namun saat itu penyakit yang menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan itu tidak ditemukan di dua rumah sakit pemerintah tersebut.
Dua pasien berinisial S (18) dan N (2) adalah dua warga Samarinda yang pertama kali ditangani RS AWS dan dinyatakan positif Difteri akhir tahun lalu. Keduanya berasal dari luar Samarinda yakni, Kukar dan Kutim. N, terinfeksi setelah pernah mengalami kontak fisik di Balikpapan. Sementara  S (18) baru dinyatakan positif difteri pada Jumat (5/1). Penanganan terhadap S sedikit lebih rumit karena terinfeksi difteri dalam keadaan mengandung. Beruntung kondisi janin S dipastikan tidak terindikasi penyakit serupa. (zak/beb)  




loading...

BACA JUGA

Kamis, 07 Juni 2018 21:13

Dibegal Sejoli, Bocah Diseret

SAMARINDA. Ulah pelaku begal kini semakin beringas. Bahkan pelakunya bukan hanya pria, namun juga melibatkan…

Kamis, 07 Juni 2018 21:11

Perkosa Istri Sahabat

Apa artinya berteman…Di belakang kau menikam…Lirik lagu Pagar Makan Tanaman milik Mansyur…

Rabu, 06 Juni 2018 21:49

“Monster Jalanan” Ngamuk

SAMARINDA.  Kecalakaan lalu lintas di tanjakan Jalan Otto Iskandardinata, Samarinda Ilir, bukan…

Selasa, 05 Juni 2018 23:41

Jurnalis Radar Papua, Dihajar Massa saat Bertugas

MANOKWARI. Ancaman terhadap demokrasi, kebebasan pers, dan hak publik atas informasi dinilai makin tergerus.…

Selasa, 05 Juni 2018 19:59

Dicurangi Sahabat, Gagal Mudik

SAMARINDA. Angan-angan Nasir alias Aci berlebaran di kampung halaman seketika sirna. Langkah pria 31…

Senin, 04 Juni 2018 20:47

KASIHAN..!! Cuci Pakaian, Wanita Ditelan Mahakam

SAMARINDA. Malam semakin larut, Tajudin yang kala itu masih terjaga merasa gelisah. Keponakannya, Siti…

Senin, 04 Juni 2018 20:33

Mapolres Diserang, Polisi Terluka

SAMARINDA. Andi Kosasih belum menyerah usai diamankan polisi. Pria 32 tahun itu bahkan lebih beringas…

Jumat, 01 Juni 2018 20:22

Belatung Jatuh, Mayat Membusuk

SAMARINDA. Teriakan sekawanan remaja yang tengah mencari udang mengejutkan warga di Jalan Mangkupalas,…

Jumat, 01 Juni 2018 20:20

Lebih Murah, Sampai Lebih Lama

SAMARINDA. Jarak tempuh Samarinda menuju Surabaya dan Makassar melalui bandara APT Pranoto diyakini…

Jumat, 01 Juni 2018 20:17

Mobil Hancur, Kepala Robek

SAMARINDA. Seorang pengemudi mobil dilarikan ke rumah sakit setelah menabrak truk yang sedang parkir.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .